Gaya yang dikeluarkan anggota tubuh manusia berkaitan erat dengan data antophometri. Biomekanik (mekanika tubuh manusia) mempalajari berbagai aspek pergerakan fisik dan anggota tubuh. Jadi biomekanika adalah suatu bidang ergonomi yang berhubungan dengan pengukuran dinamik anggota tubuh manusia, yang diantaranya menyangkut selang gerak anggota tubuh, kecepatan gerak, kekuatan dan aspek anggota tubuh lainnya (Zander, 1972).

Setiap ruas anggota tubuh dapat bergerak sesuai dengan jenis persendiannya dan besar selang gerak. Gerakan – gerakan tertentu anggota tubuh berkaitan dengan tenaga yag dikeluarkan. Pengukuran gaya dilakukan pada saat mesin dalam keadaan berhenti (statis). Alat – alat kendali mesin yang diukur kebutuhan gaya untuk menggerakkannya adalah : tuas pengubah kecepatan, tuas kopling master dan tuas kopling belok. Pengukuran gaya dilakukan dengan timbangan pegas dan dengan pengulangan lima kali.

Studi mengenai, gerak tubuh atau bagian – bagiannya yang meliputi selang kekuatan, daya tahan, kecepatan dan ketelitian gerak termasuk bidang biomekanik. Setiap persendian tubuh mempunyai karakteristik arah dan selang gerak pada sudut tertentu. Sebagai contoh misalnya pemutaran engkol dengan tangan atau pengayuhan pedal dengan kaki, gaya maksimum hanya terjadi pada selang sudut tertentu saja. Untuk mengatasi gaya yang tidak merata itu diperlukan pemakaian “flywheel” yang tepat.

Kemampuan seseorang untuk mengeluarkan tenaga mekanismenya tergantung dari lamanya melakukan kerja, usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, bagian anggota tubuh yang digunakan, kesehatan dll. Dalam waktu sangat singkat dibawah satu detik, seseorang dapat membangkitkan tenaganya sebesar 4400 watt (6 hp) lebih. Seorang atlit terlatih, selama 10 – 15 detik dapat mengeluarkan tenaga 1100 – 1470 watt atau 1,5 – 2,0 hp. Pengeluaran tenaga mekanis untuk jenis pekerjaan harian berkisar antara 70 – 150 w (0,1 – 0,2 hp), tergantung dari kondisi iklim/ lingkungan tempat bekerja dan kondisi tubuh seseorang.

Pengukuran langsung pengeluaran tenaga mekanis biasanya menggunakan ergometer, suatu mesin yang beban kerjanya dapat diatur. Alat ini dapat digunakan untuk menentukan efisiensi pengeluaran tenaga mekanis untuk jenis pekerjaan tertentu.

Perkembangan ergonomi sangat pesat baik dari segi filsafat, maupun teknik – tekniknya. Secara falsafah kalau dulu TTCK ( Teknik Tata Cara Kerja) merancang sistem kerja, dimana semua mempunyai peran yang serupa, baik manusia, mesin, dan sebagainya, sekarang sistem kerja harus dirancang dengan manusia sebagai pusat rancangan dan komponen lain harus disesuaikan sejauh mungkin dengan manusia, bukan sebaliknya. Di dalam tatanan baru, pembahasan ergonomika harus cukup luas, karena ergonomika itulah yang membahas manusia tadi ke arah mana segala sesuatu itu difokuskan.

Dengan mempelajari manusia sebagai salah satu komponen dari sistem kerja, diharapkan kita bisa mempelajari fungsi manusia dengan segala kemampuan dan keterbatasannya dalam merancang sistem kerja tersebut. Dengan pemahaman dengan adanya keterbatasan dan kemampuan manusia dalam sistem kerja, kita dituntun untuk dapat memberikan tugas – tugas, kewajiban – kewajiban dan tanggung jawab pada suatu pekerjaan secara “layak” bagi seorang pekerja.

Proses mengendalikan mesin dilakukan manusia biasanya berupa pekerjaan menekan, menarik dan memutar. Semua pekerjaan ini arus diatur sedemikian rupa sehingga dalam melakukan pekerjaan tersebut, manusia tidak melewati batas kemampuannya yang bisa mengakibatkan kelelahan yang cepat dan akhirnya berujung kepada terganggunya kesehatan atau malah menimbulkan kecelakaan. Pengetahuan tentang batas kekuatan yang dimiliki manusia dalam melakukan kerja menekan, menarik dan memutar menjadi studi menarik yang harus dilakukan.

Given the skeletal structure, the muscle, the nervous sistem, and the metabolic process, the human body is capable of quite a repertoire of physical activities. Biomechanics deals with the various aspects of physical movement of the body and body members. At a more spesific level, kinesiologydeals with the study of human motions as a fucntion of the construction of the musculoskeletal system. This system can be viewed as consiting of variety of levers. For example, the forearm has its fulcrum at the elbow, and one of the muscles of the upper arm provides the activating force just in front of the elbow to bend the forearm. There are three different types of levers, and various body movements represen, all three types.

Types of movement of body members.

Certain of the basic types of movements that are performed by the body members are described below, along with their associated jargon in kinesiology :

Flexion : bending, or deereasing the angle between the parts of body

Extentions : straightening, or increasing the angle between the parts of the body

Medial rotation : Turning toward the midline of body

Lateral rotation : turning away from the the midline  of the body

Pronation : ratating the forearm so that the palm faces downward

Supination : rotating the forearm so that the palm  faces upward.