Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan salah satu instrumen hutang (debt instrument) karena aset ini mengharuskan penerbitnya melakukan pembayaran kembali dalam jumlah tertentu yang terdiri dari nilai pokok ditambah bunga. Tingkat suku bunga SBI ditentukan pada pelelangan di kantor pusat Bank Indonesia pada hari Rabu setiap minggunya.

Sertifikat Bank Indonesia memiliki pengaruh terhadap kinerja reksa dana saham (NAB) antara lain:[1]

  • Jika tingkat suku bunga SBI mengalami kenaikan, tingkat suku bunga deposito berjangka juga akan naik sehingga penanaman modal dalam bentuk deposito berjangka menjadi lebih menarik, di sisi lain tingkat bunga pinjaman perbankan juga akan naik yang akan menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan karena peningkatan jumlah pembayaran bunga hutang sehingga penanaman modal pada instrumen saham justru akan berkurang, akibatnya NAB reksa dana saham juga akan mengalami penurunan.
  • Jika tingkat suku bunga SBI mengalami penurunan, SBI akan menjadi pilihan investasi yang kurang menarik dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau obligasi sehingga permintaan instrumen investasi saham mengalami kenaikan akibatnya harga saham di bursa naik yang akhirnya akan meningkatkan NAB reksa dana saham.

[1] I Putu Gede Ary Suta, Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Pasar Modal, Jakarta, 1999

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *