a.    sistem nyala terbuka.
System ini terdiri dari dua jet gas, yang kesatu nyala terus – menerus diluar silinder, yang kedua berganti –ganti berhubungan dengan jet yang pertama dan ruang pembakaran. Jet yang kedua ini selalu mati nyalanya oleh ledakan didalam silinder, jet kedua ini terletak di dalam sebuah katup bentuk silinder yang berputar terus – menerus. Di dinding katup silinder ini, terdapat lubang tempat jet kedua terletak. Bila lobang ini dekat dengan jet pertama, lalu menyala kemudian nyala ini menyudut campuran bahan bakar dan udara dalam ruang pembakaran, bila mana katup dalam silinder ini mendekat kesana.
b.      Sistem Bola Pijar
Pada kepala silinder terdapat proyeksi bentuk bola yang berlubang, dan ruang dalam boal menjadi satu dengan ruang pembakaran silinder. Bila bola ini dipanaskan oleh api kompor dari luar. Bila campuran bahan bakar dan udara dalam udara silinder ditekan, sebahagian kecil masuk dalam bola. Akibatnya terbakar oleh panas bola, serta meledakkan seluruh campuran dalam silinder.
c.       Sistem Kompresi.
Terdapat dalam motor diesel, udara ditekan dengan cepat, terjadi perubahan volume yang cepat, kerja dilakukan langsung berubah menjadi energi panas pada saat yang tepat, bahan bakar diinjeksi kedalam ruang pembakaran. Terjadi ledakan yang menghasilkan daya. Terjadinya panas yang tingi pada kompresi udara, disebabkan pula tingginya compression – ratio, yang pada motor diesel minimal 14:1. sebahagian bandingan, pada motor bensin antara lain 6 – 7 : 1. tekanan kompresi umumnya berkisar antara 400 – 500 psi, yang dapat menimbulkan panas bersuhu 1000 – 1200 °F, jadi dapat terbakarnya bahan bakar motor bakar internal antara 500 – 900°F, jadi dapat terbakar oleh panas kompresi walaupun bergantung pula oleh fuel air – ratio. Pada permulaan injeksi bahan bakar, fuel air – rationya rendah, sehingga sukar langsung terbakar, apalagi bila injeksi bahan bakar langsung keruang pembakaran. Hal ini dapat diatasi dengan kontruksi ruang pembakaran tambahan. Misalnya pre – combustion – chamber dan swirl – combustion – chamber.
d.      Sistem Listrik.
Sistim penyudutan listrik terdapat pada motor bensin. Campuran bahan bakar dan udara disudut oleh bunga api listrik. Suatu sistem penyudutan akan termasuk salah satu berikut :
a.             tipe tegangan rendah (make and break). Terdiri hanya dari satu circuit aliran listrik, dengan tegangan 300 – 400 volt.
b.            Tipe tegangan tinggi (jump spark). Terdiri dari dua circuit aliran listrik, dengan tegangan pada sirkuit sekunder 10.000 – 15.000 volt.
Kedua tipe ini terdiri dari bagian – bagian berikut ini:
Ø      Sumber listrik
Ø      Kumparan (coil)
Ø      Breaker mechanism
Ø      Sparking device
Ø      Spark timing mechanism
Ø      Hubungan – hubungan kawat dan kontak (switch)