PENGERTIAN SYSTEMIK RISK DI DALAM KASUS BANK CENTURY MENURUT PENDAPAT SRI MULYANI DAN BOEDIONO

Kasus bank century diibaratkan seperti bom waktu yang siap meledak kapan pun dan siap mengancam setiap korbannya. Gonjang-ganjing century di DPR seakan-akan tidak pernah habis-habisnya dimana permasalahan adanya dana bail out sebesar 6,4 trilyun yang diindikasikan penuh dengan rekayasa,dan manipulasi buat kepentingan sekelompok orang.
Perang pendapat para ekonom-ekonom Indonesia pun terjadi,ada yang mengatakan bahwa dana bail out tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan,karna bank  yang kecil seperti century tersebut tidak akan menimbulkan dampak systemik risk. Namun disisi lain ada juga para ekonom-ekonom yang mendukung langkah penyuntikan dana atau bail out sebesara 6,4 triliyun supaya tidak terjadinya dampak systemik risk.
Di bawah ini saya akan sedikit mengulas mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dampak systemik risk di dalam kasus bank century menurut para pengambil kebijakan pada saat itu yaitu Sri Mulyani dan Boediono.
Sebelum saya mengulas pengertian dampak systemic risk di dalam kasus bank century menurut Sri Mulyani, dan Boediono. Disini kita melihat dulu pengertian systemic risk secara sederhana.  Sistemik risk merupakan dampak berantai yang berupa kegagalan bank-bank lain,akibat salah satu atau beberapa bank bangkrut ataupun ditutup, sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem sektor finansial.
Nah,..Untuk kasus Bank Century ada analogi lain yang dipakai Sri Mulyani di dalam memberikan pengertian mengenai sisytemik risk. Walaupun mungkin hampir sama dengan pengertian diatas. Penjelasan Sri Mulyani di dalam pansus century  di DPR, dikenal dengan teori rumah terbakar dimana Sri Mulyani mengatakan.  “Di sebuah perkampungan yang amat padat, terjadi kebakaran. Kebetulan pemilik rumah tersebut adalah orang yang jahat. Kita bisa saja membiarkan rumah itu terbakar, tetapi akibatnya rumah di sekitarnya akan ikut terbakar, dan seluruh perkampungan akan terbakar. Maka kita tak bisa mengambil risiko siapa pun pemilik rumah tersebut kita harus memadamkan apinya. Bukan untuk menolong dia, tetapi untuk menyelamatkan seluruh kampung. Dan ini yang sedang  terjadi dengan Century di Indonesia.
Di sini Sri Mulyani menyatakan perlunya penyelamatan bank century dengan menyuntikkan dana segar sebesar 6,4 triliyun supaya bank tersebut tidak kolep,karna kalau sampai bank tersebut kolap ditengah-tengah krisis global ditakutkan nasabah bank akan menarik dana besar-besaran sehingga akan mengakibatkan seluruh system perbankan akan terganggu dan dapat membahayakan system perekonomian nasional dan inilah yang dimaksudkan Sri Mulyani mengenai dampak  systemik risk yang akan terjadi didalam kasus bank century.
Disisi lain  gubernur bank BI,atau wapres sekarang Bapak Boediono mempunyai teori yang berbeda dengan Ibu Sri Mulyani mengenai dampak systemic risk dalam kasus bank century.kalau Sri Mulyani menggunakan teori rumah terbakar di dalam menganalogikakan akan terjadi dampak systemic risk kalau saja penyuntikan dana segar atau bail out tidak dilakukan.
Maka Boediono lebih senang memakai teori ikan dimana “Bank itu di ibaratkan seperti ikan yang berenang di air likuiditas. Apabila uang mengalir terus ke luar Indonesia. Kalau airnya kering ikannya pasti mati. Pernyataan Boediono sebenarnya mengandung makna  yang hampir sama juga dengan Sri Mulyani,dimana mereka sama-sama meyakini bahwa apabila century tidak diselamatkan maka akan adanya penarikan dana nasabah secara besar-besaran,sehingga penarikan  uang secara besar-besaran di dalam waktu yang relatif   sangat singkat dapat mengakibatkan terganggunya si stem perbankan, yang dapat berdampak pada sistem perekonomian nasional.
Dan inilah yang ditakutkan akan terjadi dampak systemik risk didalam kasus bank century.walaupun bank century itu kecil tapi dia di ibaratkan seperti jarum di dalam jantung,di mana kalau tidak segera dikeluarkan jarum tersebut akan menjadi ancaman serius yang sangat mematikan.
Kita semua berharap agar kasus bank century dapat segera diselesaikan,kalaupun ada pihak-pihak yang bersalah di dalam penguncuran dana bail out century maka dapat segera dihukum,jangan sampai kasus century ini menjadi alat politik bagi sekolompok golongan untuk bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Semoga Amiinnn.