Pengertian terumbu karang buatan adalah bentuk bangunan atau benda yang di turunkan kedasar perairan sehingga menyerupai atau berfungsi layaknya habitat ikan. Banyak bentuk konstruksi dan jenis material yang diaplikasikan pada terumbu buatan, dari balok kayu biasa, papan, besi concret semen, besi dan kapal, bus bekas dan bahkan ban bekas.

·         Fragmentasi/Transplantasi Terumbu Karang.

Menurut mawardi (2002), fragmentasi/taransplantasi terumbu karang diharapkan akan menjadi solusi yang tepat dan cepat dalam mendukung keberhasilan program rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Yang dimaksudkan dengan fragmentasi atau transplantasi adalah mengambil sebagian koloni karang dari koloni primer dan kemudian di ‘letakkan’ di tempat tertentu.
Menurut Harriot dan Fisk (1998), tingkat kelangsungan hidup karang cukup tinggi di daerah yang terlindung meskipun karang tidak tertanam di substrat. Di daerah dengan kondisi yang dangkal dan berenergi tinggi karang akan teraduk dan patah kemudian terbawa arus sampai jarak yang cukup jauh. Transplantasi secara umum dinyatakan sukses dari sudut pandang biologis, dengan tingkat kelangsungan hidup pada banyak kasus berkisar antara 50-100%, ketika karang ditransplantasikan pada habitat yang serupa dengan habitat asli tempat mereka diambil. Karang dari daerah tubir yang dangkal, jernih dan bergelombang tidak akan tumbuh baik pada perairan yang keruh dan tenang (Harriot dan Fisk, 1988) Tujuan utama transplantasi karang adalah mempercepat pemulihan ekosistem terumbu karang (Jaap, 1999).
Arvedlund (2001) menyatakan bahwa dalam teknik pengembangbiakan karang, hal yang harus diperhatikan antara lain koloni yang akan dikembangkan haruslah koloni yang sehat dan pemotongan koloni hendaknya memperhatikan arah arus untuk menghindari penutupan koloni oleh akibat pelendiran koloni. Teknik yang digunakan dalam transplantasi karang untuk setiap species berbeda. Hal ini bergantung kepada kemampuan koloni untuk menempel baik pada substrat yang digunakan. Tipe substrat dan pencahayaan merupakan faktor yang menentukan perkembangan karang. Alat yang digunakan untuk memotong fragmen dari induknya juga berbeda-beda tergantung dari bentuk pertumbuhan koloni. Untuk karang yang bentuk pertumbuhan koloninya bercabang, alat yang digunakan untuk memotong karang adalah gunting kawat, sedangkan untuk koloni yang bentuknya masif, alat yang sebaiknya digunakan adalah gergaji besi. Arah potongan karang juga menentukan laju pertumbuhan jangka panjang koloni tersebut.
Daftar pustaka lihat klik disni