Penilaian Kinerja dengan Sistem Balanced Scorecard  | Sebagaimana telah diketahui ternyata sistem tradisional mengalami banyak kelemahan-kelemahan yaitu hanya mengukur kinerja perusahaan dari segi keuangan yaitu pada aspek fisik (tangible). Dimana penilaian kinerja melalui sistem keuangan ini hanya berdampak pada tercapainya tujuan jangka pendek yaitu untuk meningkatkan laba, tanpa melihat apa yang harus dilakukan atau dirumuskan untuk masa yang akan datang. Pengukuran kinerja tradisional tidak melakukan pengukuran pada sisi non-keuangan, sehingga kurang dapat diandalkan sebagai sarana komprehensif untuk pengambilan keputusan bagi manajemen. Kaplan dan Norton (2000:7) menjelaskan bahwa berbagai ukuran finansial tersebut tidak memadai untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan yang  harus  dilalui  perusahaan  abad  informasi  dalam  menciptakan  nilai  masa  depan melalui investasi yang ditanamkan pada pelanggan, pemasok, pekerja, proses, teknologi, dan inovasi. Karena banyaknya kekurangan-kekurangan atas penilaian dengan menggunakan perspektif dari sisi keuangan saja, hal ini mendorong Robert S. Kaplan dan David P. Norton untuk mengembangkan dan merancang suatu sistem penilaian kinerja yang lebih komprehensif.

Sistem penilaian kinerja   yang dimaksud adalah balanced scorecard. Lebih lanjut Kaplan dan Norton (2000:2) menjelaskan bahwa balanced scorecard menerjemahkan misi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran yang menyeluruh yang memberi kerangka kerja bagi pengukuran dan sistem manajemen strategis. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja dan sistem manajemen strategis berawal dari diturunkannya misi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran yang akan dijadikan sebagai pedoman bagi pengukuran kinerja dan sistem manajemen strategis tersebut. balanced scorecard tidak hanya mengukur kinerja perusahaan dari perspektif keuangan (perspektif finansial) saja namun juga mengukur kinerja dari sisi non keuangan yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Melalui balanced scorecard maka perusahaan tidak hanya sekedar memfokuskan demi tercapainya tujuan jangka pendek tetapi juga sebagai sistem manajemen bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Pengertian Balanced Scorecard

Pengertian balanced scorecard, menurut Kaplan dan Norton (1996:8), adalah sebagai berikut :

“The balanced scorecard complements financial measures of past performance with measures of the drivers of future performance. The objectives and measures of the scorecard are derived from organization’s vision and strategy. The objectives and measures view organizational performance from four perspectives : financial, costumer, internal business process, and learning and growth”.

Menurut Anthony A. Atkinson, et. al (2001:408), pengertian balanced scorecard adalah sebagai berikut :

“ A systematic performance measurement system that translates an organization’s strategy into clear objectives, measures, targets, and initiatives organized by four perspectives “.

Mengenai empat perspektif tersebut Atkinson, Banker, Kaplan dan Young (2001:408) menjelaskan :

“The measures derived under the scorecard represent a balance between four measurement perspectives: (1) external financial measures for stakeholders and customers such as return on capital employed, (2) customers measures such as retention and satisfaction, (3) internal business process perspective measures such as cycle time, and (4) measures for learning and growth such as the number of new patents and the development of employee skills”.

Horgren, Sundem dan Stratton (2002:359) mengatakan bahwa balanced scorecard adalah sebuah pengukuran kinerja sekaligus sebuah sistem pelaporan untuk mencapai keseimbangan antara pengukuran finansial dan pengukuran operasional yang menghubungkan kinerja dengan rewards atau balas jasa, dan memberikan pengakuan secara eksplisit kepada keberagaman tujuan-tujuan organisasi seperti yang dijelaskannya sebagai berikut:

“Balanced scorecard a performance measurement and reporting system that strikes a balanve between financial and operating measures, links performance to rewards, and gives explicit recognition to the diversity of organizational goals”.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa balanced scorecard   selain tetap melakukan pengukuran terhadap sisi keuangan masa lalu juga dilengkapi dengan ukuran pendorong untuk kinerja masa yang akan datang. Disamping itu tujuan dan ukuran scorecard merupakan penurunan dari visi dan strategi perusahaan, dimana tujuan dan ukuran scorecard melihat kinerja perusahaan dari sudut empat perspektif yaitu: finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *