Pestisida adalah racun yang mempunyai nilai ekonomis terutama bagi petambak karena memiliki kemampuan membasmi organisme target . penggunaan pestisida sintetikdi dalam tambak ditujukan untuk membunuh organisme predator dan kompetitor atau pengganggu lainnya, antara lain: kepiting, ikan buas, ikan penyaing, udang-udangan, siput-siputan, dan lain-lain(Kordi, 2004). Contoh pestisida sintetik yang sering digunakan di Indonesia yaitu Thiodan 35 EC, Dekasulfan 350 EC, Akodhan 350 EC serta Indodan 350 EC .

Penggunaan pestisida sintetikdapat memberikanpengaruh negatif terhadap ikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara langsung adalah terakumulasinya pestisida sintetik dalam organ-organ tubuh, misalnya akibat tertelan bersama-sama makanan yang terkontaminasi, atau akibat rusaknya organ-organ pernafasan sehingga dapat mematikan ikan budidaya dalam jangka waktu tertentu, sedangkan pengaruh secara tidak langsung adalah menurunnya kekebalan tubuh ikan terhadap penyakit dan terhambatnya pertumbuhan .

Pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan, contohnya: senyawa bio-aktif saponin yang terdapat dalam biji teh, senyawa bio-aktif nikotin yang terdapat dalam daun tembakau , dan juga senyawa bio-aktif rotenone (C23H22O6) paling banyak terdapat pada akar tuba (Derris elliptica).

Pimental dan Goodman (1974) menyatakan bahwa setiap organisme dalam suatu lingkungan mempunyai kepekaan yang berbeda-beda terhadap berbagai jenis pestisida, sehingga dapat menyebabkan kematian pada individu yang paling rentan dari suatu populasi. Menurut Clarke dan Clarke (1975), pestisida dapat masuk ke dalam tubuh ikan melalui saluran pernafasan, pestisida dapat menyebabkan kerusakan pada bagian insang dan organ-organ yang berhubungan dengan insang. Alabaster dan Lloyd (1980) menyatakan bahwa kerusakan insang dapat berupa penebalan lamella, degradasi sel atau bahkan kerusakan dan kematian jaringan insang. Hal ini menyebabkan fungsi insang menjadi tidak wajar dan mengganggu proses respirasi, akibatnya mengganggu pernafasan dan akhirnya menyebabkan kematian.

Comments

  1. Pingback: Hama Penyaing Di Dalam Tambak | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *