PERBANDINGAN BERBAGAI MEDIA IKLAN DALAM PEMASARAN PRODUK (PERSPEKTIF ISLAM)

Muhammad Isa

Dosen Jurusan Syari’ah STAIN Padangsidimpuan

Abstract

A company needs promotion for its product. Here, advertisement is a part of it. Television, radio, newspaper, magazine and internet are media for product advertisement. They have their own eakness and strengths for company goals and targets. Consequently, Islam disobey fake sue, offers fictive approvel, unreal advertisement, and women exsposition.

Kata-kata Kunci: Komunikasi, Iklan, Media

Pendahuluan

Setiap organisasi didirikan pasti memiliki tujuan tertentu yang akan dicapainya. Organisasi tersebut tidak hanya terbatas pada organisasi yang berorientasi profit (laba), seperti perusahaan, tetapi juga pada organisasi nirlaba, misalnya lembaga pemerintah. Perusahaan yang berorientasi profit tentunya bertujuan untuk memakmurkan perusahaan melalui perolehan laba atau keuntungan yang maksimal. Tentunya hal ini akan dicapai bila produk atau jasa yang dihasilkannya tetap laku di pasaran dan penjualannya meningkat. Organisasi nirlaba, misalnya pemerintah, berkeinginan agar program-program yang dicanangkannya dapat terlaksana dengan baik, himbauannya maupun pengumumannya tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat.

Untuk mencapai tujuan organisasi, baik organisasi profit oriented maupun nirlaba, bukanlah pekerjaan yang mudah. Perusahaan pada masa kini memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menetapkan harga yang murah dan terjangkau, membuat kegiatan distribusi yang dekat dengan konsumen, tetapi lebih dari itu perusahaan harus melaksanakan komunikasi pemasaran yang baik. Perusahaan tersebut harus mampu berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan sekarang dan yang akan datang maupun masyarakat umum.
Begitu juga dengan organisasi nirlaba seperti lembaga pemerintah, maka apa yang direncanakan pemerintah berupa himbauan, pengumuman dan program kerja mereka harus dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Pemerintah berharap masyarakat mengetahuinya, mematuhinya, dan melaksanakan serta mendukung program pemerintah tersebut.

Tentang pentingnya komunikasi ini dapat diberikan contoh lain, misalkan ada seorang intelektual, jujur, kaya raya, berjiwa kepemimpinan dan pekerja keras. Andai saja ia ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah. Bisa kita pastikan ia tidak akan terpilih sebagai pemenang apabila ia melakukan komunikasi kepada masyarakat calon pemilihnya.

Dari uraian dan contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa dalam mencapai tujuan organisasi, baik organisasi perusahaan (profit oriented), nirlaba, maupun pribadi tidak akan berhasil tanpa melalui proses komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang berkepentingan maupun masyarakat tujuannya.

Komunikasi Pemasaran
Dalam memasarkan produk, suatu perusahaan memerlukan alat komunikasi yang dapat memberikan informasi mengenai produknya kepada pasar sasaran. Alat yang digunakan dalam penyampaian informasi tersebut adalah promosi. Komunikasi pemasaran atau promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produk atau jasa yang dihasilkannya ke pasar sasaran.

Pada dasarnya komunikasi pemasaran merupakan pengembangan dari komunikasi secara umum. Komunikasi pemasaran biasanya disebut juga sebagai bauran promosi (promotion mix) yang mengacu kepada bauran spesifik dari iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi, maupun pemasaran langsung.

Dalam tulisan ini akan dibahas tentang kegiatan komunikasi pemasaran, khususnya iklan, yang dilakukan oleh perusahaan yang berorientasi laba.

Sebelum membahas lebih jauh tentang iklan ada baiknya dipelajari tentang proses komunikasi. Bagan berikut ini menguraikan proses komunikasi secara umum.

Gambar 1. Proses terjadinya komunikasi

Komunikasi merupakan sebuah rangkaian proses yang terdiri atas pengirim, pengodean (encoding), media, pesan/berita, penerjemahan kode (decoding), penerima, gangguan, tanggapan dan umpan balik.

Saat ini komunikasi pemasaran menghadapi dua faktor utama yang berubah. Yaitu adanya penyempitan pasar yang ditandai dengan bergesernya pemasaran dari pemasaran massal ke pemasaran yang lebih individual serta lebih fokus pada pasar yang lebih sempit atau mikro. Faktor lainnya adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat dan telah membagi pasar menjadi beberapa fraksi yang berbeda sehingga membutuhkan alat dan metode komunikasi yang berbeda pula.

Dalam usaha menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi serta menjalin hubungan yang menguntungkan dengan pasar maka perusahaan/organisasi harus selalu berkomunikasi dengan masyarakat yang menjadi pasar sasarannya sehingga berkembang suatu konsep proses komunikasi yang terintegrasi (Integrated Marketing Communication).

Integrated Marketing Communication merupakan suatu proses pengembangan dan pelaksanaan beberapa bentuk program komunikasi pemasaran persuasif dengan pelanggan saat ini dan pelanggan potensial sepanjang waktu. Promosi adalah suatu proses komunikasi oleh pemasar yang menginformasikan, mempengaruhi dan mengingatkan kepada calon pembeli potensial akan produk-produknya dalam rangka mempengaruhi opini dan tanggapan dari calon pembeli. Tanggapan orang yang diharapkan misalnya timbulnya perilaku membeli.

Salah satu alat promosi yang sering dipakai oleh organisasi/perusahaan dalam kegiatan promosi adalah iklan.

Pengertian Iklan

Istilah iklan sering dinamai dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Amerika dan Inggris, disebut dengan advertising. Di Prancis disebut dengan reclamare. Bangsa-bangsa Latin menyebutnya dengan advertere, sementara bangsa Arab menyebutnya dengan i’lan. Kelihatannya istilah iklan dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab di atas. Namun di Indonesia sendiri istilah iklan sering juga dikatakan advertensi atau reklame.

Iklan adalah segala bentuk presentasi non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.

Selain itu, defenisi iklan juga disampaikan oleh AMA (The American Marketing Association). Disebutkan oleh AMA bahwa iklan merupakan setiap bentuk pembayaran terhadap suatu proses penyampaian dan perkenalan ide-ide, gagasan, dan layanan yang bersifat non personal atas tanggungan sponsor tertentu.

Di Indonesia, Masyarakat Periklanan Indonesia mengartikan iklan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk atau jasa yang disampaikan lewat suatu media dan ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sementara istilah periklanan diartikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian iklan.

Walaupun pengertian iklan berbeda-beda menurut beberapa pakar dan organisasi, tetapi dapat diambil beberapa kesamaan dari defenisi tersebut yaitu:

a. Adanya pesan tertentu
b. Dilakukan oleh komunikator (sponsor)
c. Dilakukan dengan cara non personal
d. Disampaikan untuk khalayak tertentu
e. Dalam penyampaian pesan tersebut dilakukan dengan cara membayar
f. Penyampaian pesan tersebut, mengharapkan dampak tertentu

Iklan adalah sarana promosi yang digunakan perusahaan atau organisasi guna menginfomasikan segala sesuatu produk yang dihasilkannya. Informasi yang diberikan adalah manfaat produk, harga produk serta keuntungan-keuntungan produk dibandingkan pesaing. Tujuan promosi lewat iklan adalah berusaha untuk menarik, dan memengaruhi calon konsumennya.

Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media seperti:
1. Pemasangan billboard (papan nama) di jalan-jalan strategis.
2. Pencetakan brosur untuk disebarkan ke masyarakat.
3. Pemasangan spanduk di lokasi tertentu yang strategis.
4. Melalui koran, majalah, televisi, radio dan media lainnya.

Agar iklan yang dijalankan efektif dan efisien maka perlu dilakukan program pemasaran yang tepat. Dalam praktiknya program periklanan yang harus dilalui adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi pasar sasaran dan motif pembeli.
2. Tentukan misi yang menyangkut sasaran penjualan dan tujuan periklanan.
3. Anggaran iklan yang ditetapkan.
4. Merancang pesan yang akan disampaikan.
5. Memilih media yang akan digunakan.
6. Mengukur dampak dari iklan.

Tujuan penggunaan dan pemilihan media iklan tergantung dari tujuan organisasi perusahaan. Masing-masing media memiliki tujuan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa macam tujuan penggunaan iklan sebagai media promosi, antara lain:

1. Untuk memberitahukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan produk dan jasa yang dimiliki sebuah perusahaan. Seperti peluncuran produk baru, manfaat produk atau dimana dapat diperoleh, keuntungan dan kelebihan suatu produk, pembukaan kantor cabang baru, penggunaan teknologi baru dan sebagainya.
2. Untuk mengingatkan kembali kepada nasabah tentang keberadaan atau keunggulan jasa dan produk perusahaan yang ditawarkan. Biasanya karena banyak saingan yang masuk sehingga perlu diingatkan agar nasabah kita tidak beralih ke perusahaan lain.
3. Untuk menarik minat dan perhatian para calon konsumen baru. Diharapkan mereka mencoba untuk membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan dan paling tidak mereka sudah mengerti tentang kehadiran produk.
4. Memengaruhi konsumen saingan agar berpindah ke perusahaan yang mengiklankan. Diharapkan konsumen atau pelanggan perusahaan lain juga ikut terpengaruh dengan peringatan kita.
5. Membangun citra perusahaan untuk jangka panjang, baik untuk produk yang dihasilkan maupun nama perusahaan.

Untuk melakukan promosi melalui iklan perlu menggunakan sarana media. Penggunaan sarana media ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan penggunaan media yang akan dipakai untuk pemasangan iklan, antara lain:
1. Jangkauan media yang akan digunakan.
2. Sasaran atau konsumen yang akan dituju.
3. Biaya yang akan dikeluarkan.

Media Periklanan

Media periklanan yang tersedia dewasa ini ada beberapa pilihan, diantaranya:

Televisi

Di Indonesia televisi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962, ketika akan dilangsungkan pesta olahraga Asian Games di Jakarta. Waktu itu siarannya terbatas hanya 3 jam sehari dengan wilayah liputan Jakarta dan Bogor. Televisi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan jenis media lainnya. Berikut ini kelebihan penggunaan media televisi:
a. Daya jangkau luas: Siaran televisi saat ini sudah dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Daya jangkau siaran yang luas ini membuat pemasar dapat mempromosikan produk atau pesannya ke seluruh lapisan masyarakat secara serentak dalam wilayah yang luas pada suatu negara bahkan ke luar negeri. Walaupun iklan televisi merupakan iklan yang paling mahal saat ini diantara media lainnya, karena biaya pembuatan iklan dan biaya penayangannya yang besar, namun karena daya jangkauannya yang luas, maka biaya iklan televisi justru yang paling murah diantara media lainnya jika dilihat dari jumlah orang yang dapat dijangkaunya.
b. Kreativitas dan efek: Televisi merupakan media iklan yang cukup efektif karena dapat menunjukkan cara bekerjanya suatu produk pada saat digunakan. Iklan melalui media televisi dapat menggunakan kekuatan personalitas manusia dalam mempromosikan suatu peroduk atau pesan. Cara seseorang berbicara dan bahasa tubuh, gerakan maupun pesona lain yang ditunjukkan dalam iklan, apalagi orang yang berkomentar tentang produk tersebut adalah selebritis atau orang terkenal, akan dapat membujuk penonton untuk membeli produk yang diiklankan tersebut.
c. Waktu yang tertentu: Kapan waktu yang tepat untuk suatu iklan ditayangkan di televisi dapat diatur. Dengan kata lain pesan dan tujuan iklan dapat disesuaikan dengan perkiraan kapan pembeli potensial yang dituju sedang menonton televisi. Misalnya iklan untuk makanan anak-anak cocok ditayangkan lebih sering pada hari libur sekolah.
d. Prestise: Perusahaan yang mengiklankan produknya di televisi biasanya akan dikenal orang dan akan membentuk citra dan prestise yang lebih baik. Bahkan sebagian masyarakat akan merasa lebih percaya akan pesan iklan tersebut apabila diiklankan melalui televisi.

Disamping kelebihan-kelebihan tersebut, iklan dengan media televisi juga mempunyai kelemahan antara lain:
a. Biaya yang relatif mahal
b. Informasi terbatas
c. Penghindaran
Pada saat ini tersedia berbagai macam variasi atau bentuk iklan di televisi. Sebelumnya bentuk iklan ditelevisi hanya berbentuk klip tetapi sekarang sudah dikembangkan menjadi bentuk lain misalnya running text, super impose,bahkan benda-benda yang diperlihatkan dan disorot oleh kamera digunakan sebagai iklan.
Radio

Iklan radio memiliki krakteristik yang khas, yaitu hanya dapat didengarkan melalui audio (suara) saja. Suara dalam iklan radio dapat berbentuk salah satu atau gabungan dari kata-kata(voice), musik dan sound effect. Kata-kata adalah ucapan yang mengandung arti dan disampaikan manusia. Musik adalah perpaduan bunyi-bunyian yang teratur dan harmonis dengan ritme tertentu sehingga enak didengar, sementara sound effect adalah suara-suara tidak beraturan maupun efek suara alam.
Iklan radio memiliki sifat yang sangat lokal sehingga menjadi salah satu media yang cocok untuk perusahaan lokal untuk mempromosikan produknya.
Kelebihan iklan radio dibandingkan media lainnya adalah sebagai berikut:
a. Biaya iklan murah: Produksi iklan radio relatif lebih mudah dan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan iklan televisi.
b. Radio bersifat luwes. Iklan-iklan dapat diudarakan hampir kapan pun diinginkan.
c. Pemasang iklan dapat mengajukan materi iklan atau melakukan perubahan terhadap materi iklan hanya dalam periode beberapa menit sebelum disiarkan.
d. Tersedianya khalayak pendengar yang sangat selektif yang muncul dari berbagai format siaran dan cakupan atau geografis siaran yang dimiliki setiap stasiun penyiaran radio. Iklan radio memungkinkan pemasang iklan untuk fokus pada kelompok pendengar tertentu, misalnya kelompok pendengar dengan gaya hidup tertentu.

Selain kelebihan-kelebihan di atas, iklan menggunakan media radio juga memiliki kelemahan-kelemahan antara lain:
1. Radio hanyalah sebuah media yang didengarkan, dan para pendengar tidak dapat melihat produk yang diiklankan. Oleh karena itu radio tidak akan tepat bagi periklanan yang membutuhkan demonstrasi.
2. Tingginya tingkat fragmentasi khalayak yang terjadi karena banyaknya jumlah stasiun. Pemasang iklan harus menayangkan iklannya beberapa kali di sejumlah stasiun radio jika ingin menjangkau khalayak yang lebih luas.
3. Perhatian terbatas, maksudnya kelemahan radio adalah kesulitan media ini untuk mendapatkan perhatian pendengarnya terhadap iklan. Mendengarkan radio biasanya menjadi kegiatan selingan yang dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan lain.

Koran

Koran telah menjadi media iklan utama sebelum meluasnya penggunaan media radio dan televisi. Namun bagaimanapun orang tetap merujuk pada koran atau surat kabar untuk mencari liputan berita dan informasi mutakhir yang tidak tersedia di televisi. Koran tetap menjadi sebuah media periklanan yang penting bagi para pengiklan lokal dan para pengecer yang mengandalkan periklanan koran dalam jumlah besar. Karena koran memungkinkan komunikasi segera, para pengecer menggunakan media ini untuk mengumumkan penjualan dan menawarkan kupon-kupon diskon. Banyak orang membeli koran khusus demi kupon-kupon potongan dan informasi penjualan.

Berikut ini beberapa kelebihan media koran dibandingkan media lainnya, yaitu:
1. Koran memberikan cakupan lengkap dan tidak dibatasi pada kelompok-kelompok sosioekonomi atau demografis tertentu.
2. Periklanan koran dapat dilakukan dengan cepat. Para pengiklan dimungkinkan untuk mengaitkan materi iklan dengan perkembangan-perkembangan pasar lokal atau peristiwa terbaru secara lebih cepat, sehingga hasilnya akan lebih responsif.
3. Iklan dapat dengan cepat dan mudah diubah.
4. Koran menarik mereka yang telah berminat untuk membaca, jadi koran memberikan khalayak sekaligus ruang bagi materi panjang dan terinci, termasuk daftar produk dan harga.
5. Edisi-edisi khusus memungkinkan penargetan sasaran secara tepat, misalnya mereka yang tertarik membaca tentang masak memasak akan mencari iklan-iklan yang dilengkapi resep dan kupon, dan sebagainya.
6. Kebanyakan koran ditargetkan secara geografis. Hal ini akan membantu bagi para pengiklan dan pemasar yang melakukan segmentasi pasarnya berdasarkan variabel geografis juga.

Selain kelebihan-kelebihan di atas, media koran juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:

1. Koran memiliki waktu hidup singkat. Maksudnya koran harian biasanya sudah tidak diperlukan lagi jika sudah melebihi waktu satu hari. Koran yang dibeli hari ini tidak akan berguna lagi keesokan hari. Orang akan dengan mudah merobek koran yang sudah dibacanya atau melewati tanggal terbitnya walaupun hanya satu hari atau bahkan kurang.
2. Walaupun koran dapat menawarkan pilihan geografis kepada pemasang iklan, namun korang kurang tepat digunakan untuk membidik khalayak dengan pilihan demografis atau gaya hidup tertentu. Kebanyakan koran menjangkau kelompok masyarakat yang sangat luas dan beragam sehingga tidak mudah bagi pemasar untuk membidik segmen pasar pembaca yang sempit dan terbatas. Perusahaan produk pupuk tanaman menemukan bahwa koran sebagai media yang kurang efisien untuk beriklan karena adanya sirkulasi yang terbuang. Hal ini disebabkan koran juga menjangkau pembaca yang tidak suka bercocok tanam. Iklan perusahaan pupuk tersebut akan lebih diperhatikan pembaca majalah pertanian.
3. Pengiklan nasional harus melakukan penanganan terpisah terhadap setiap penerbit koran. Satu masalah lain yang dialami para pengiklan nasional adalah tingkat harga yang dibebankan kepada mereka bisa lebih tinggi daripada yang ditagihkan kepada para pengiklan lokal.
4. Terdapat variasi-variasi besar dalam kualitas cetak dan warna dalam berbagai koran. Kebanyakan koran menekankan kecepatan, bukan kualitas. Secara umum, janganlah mengharapkan kualitas cetak, warna dan kertas seperti penerbitan majalah.

Majalah

Saat ini majalah merupakan satu media yang tumbuh pesat untuk melayani kebutuhan dan kepentingan pendidikan, informasi serta hiburan dari banyak pembaca dengan berbagai macam latar belakang. Keragaman majalah yang besar ini menjadikannya media yang menarik bagi banyak pengiklan. Hampir setiap majalah saat ini diterbitkan untuk memenuhi hampir segala tipe pembaca berdasarkan segmentasi tertentu, seperti segmentasi demografis atau gaya hidup tertentu atau pada aktivitas, minat atau ketertarikan pada bidang tertentu. Ada beberapa majalah yang diterbitkan untuk kalangan pebisnis atau industri tertentu atau untuk kebutuhan individu yang berasal dari berbagai profesi.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang periklanan di majalah perlu diketahui pengklasifikasian majalah. Pada dasarnya, majalah dapat dibagi ke dalam tiga kategori besar berdasarkan khalayak luas yang mereka layani: (1) majalah konsumen, (2) majalah bisnis, (3) majalah pertanian, dan (4) majalah komputer/internet.
Majalah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan media lain, yaitu:
1. Daya hidup pesannya lebih lama dan keterlibatan pembaca yang cukup tinggi. Kebanyakan pembaca menghabiskan beberapa hari untuk membaca majalah baru, kemudian menyimpannya untuk jangka waktu lama dan sering dipakai sebagai referensi di masa mendatang. Para pelanggan majalah (pembaca primer) seringkali meminjamkan majalahnya ke pembaca-pembaca lain (pembaca sekunder atau pinjaman) sehingga semakin menambah usia sebuah majalah.
2. Kualitas reproduksi yang baik. Majalah pada umumnya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan menggunakan proses pencetakan yang memungkinkan reproduksi yang cukup bagus, baik dari segi pewarnaan maupun kualitas cetaknya. Kualitas reproduksi menjadi faktor penting karena majalah merupakan media visual dimana ilustrasi iklan seringkali menjadi faktor dominan suatu iklan.
3. Majalah menawarkan format-format iklan yang cukup fleksibel dan memungkinkan ukuran, tipe dan penempatan materi iklan yang berbeda. Beberapa majalah kadangkala menawarkan berbagai pilihan yang dapat mendorong daya tarik pembaca terhadap suatu iklan sehingga meningkatkan perhatian dan minat pembaca untuk melihat dan membaca iklan bersangkutan. Misalnya dengan cara menyediakan halaman lipat, halaman tanpa tepi, dan sisipan.
4. Prestise, maksudnya perusahaan yang keberhasilan pemasaran produknya sangat bergantung pada kualitas, reputasi maupun image seringkali memasang iklan pada majalah yang memiliki reputasi baik. Majalah seperti ini adalah majalah yang memiliki isi atau artikel yang berkualitas tinggi sehingga pembacanya juga memandang setiap iklan yang dimuat pada majalah tersebut sebagai iklan produk yang bermutu.
5. Kadangkala perusahaan majalah memberikan kesempatan para pengiklan untuk mencetak iklannya pada kertas khusus berkualitas tinggi dan mengirimkan iklan jadinya ke penerbit untuk disisipkan ke majalah dengan harga khusus.

Selain kelebihan tersebut beriklan dengan media majalah juga memiliki kelemahan sebagai berikut:
1. Pemasangan iklan lama. Proses pemuatan iklan dengan media majalah membutuhkan waktu relatif lama dibandingkan media lainnya. Pemasang iklan harus melakukan pemesanan terlebih dahulu kepada pihak perusahaan majalah dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum iklan tersebut benar-benar dimuat. Proses yang relatif lama ini menyebabkan pemasang iklan tidak mudah melakukan penyesuaian atau perubahan terhadap materi iklan dalam hal terjadi perkembangan baru atau kondisi pasar yang tiba-tiba berubah.
2. Halaman iklan dan tingkat persaingan. Pemasang iklan umumnya lebih suka untuk memilih majalah yang besar dan sudah terkenal sebagai media periklanannya. Namun perlu disadari bahwa semakin terkenal suatu majalah maka akan semakin banyak halaman yang digunakan untuk iklan. Hal ini menyebabkan suatu iklan menjadi sulit untuk mendapatkan perhatian pembacanya.
3. Jangkauan dan Frekwensi Terbatas. Majalah pada umumnya tidak seefektif media lain dalam hal jangkauan dan frekwensi, apalagi kalau pembacanya memiliki tingkat konsumsi yang tinggi terhadap majalah, artinya pembaca membaca lebih dari satu judul majalah setiap bulannya. Hal ini menyebabkan tingkat penetrasi majalah kepada pembacanya cenderung akan semakin rendah. Pemasang iklan yang akan memperluas jangkauan iklannya harus memasang iklan di sejumlah majalah yang berbeda yang juga berarti memerlukan biaya dan sumber daya yang lebih banyak.

Internet

Internet memungkinkan transfer informasi secara elektronik dengan kecepatan tinggi dan praktis. Internet merupakan jaringan global dari komputer-komputer yang saling berhubungan dimana satu individu yang terhubung dengan sebuah jaringan dapat bercakap-cakap dengan komputer manapun dari ribuan komputer lain seandainya jaringan tersebut juga dihubungkan dengan berbagai jaringan.
Periklanan dengan internet berbeda dari periklanan siaran dan cetak dalam kemampuannya untuk menjangkau satu khalayak, memungkinkan interaksi langsung antara konsumen dan pengiklan, dan menghubungkan konsumen ke informasi produk atau perusahaan lain. Tujuan periklanan menggunakan internet sama dengan periklanan siaran dan cetak, yaitu memasarkan barang, jasa, dan citra melalui pesan-pesan persuasif. Iklan dalam internet bisa dalam berbagai ukuran, mulai iklan banner hingga iklan banyak halaman. Iklan-iklan banner adalah metode periklanan utama yang digunakan di internet. Mereka umumnya memenuhi lembar halaman dengan tinggi kurang lebih satu inchi. Biasanya ditampilkan dengan judul iklan yang dekoratif, citra grafis, dan link ke informasi lanjutan dengan sebuah tombol “Klik di sini.”
Periklanan dengan media internet masih tergolong baru dibandingkan media lainnya, dan mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
1. Jangkauan khalayak yang luas. Penggunaan internet tidak mengenal batas teritorial wilayah atau negara sehingga cocok digunakan untuk perusahaan skala internasional.
2. Tampilan iklan dapat dibuat lebih dekoratif dan semenarik mungkin sehingga mengajak pengunjung situs untuk membaca iklan tersebut lebih jauh.
3. Biaya iklan dengan internet cukup murah dibandingkan dengan manfaat dan kemudahan yang diperoleh.
4. Akses internet yang mudah, terlebih pada masa sekarang, cukup dengan sebuah handphone di tangan maka setiap orang akan dapat berkomunikasi dan mencari informasi melalui internet.
5. Pemasar bukan hanya beriklan melalui internet, tetapi juga bisa melakukan transaksi bisnis dan jual beli dengan sarana yang dikenal dengan e-commerce.

Disamping itu ada beberapa kelemahan periklanan dengan internet sebagai berikut:
1. Akses terhadap internet, terutama di Indonesia, belum sepenuhnya dikenal secara luas di masyarakat.
2. Banyaknya software yang bersifat mengganggu dan merusak lalu lintas informasi pada jaringan internet, antara lain berupa virus, spam dan lainnya.
3. Pada beberapa kasus sering terjadi pembobolan atau penyadapan informasi oleh pihak lain yang bertujuan tidak baik.

Kegiatan Promosi dalam Islam

Tujuan promosi antara lain untuk meningkatkan penjualan produk. Umumnya dalam melakukan kegiatan promosinya, pihak yang berpromosi akan memuji produknya setinggi langit, mengemukakan keunggulan produk yang dijualnya, tetapi menutupi kelemahannya. Bila pihak yang berpromosi mengemukakan keunggulan produknya memang sesuai dengan kenyataannya adalah hal yang wajar. Tetapi betapa tidak baiknya apabila pihak yang berpromosi memuji-muji produknya padahal kualitasnya tidak sebaik yang diutarakannya. Dalam ajaran Islam tindakan seperti ini sangat dicela.

Dalam melakukan kegiatan promosi ada berbagai macam cara yang ditempuh, antara lain dengan periklanan. Kegiatan periklanan dapat dilakukan melalui berbagai media, yaitu media televisi, radio, koran, majalah dan internet. Terlepas dari media yang digunakan, semua bentuk iklan selalu menekankan plus point, berupa kelebihan atau keistimewaan barang dagangannya. Tetapi harus diingat bahwa dalam ilmu pemasaran ada suatu prinsip yang tidak boleh diabaikan yaitu disebut truth in advertising, artinya iklan, reklame, pujian terhadap produk sendiri, tidak boleh berlebihan dan membohongi calon pembeli.
Beberapa hal yang dilarang Islam dalam kegiatan promosi, antara lain:
1. Sumpah Palsu
Dalam kehidupan sehari-hari sering pula kita jumpai orang yang berpromosi dengan menggunakan sumpah palsu dan testimoni palsu dan bentuk sumpah lainnya dengan tujuan agar produknya dan dagangannya laku terjual. Rasulullah SAW melarang banyak sumpah dalam jual beli. Dalam sebuah hadis Rasulullah memberikan ancaman sebagai berikut:”Dari Abi Qatadah ra sungguh dia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, Jauhkanlah oleh kamu berjual beli dengan banyak sumpah, karena perbuatan semacam itu berarti berbuat nifaq, kemudian akan dihapuskan berkahnya.”(HR. Muslim).
Dalam hadis lain Rasulullah saw memberikan penjelasan mengenai sumpah palsu sebagai berikut: “Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda,”Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara tercela”. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Penawaran dan Pengakuan Fiktif.
Dalam hal ini seorang penjual memberikan keterangan kepada calon pembeli seolah-olah barang dagangan sudah ditawar oleh banyak calon pembeli, tidak lupa disertakan pula harga penawaran dari para calon pembeli tersebut. Padahal semuanya itu hanya fiktif belaka. Seorang penjual berbuat demikian untuk menarik minat calon pembeli tersebut.
3. Iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Iklan seperti ini mengungkapkan fungsi dan keunggulan produk yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Rasulullah mencela kegiatan jual beli yang disertai dengan kebohongan sesuai hadis berikut:”Penjual dan pembeli ada hak khiyar (memilih jadi atau tidak) sebelum mereka berpisah. Maka jika mereka benar dan menerangkan keadaannya, akan diberi keberkatan (kebaikan) buat mereka berdua, dalam hal jual beli mereka. Dan jika mereka berdusta dan menyembunyikan cacatnya maka akan hilanglah kebaikan (barakah) bagi mereka yang jual beli”. (HR. Muslim)
4. Eksploitasi wanita.
Islam adalah agama yang sangat menjaga kehormatan seorang wanita. Dalam ajaran Islam ada akhlak dalam memperlakukan wanita sebagaimana mestinya. Wanita sangat dilarang untuk menunjukkan auratnya kepada orang lain kecuali kepada suaminya ataupun muhrimnya. Oleh karena itu mengeksploitasi aurat wanita dalam sebuah iklan sangatlah dilarang dalam Islam karena dapat merusak tatanan sosial masyarakat yang ada.

Penutup

Membicarakan pemasaran tidak dapat dilepaskan dari kegiatan periklanan. Sebaliknya, menggeluti bidang periklanan juga akan sulit bila tidak memahami filosofi pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran modern, periklanan merupakan bagian dari kegiatan promotion mix (bauran promosi), bersama-sama dengan kegiatan personal selling, promosi penjualan, hubungan masyarakat, maupun pemasaran langsung.

Kegiatan promosi melalui iklan dapat menggunakan berbagai media antara lain media televisi, radio, koran, majalah dan internet. Setiap jenis media yang digunakan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Untuk memilih media iklan yang akan digunakan, yang perlu dipertimbangkan adalah jangkauan, frekwensi dan pengaruhnya, biaya, keunggulan dan keandalannya. Disamping itu pengiklan juga harus menentukan alokasi geografis, yang dibidik apakah pasar lokal, nasional atau bahkan internasional. Berikut ini disajikan kelebihan dan kelemahan dari beberapa media periklanan.
Tabel 1. Kelebihan dan kelemahan media
periklanan
Media Kelebihan Kelemahan
Televisi Menggabungkan suara, gambar dan gerak, merangsang indra, perhatian yang tinggi, jangkauan luas. Biaya absolut tinggi,pengelompokan tinggi, paparan bergerak cepat sehingga sulit dilihat, audiensi dipilih secara kurang baik.
Radio Penggunaan massal, pilihan geografis dan demografi yang tinggi, biaya rendah. Hanya penyajian suara, perhatian lebih rendah, struktur harga tidak standar.
Koran Fleksibilitas, ketetapan waktu, liputan pasar lokal yang baik, penerimaan yang luas, cukup dipercaya masyarakat. Jangka waktu pendek, mutu reproduksi buruk.
Majalah Pilihan geografis dan demografis tinggi, kredibilitas dan gengsi, mutu reproduksi tinggi, jangka waktu panjang. Tenggang waktu atas manfaat dari pembelian iklan panjang, ada peredaran yang sia-sia, pemasangan iklan lama.
Internet Selektivitas tinggi, kemungkinan interaktif, biaya murah. Media yang relatif baru dengan jumlah pengguna yang rendah di beberapa negara, adanya kemungkinan penyadapan informasi.

Ajaran Islam, sebagai ajaran universal dan lengkap, juga memberikan petunjuk dalam hal promosi perdagangan termasuk bidang periklanan. Islam tidak melarang kegiatan periklanan dalam tujuan menarik calon pembeli. Tetapi Islam membuat rambu-rambu yang mengatur kegiatan tersebut agar merugikan pihak manapun dan tujuan promosi tercapai. Rasulullah banyak memberikan ajaran baik berupa perbuatan maupun perkataan dalam hal dalam hal bermuamalah, termasuk dalam berpromosi. Beberapa hal yang dilarang Islam dalam kegiatan promosi antara lain: sumpah palsu, penawaran dan pengakuan fiktif, iklan yang disertai kebohongan (tidak sesuai dengan fakta) serta promosi dengan eksploitasi wanita.

Daftar Bacaan

Hafied Cangara, 1998, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hussein Bahreisj, 1987, Himpunan Hadits Shahih Muslim, Surabaya: Al Ikhlas.
Kotler, Philip, 2005, Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Jakarta: Indeks.
M. Thalib, 2000, Bimbingan Bisnis dan Pemasaran Islamy, Bandung: Gema Risalah Press.
Monle Lee & Carla Johnson,2007, Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Morissan,M.A., 2010, Periklanan-Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Rendra Widyatama, 2009, Pengantar Periklanan, Yogyakarta:Pustaka Book Publisher.
Surachman S.A., 2008, Dasar-dasar Manajemen Merek, Malang: Bayumedia Publishing.
Monle Lee & Carla Johnson,2007, Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group) hlm. 253.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *