Peran HDL high density lipoprotein dan LDL low density lipoprotein terhadap kolesterol darah | Lipoprotein jenis LDL dan HDL memiliki fungsi yang berlawanan. Peranan LDL bersifat atherogenik dan disebut juga dengan kolesterol jahat karena mudah melekat pada pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan lemak yang lambat laun mengeras (membentuk flak) dan menyumbat pembuluh darah yang disebut dengan arteriosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri).

Proses arteriosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner. Penyumbatan pembuluh darah pada otak dapat menyebabkan terjadinya gejala stroke (Montgomery, et al, 1993).

Peningkatan konsentrasi plasma HDL dapat melindungi dinding arteri terhadap pengembangan flak aterosklerotik, yang difasilitasi oleh mekanisme balik transport kolesterol, dalam mengeluarkan kolesterol pada jaringan peripheral menuju hati.

Fungsi HDL inilah yang mengasumsikan bahwa HDL disebut juga dengan kolesterol baik, karena memiliki efek antiatherogenik yaitu mengangkut kolesterol bebas dari pembuluh darah dan jaringan lain menuju hati, kemudian organ hati mengeksresikannya melalui empedu (Dorfman, et al, 2004).

Daftar

  1. Montgomery R, Dryer RL, Conway TW, Spector A.S., 1993. Biokimia : Suatu pendekatan berorientasi kasus. Jilid 2, Edisi keempat, Terjemahan : M. Ismadi. Gajah Mada Press, Yogyakarta.
  2. Dorfman SE, Wang S, Lopez SV, Jauhianen M, Lichtenstein, 2004. Dietary fatty acids and cholesterol differentially modulate HDL cholesterol metabolism in Golden-Syrin hamsters. J. of Nutr. 135 (3) : 492-497.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *