BATASAN
Merupakan Penyakit Kulit yang bersifat kronis dan residif yang ditandai oleh adanya makula yang eritematus, bentuknya dapat bulat atau lonjong yang tertutup skwama tebal, transparan atau putih keabu-abuan.

PATOFISIOLOGI
Penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan pasti.
Pada garis besarnya ada 3 aspek yang berperan :
1. Predisposisi genitik
Ada kecenderungan timbulnya psoriasis vulgaris dipengaruhi oleh faktor genetik.
Dikatakan bahwa penurunnya secara autosomal dominan dengan “incomplete penetrance”.
2. Faktor presipitasi
a. Trauma
b. Infeksi : terutama infeksi dengan Streptococcus haemolyticus
c. Stres emosional : menimbulkan eksaserbasi.
d. Perubahan iklim menyebabkan penyakit lebih aktif.
3. Perubahan struktur biokimia
Terjadi pemendekan “turn over” epidermis yang normalnya berlangsung antara 28 – 30 hari, pada psoriasis vulgaris hanya berlangsung antara 3 – 4 hari.

GEJALA KLINIS
Keluhan penderita biasanya sedikit gatal dan panas di samping kosmetik. Lesi kulit yang pertama kali timbul biasanya pada tempat-tempat yang mudah terkena trauma antara lain : siku, lutut, sakrum, kepala dan genitalia, berupa makula eritematus dengan batas jelas, tertutup skwama tebal dan transparan yang lep[as pada bagian tetapi dan lekat di bagian tengah.
Skwama ini selalu menunjukkan gambaran menebal yang konstan dan perlekatannya kendor.
Bentuk yang paling sering dijumpai adalah bentuk makula yaitu berupa bercak yang dapat bulat atau oval dengan diameter satu sampai beberapa sentimeter. Bentuk ini akan statis dalam jangka waktu yang lama yang apabila terjadi eksaserbasi dapat memberikan perubahan bentuk klinik yang bermacam-macam antara lain : bentuk anular, gyrata folikularis, gutara dan punktata.
Selain itu psoriasis dapat menyerang kuku dimana permukaan kuku menjadi keruh, kekuning-kuningan dan terdapat cekungan-cekungan/pitting atau titik-titik/punctate, menebal dan terdapat subungual hiper keratosis sehingga kuku terangkat dari dasarnya. Dalam hal ini kuku tangan lebih sering diserang daripada kuku kaki. Psoriasis dapat menyerang mukosa dan sendi-sendi terutama sendi kecil.

CARA PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Vlek phernomena (phenomena bercak lilin) yaitu bila skuama psoriasis dikerok akan terlihat warna keruh seperti kerokan lilin.
Austpitz sign : bina cara mengerok tadi diteruskan akan terlihat titik-titik perdarahan oleh karena terkenanya papila dermis pada ujung-ujungnya yang memanjang.
Koebner phernomena : bila pada kulit yang masih normal terkenal trauma maka akan timbul lesi baru yang bersifat sama dengan lesi yang telah ada. Sifat seperti ini juga ditemukan pada lichen planus, lichen nitidus, veruka plana dan eksematoid dermatitis.

Bentuk-bentuk lain dari psoriasis :
Psoriasis pustulosa : eflorescensi mengandung pustula yang steril.
Psoriasis arthropatica : psoriasis yang disertai kronik artritis pada sendi-sendi kecil dari tangan dan kaki.

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan secara :
Klinis : ditemukan tanda-tanda klinis seperti diatas.
Histo Pa. : dalam hal ini pemeriksaan Pa. adalah spesifik dan menentukan kepastian diagnosa dari psoriasis.
– akantosis dengan disertai pemanjangan dari rete ridges.
– Pemanjangan dan pemebsaran papila dermis.
– Hiperkeratosis dan parakeratosis.
– Panipisan sampai hilangnya stratum granulosum
– Peningkatan mitosis pada stratum basalis.
– Udema dermis disertai infiltrasi limfosit dan monosit.
– Mikro abses dari Munro yang merupakan kumpulan kecil dari sel-sel neutrofil pada stratum korneum.

DIFERENSIAL DIAGNOSA/KAUSA
Grup Eritro Papulo Skuamus :
– M. H. T makuler – P. rosea
– Lues II – E. seborrhoicum
– Dermato mikosis superfisialis – Lichen ruber planus

PENYULIT
Eritrodemi : di sini sering diakibatkan pemberian steroid sistemik atau oleh karena obat-obat topikal yang sangat iritasi.

PENATALAKSANAAN
Dalam penatalaksanaan Psoriasis perlu diperhatikan mengenai :
– Luasnya lesi kulit
– Lokalisasi lesi kulit
– Umur penderita.
– Ada tidaknya kontra indikasi terhadap obat yang akan kita berikan.

Pengobatan kausal belum dapat diberikan sehingga pengobatan ditunjukkan untuk:
– Menghilangkan faktor-faktor yang dianggap sebagai pencetus timbulnya psoriasis antara lain : stres diberikan sedativa.
Fokal nfeksi dapat berupa tonsilitis, carries, investasi parasit harus diberantas.
– Menekan/menghilangkan lesi psoriasis yang telah ada meliputi :

Pengobatan topikal.
Biasanya digunakan salep/cream yang mengandung steroid atau tar.

Pengobatansistemik.
Untuk lesi yang terbatas digunakan asam folat tablet dengan dosis 3 x 1 tablet per hari.

Untuk lesi yang luas digunakan methotrexate dengan dosis sebagai berikut :
2 x 1 tablet selama 7 hari, kemudian istirahat 1 minggu untuk observasi LFT, RFT dan darah rutin. Bila hasil laboratorium tetap baik MTX dapat diberikan lagi dengan dosis dan aturan yang sama sampai terjadi perbaikan lagi dengan dosis dan aturan yang sama sampai terjadi perbaikan klinis (lesi tidak aktif lagi), yang kemudian dosis MTX dapat diturunkan secara “tapering off” sampai tercapai dosis “maintenance’.

Pengobatan kombinasi
Psoralen sistemik dengan penyinaran ultra violet pada lesi kulit dalam beberapa hal bisa dipakai sebagai pengobatan alternatif.

DAFTAR PUSTAKA
1. Andrews G.C. Diseases of the Skin. 7 th ed. WB Saunders Company Philadelphia, London, 1982 : 175 – 183.
2. Faber E. M. Van Scott E.K. Dermatology in general Medicine, Texbook and Atlas. 2 nd. Mc Graw Hill Book Company New York St. Louis, Bogota. 1979 : 233 – 247.
3. Marks R. Practical Problem in Dermatology. PG Publishing Pte Ltd. Singapore, Hongkong, 1984 : 1 – 70.