Batasan
Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisialis yang kronis dan asim tomatis disebabkan oleh Malassezia furtur ( = Pityrosporum orbiculare, = P. ovale) menyerang stratum korneum dari epidermis.

PATOFISIOLOGI

Jamur penyebab hanya diketemukan di dalam Stratum korneum dari epidermis, tidak pernah penetrasi ke lapisan lebih dalam dan tidak menyebabkan reaksi keradangan.
Faktor predisposisi yaitu : kehamilan, pil KB, penyakit berat, genetic, kadar kortisol plasma yang tingi (misalkan mendapay obat kortikosteroid) dan udara yang panas dan lembab.

GEJALA KLINIS

1. Gatal bila berkeringat
2. Pada orang kulit berwarna gelap kelainannya berwarna putih, sedang orang berkulit terang kelainannya berwarna merah sampai coklat.
3. Ada 2 ruam kulit
a. Makular
Soliter atau saling bertemu (koalesen) dan tertutup skuame.
b. Papuler / Gutata:
Bulat kecil-kecil prifolikuler, sekitar folikel rambut dan tertutup skuame.

PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan mikroskop langsung
– Preparat basah dengan KOH 10-20%/ Taschdjian dari kerokan kulit akan tampak beberapa hyphae yang pendek, lurus dan bengkok dan gerombolan spora “building yeasts” yang bentuknya bulat.
– Dengan larutan Taschdjian (9 bagian KOH 10-205 + 1 bagian tinta Parker Superchrome atau blueblack) , hyphae dan spora berwarna biru.
– Pemeriksaan KOH/ Taschdjian negative berarti bukan Pytiriasis versiclor.

2. Lampu Wood : Fluoresen Positif berwarna kuning keemasan

DIAGNOSIS BANDING
– Vitiligo, Choasma, Dertematitis seborrhoika, Pytiriasis rosea, Pityriasis alba, Morbus Hansen, Tinea corporis dan Erytrasma.

PENYULIT
– Sering kambuh
– Leukodema (kulit berwarna putih)

PENATALAKSANAAN

1. Obat topikal
– Krim Mikonazole nitrat 2%, pagi-sore untuk lesi di muka dan lesi badan yang tidak luas.
– Solusio natrium thiosulfat 25%, pagi sore.
– Salep Whitfield (=salep AAV I ) berisi asidum salisilicum 3% dan asidum benzoikum 6%
– Salep 2-4 (asidum salisilicum 2% – sulfure presipitatum 4%)
– Lama pengobatan sampai beberapa minggu (3-4) minggu atau sampai 2 minggu sesudah pemeriksaan KOH negative, untuk mencegah kekambuhan.
– Bila lesi luas sebaiknya obat dioleskan seluruh badan.

2. Obat oral :
Tablet Ketokonasol (200 mg/ tablet)
– Dosis anak 3,3 – 6,6 mg/ kgBB/ hari
– Dosis dewasa 200 mg / perhari
– Diberikan sekali sesudah makan pagi
– Lama : 10 hari

– Indikasi pada P. versikolor yang :
– Resistem pada pengobatan topical
– Sering kambuh-kambuh
– Mengenai bagian badan yang luas
– Dapat diberikan bersama dengan obat topkal

3. Nasihat pencegahan kambuh
– Pakaian dalam dan luar, handuk harus sering diganti dan dicuci serta direndam dalam air panas selama waktu pengobatan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rippon. Medical Mycology. 3 th ed., Philadelphia: W.B. Saunders Co., 1988: 169-224.
2. Arndt R.A. Manual of Dermatologic Theurapeutics 3th ed., Boston/ Toronto: litte, Brown & Co., 1983 : 82-88.
3. Rook A. et al. Texbook of Dermatology 4th ed., Oxford : Blackwell Scientific Publication, 1984 : 893-936
4. Arnold H.L. et al. Andrews’ Disease of the skin 8th ed., Philadelphia : WB Saunders CO.,1990 : 318-40
5. Formularium Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo 1985.