BATASAN
Limfogranuloma Venereum tergolong Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis serotipe LI dan LIII terutama menyerang sistem getah bening di daerah genetalia eksterna, rektrum dan anus.

PATOFISIOLOGI
Penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual. Penyebabnya bisa didapatkan pada servix wanita tidak menunjukkan keluhan apa-apa.
Tempat masuknya mikro-organisme adalah alat-alat seksual yang berhubungan dengan sekret yang mengandung mikro-organisme ini, terutama genitalia, dapat pula rektum atau faring. Masa tunasnya berkisar 3 – 30 hari, rata-rata 3 minggu.

GEJALA KLINIS
Ada 2 standia :
– Stadium dini :
a. lesi primer di genitalia
b. sindroma inguinale
– Stadium lanjut :
a. estiomen
b. sindroma anorektal

Lesi primer :
Lesi ini bisa berbentuk macam-macam (papula, vesikula, ulkus bahkan berupa uretritis) lesi tidak sakit dan cepat sembuh sendiri, sehingga jarang disadari oleh penderita. Lokalisasinya : glans penis, sulkus koronarius, preputium, batang penis (laki-laki) atau dinding depan vagina, labia, dinding belakang vagina, serviks (wanita). Lesi pada ekstra genital : mulut, jari, anur, rektum.

Sindroma inguinal :
Timbul beberapa hari/minggu setelah lesi primer.
Kelenjar limfa inguinal membesar dan sakit (limfadenitis) disertai peri0limfadenitis sehingga terjadi perlekatan satu kelenjar dengan yang lain (bentukan paket) kulit di atasnya merah, teraba panas dan terasa sakit bila tersentuh.
Kelenjar limfa femoral juga mengalami hal serupa.
Diantara kedua kelenjar limfa ini terdapat ligamentum inguinal sehingga membentuk cekungan di antara keduanya (groove sign).
Pembesaran kelenjar femoral, inguinal dan iliaka disebut etage bubonen.
Sindroma ini umumnya terjadi pada laki-laki, oleh karena pada wanita lesi primer kebanyakan letaknya lebih dalam sehingga drainase terjadi pada kelenjar limfa di daerah pelvis.

Estiomen : genital elephantiasis
Timbul 2 – 10 tahun setelah manifestasi dini yang tidak diobati sempurna. Terjadi karena kerusakan saluran dan kelenjar limfa (terjadi bendungan) sehingga terjadi oedema dan fibronis.
Pada laki-laki berupa elephantiasis skrotum. Pada wanita lebih sering berupa elephantiasis vulva (mulai klitoris sampai anus).
Sindroma anorektal : terjadi pada wanita.
Klinis berupa : proktitis, striktura rektum
Abses peri rektal, fistula rekto-vesikal/rekto-vaginal.
Buchblatt condyloma yaitu : elephantiasis vulva yang terjepit sehingga pipih berlipat (menyerupai condyloma).

LABORATORIUM
1. Tes GPR (Gatte Papacosta Reaction) : serum yang didapat dari darah vena sebanyak 5 – 10 cc ditetesi dengan formalin 23%.
Hasil positif kuat bila s erum segera membeku (jadi gel) dan positif lemah bila terjadi gel 24 jam kemudian. Tes ini tidak spesifik.
2. Frei tes, antigen Frei disuntikkan intra dermal 0,1 mm pada lengan bawah bagian volar, reaksi dibaca setelah 72 jam. Bila didapatkan indurasi lebih dari 5 mm (diameternya) reaksi dikatakan positif. Hasil positif ini akan berlangsung lama bahkan mungkin seumur hidup dan juga positif pada infeksi chlamydia yang lain.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
1. Didapatkan anamnesa “coitus suspectus’.
2. Gejala-gejala klinik.

Diagnosis klinik ditegakkan dengan 1 & 2
Diagnosis pasti dengan hasil tes serologi.

PENATALAKSANAAN
1. Kombinasi Sulfametoksasol dan Trimetoprim 2 x 2 tablet selama 7 hari.
2. Kloramfenikel 4 x 500 mg/hari selama 14 hari.
3. Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari selama 10 hari.
Lokal : bila pecah di kompres dengan rivanol 1%.
Bila belum pecah diberikan hebat panas kering dengan Bortalk.

DAFTAR PUSTAKA
1. Felman YM, PHILM. Sexually Transmitted Diseases, Churchil Livingstone, 1986, 93 – 104.
2. Holmes KK, Mardh PA, Sparling PF, Wiesner PJ. Sexually Transmitted Diseases, Mc Graw Hill, First Edition, 1989, 195 – 204.
3. King A, Nicol C, Veneral Diseases 3 rd ed. The English Language Book Society Baillere Tindak, 1980, 258 – 267.
4. Standarisasi Diagnostik dan Penatalaksanaan Beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS), FKUI, 1990, 258 – 267.
5. Thin N. R. Lecture Notes on Sexually Transmitted Diseases Blackwell Scientivic Publications, 1982, 195 – 211.