BATASAN
Skabies adalah penyakit kulit menular dengan keluhan utamanya gatal, terutama di malam hari, disebabkan oleh Sarcoptes scabies var. hominis.

PATOFISIOLOGI
Penyakit ini menular secara langsung dari orang ke orang lain (teman atau anggota keluarga) dan pada orang dewasa melalui kontak seksual.
Dapat pula secara tidak langsung melalui alasa tidur atau pakaian.
Sarcoptes sabiei merupakan tungau putih, transparan, berbentuk bulat agak lonjong, yang betina besarnya 2 x dari pada yang jantan.
Yang jantang mati setelah membuahi yang betina, tungau betina setelah dibuahi membuat terowongan pada kulit sampai perbatasan stratum corneum dan stratum granulosum serta bertelur sepanjang terowongan sampai sebanyak 40 – 50 butir yang akan menetas dalam waktu 3 – 5 hari.

Larva keluar ke permukaan kulit, kemudian melalui stadium nimfa menjadi dewasa. Waktu yang diperlukan mulai dari telur menetas sampai menjadi dewasa sekitar 16 – 17 hari.

GEJALA KLINIS
Gejala yang sangat menonjol adalah rasa sangat gatal terutama pada malam hari sehingga dapat mengganggu penderita.
Lesi yang khas dan patognommonik berupa terowongan kecil, sedikit meninggi, berkelok-kelok berwarna putih keabu-abuan (bila belum ada infeksi sekunder), panjangnya kurang lebih 100 mm.
Kelainan dapat berupa papula, vesikula, urtika, ekskoriasi, krusta dan bila timbul infeksi sekunder terdapat pustula yang dapat mengaburkan lesi primernya.
Tempat-tempat predileksi : sela-sela jari tangan, telapak tangan, pergelangan tangan sebelah dalam, siku, ketiak, daerah mammae, daerah pusat dan perut bagian bawah, daerah genitalis eksterna dan pantat. Pada anak-anak terutama bayi dapat mengenai bagian lain seperti telapak kaki, sela jari-jari kaki dan juga muka.

LABORATORIUM
Sarcoptes scabiei didapatkan dengan membuka terowongan atau vesikula atau pustula dengan pena vaksinasi sambil mengorek dasarnya. Hasil kerokan diletakkan pada kaca sediaan, kemudian beri pemera tetes gliserin dan tutup dengan gelas penutup. Lihat di bawah mikroskop dengan lensa obyektif 10 x, kemudian 40 x. hasil positip bila didapatkan Sarcoptes scabiei atau telurnya.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Diagnosa klinis ditegakkan dengan adanya riwayat gatal pada malam hari, keluarga atau teman dekat yang sakit seperti penderita serta didapatkan efloresensi polimorf di tempat-tempat predileksi.
Diagnosa pasti berdasar didapatkannya Sarcoptes scabiei atau telurnya pada sediaan langsung dengan mengorek dasar vesikula atau pustula atau terowongan ditambah beberapa tetes gliserin atau dapat juga dengan ditemukannya Sarcoptes scabiei pada pemeriksaan sediaan Histo-P.A.

DIAGNOSIS BANDING
1. Pyoderma 3. Dermatitis
2. Pediculosis corperis 4. Prurigo

PENYULIT
1. Exzema infantum 4. Persistent nodule 7. Folikulitis
2. Urtikaria 5. Infeksi sekunder 8. Furunkel
3. Post scabetic dermatitis 6. Lymphadenitis acuta 9. Infiltrat
o.k. prosentase sulfur dalam salep terlalu tinggi

PENATALAKSANAAN
A. Setelah mandi dengan sabun hijau (resep no. 5) badan diolesi dengan :
1. Salep yang mengandung asam salisilat dan sulfur (resep no. 1) selama 3 – 4 hari, kemudian dapat diulang setelah satu minggu.
2. Salep yang mengandung Benzoas benzilicus (resep no. 2) selama 3 malam.
3. Salep yang mengandung Gamma benzene hexachlorida (resep no. 3 atau no. 4) selama 1 malam, kemudian dapat diulangi setelah satu minggu.
Salep resep no. 2 jangan diberikan pada anak-anak dan bayi, karena dirasakan sangat panas sekali pada kulitnya.
Salep resep no. 3 atau no. 4 jangan diberikan pada bayi, anak-anak dan wanita hamil karena bila diserap kulit dapat bersifat neurotoksik.

Resep No. 1

  • R/ Acidum salicylicum 2%
  • Sulfur predipitatum 4%
  • Vaselin flavum ad. 
  • m.f. ung. 
  • S. salep pagi malam

Resep No. 2

  • R/ Benzoas benzylicus 25%
  • Emulgidum 4,375%
  • Oleum sesami 4,375% 
  • Aqua ad 100 ml
  • S.salep malam 
  • m.f.c.

Resep No. 3

  • R/ Schabicide tube No. 1
  • S. salep satu malam

Resep No. 4

  • R/ Scabex pot No. 1
  • S. salep satu malam

Resep No. 5
  • R/ Sapo viridis 100 gram
  • S. sabun mandi

 

B. Semua baju dan alat-alat tidur dicuci dengan air panas serta mandi dengan sabun.
C. Semua anggota keluarga atau orang seisi rumah yang berkontak dengan penderita harus diperiksa dan bila juga menderita scabies juga diobati bersamaan agar tidak terjadi penularan kembali.
D. Keluhan gatal dapat diberi antihistaminika dengan setengah dosis biasanya. Infeksi sekunder dapat diberi antibiotika atau kemoterapetika.

DAFTAR PUSTAKA
1. Andrews G. C. Diseases of the Skin. 7 th ed. WB Saunders Company Philadelphia, Londo, 1982 : 420 : 425.
2. Derbes V. J. Dermatology in general Medicine, Texbook and Atlas. 2 nd. Mc Graw Hill Book Company New York St. Louis, Bogota. 1979 : 1659 – 1660.
3. Mark R. Practical Problem in Dermatology. PG Publishing Pte Ltd. Singapore, Hongkong, 1984.