 Rancangan Acak Lengkap (RAL) :
Pada rancangan acak lengkap (RAL) Penerapan percobaan satu faktor dalam rancangan acak lengkap biasanya digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relative homogen. Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Seperti percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh lingkungannya lebih mudah dikendalikan.
Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui, atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek, adalah sangat kecil. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek ke- adaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebl beragam. Rancangan ini memiliki satu kelemahan. Yakni, walaupun randomi- sasi dan matching telah dilakukan sejauh mungkin, namun kemampuan metabolisme di antara subyek itu mungkin masih tetap ada. Karenanya, dapat dimengerti jika rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferen- si populasi yang lebih beragam
Misalnya saja kita ingin mempelajari apakah penambahan protein pada media biakan, katakanlah agar, berpengaruh terhadap kecepatan berbiak suatu jenis bakteri atau tidak. Untuk itu kita tentukan kadar protein yang hendak kita selidiki, katakanlah 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1,0% ( dan kita sebut dangan perlakuan yang diberikan). Perlakuan – perlakuan tersebut kemudian kita tempatkan dalam cawan – cawan Petri yang berisi media biakan dan kemudian diinokulasi bakteri yang akan dipelajari sifat – sifatnya. Masing – masing perlakuan kita ulang beberapa kali (pada cawan yang berbeda), katakanlah masing – masing 4 kali, untuk memungkinkan adanya keragaman atau variasi dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Kesemuanya kita lakukan dilaboratorium yang mempunyanyi suhu dan kelembaban tertentu. Kecepatan berbiak pada suatu periode tertentu kita cacat, datanya dianalisis untuk kemudian diputuskan ada tidaknya pengaruh penambahan protein tersebut terhadap pertumbuhan bakteri.

 Rancangan Acak Kelompok :
Rancangan acak kelompok lengkap sangat baik digunakan jika keheterogenan unit percobaan berasal dari satu sumber keragaman. Sebagai contoh, percobaan yang dilakukan pada lahan yang miring, percobaan yang melibatkan umur tanaman yang berbeda dan sebagainya. Percobaan ini juga baik dignakan untuk mengatasi kesulitan dalam mempersiapkan unit percobaan homogen dalam jumlah besar. Kelompok yang dibentuk hendaknya menghindari terjadinya interaksi dengan perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan.
Pemberian perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak pada setiap kelompok, dengan batasan bahwa setiap perlakuan muncul sekali pada setiap kelompok. Contoh, suatu percobaan dengan enam buah perlakuan (P1, P2, P3, P4, P5, P6) dan setiap perlakuan diulang dalam tiga kelompok atau blok. Dengan demikian unit percobaan yang dilibatkan sebanyak 6 unit pada setiap blok sehingga secara keseluruhan dibutuhkan 3×6 = 18 unit percobaan. Pengacakan perlakuan dilakukan pada masing-masing blok percobaan. Sehingga salah satu bagan percobaannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Comments