1. Pengertian Sampah

Sampah adalah sesuatu yang tidak dinginkan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Candra, 2006).

Sampah merupakan bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan, hotel, rumah makan, industri, atau aktivitas manusia lainnya. Bahkan, sampah bisa berasal dari puing-puing bahan bangunan dan besi-besi tua bekas kendaraan bermotor. Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai (Nurhidayat 2010).

Sampah adalah semua benda atau produk sisa dalam bentuk padat sebagai akibat aktivitas manusia, yang dianggap tidak bermanfaat dan tidak dikehendaki oleh pemiliknya dan dibuang sebagai barang yang tidak berguna (Depkes RI, 1996).

  1. Jenis-jenis sampah

Menurut Nurhidayat (2010) jenis sampah berdasarkan bahan asalnya,  sampah dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Sampah organik.

Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik sendiri dibagi menjadi sampah organik basah dan sampah organik kering. Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran. Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering diantaranya kertas, kayu atau ranting pohon dan dedaunan kering.

  1. Sampah anorganik.

Sampah anorganik bukan berasal dari makhluk hidup. Sampah ini bisa berasal dari bahan yang bisa diperbarui dan bahan yang berbahaya serta beracun. Jenis yang termasuk ke dalam kategori bisa didaur  ulang (recycle) ini misalnya bahan yang terbuat dari plastik dan logam.

  1. Sumber-sumber sampah

Menurut Notoatmodjo (2003) sumber-sumber sampah berasal dari berbagai kegiatan manusia yaitu:

  1. Sampah yang berasal dari pemukiman.

Sampah ini terdiri dari bahan-bahan padat sebagai hasil kegiatan     rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang.

  1. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum.

Sampah ini berasal dari tempat-tempat umum, seperti pasar,  tempat-tempat hiburan, terminal bus, stasiun kereta api, dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari perkantoran.

Sampah ini dari perkantoran baik perkantoran pendidikan,  perdagangan, departemen, perusahaan, dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari jalan raya.

Sampah ini berasal dari pembersihan jalan, yang umumnnya terdiri dari: kertas-kertas, kardus-kardus, debu, batu-batuan, dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari industri.

Sampah yang berasal dari kawasan industri, termasuk sampah  yang berasal dari pembangunan industri, dan segala sampah yang berasal dari proses produksi.

  1. Sampah yang berasal dari pertanian atau perkebunan.

Sampah ini sebagai hasil dari perkebunan atau pertanian misalnya: jerami, sisa sayur-sayuran, batang padi, batang jagung, ranting kayu yang patah dan sebagainya.

  1. Sampah yang berasal dari pertambangan.

Sampah ini berasal dari daerah pertambangan, dan jenisnya tergantung dari jenis usaha pertambangan itu sendiri.

  1. Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan.

Sampah yang bersal dari peternakan dan perikanan ini berupa: kotoran-kotoran ternak, sisa-sisa makanan bangkai binatang, dan sebagainya.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah sampah

Menurut Chandra (2006) beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah sampah yaitu:

  1. Jumlah penduduk.

Jumlah penduduk bergantung pada aktivitas dan kepadatan penduduk.

  1. Sistem pengumpulan atau pembuangan sampah yang  dipakai.

Pengumpulan sampah dengan menggunakan gerobak lebih lambat jika dibandingkan dengan truk.

  1. Pengambilan bahan-bahan yang ada pada sampah untuk dipakai kembali.

Metode  itu dilakukan karena bahan tersebut masih memiliki nilai ekonomi bagi golongan tertentu. Frekuensi pengambilan dipengaruhi oleh keadaan, jika harganya tinggi, sampah yang tertinggal sedikit.

  1. Faktor geografis.

Lokasi tempat pembuangan apakah didaerah pengunungan, lembah, pantai, atau didataran rendah.

  1. Faktor waktu.

Bergantung pada faktor harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Jumlah sampah perhari bervariasi menurut waktu.

  1. Faktor sosial ekonomi dan budaya.

Contoh, adat-istiadat dan taraf hidup dan mental masyarakat.

  1. Pada musim hujan

sampah mungkin akan tersangkut pada selokan, pintu air, atau penyaringaan air limbah.

  1. Kebiasaan masyarakaat.

Contoh, jika seseorang suka mengonsumsi satu jenis makanan atau tanaman, sampah makanan itu akan meningkat.

  1. Kemajuan teknologi.

Akibat kemajuan teknologi, jumlah sampah dapat meningkat. Contoh, plastik, kardus, rongsokan, AC, TV, kulkas, dan sebagainya.

  1. Jenis sampah.

Makin maju tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakain kompleks pula macam dan jenis sampahnya.

  1. Pengaruh sampah terhadap kesehatan

Menurut Slamet (2004) pengaruh sampah sampah terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi efek yang langsung dan tidak langsung yaitu:

  1. Efek langsung.

Adalah efek yang disebabkan karena kontak yang langsung dengan sampah tersebut. Misalnya, sampah beracun, sampah yang korosif terhadap tubuh, yang karsinogenik, teratogenik, dan lain-lainnya. Selain itu ada pula sampah yng mengandung kuman patogen, sehingga dapat minimbulkan penyakit. Sampah ini dapat berasal dari sampah rumah tangga selain sampah industri.

  1. Pengaruh tidak langsung.

Dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran, dan pembuangan sampah. Dekomposisi sampah biasanya terjadi secara aerobik, dilanjutkan secara fakultatif, dan secara anaerobik apabila oxigen telah habis.

  1. Wadah Sampah

Tempat sampah atau wadah sampah adalah tempat untuk menyimpan sampah sementara setelah sampah dihasilkan, yang harus ada pada setiap sumber atau pengasil sampah, seperti rumah tangga, kantor-kantor, penginapan (hotel atau losmen), rumah makan atau restoran, taman atau tempat rekreas, trotoar jalan, terminal alat transportasi, dan lain-lain sebelum sampah dikelola lebih lanjut (Depkes RI, 1996).

Bila tempat sampah tidak berupa kantong, harus memenuhi persyaratan teknis kesehatan sebagai berikut:

  1. Terbuat dari bahan yang cukup kuat, ringan, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya.
  2. Mempunyai  tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa mengotorkan tangan, terutama untuk tempat sampah yang menampung jenis sampah yang sudah membusuk.
  1. Mudah diisi dan dikosongkan serta mudah dibersihkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Budiman (2006) Pengantar Kesehatan lingkungan,Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Depkes R.I, (1996) Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Dampak sampah (Aspek Kesehatan Lingkungan), Jakarta.

Nurhidayat,  Setyo Purwendro (2010) Mengolah Sampah Untuk Pupuk dan Pestisida Organik, Penebar Swadaya, jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo (2003a) Ilmuan Kesehatan Masyarakat dan Prinsip –  Prinsip Dasar, Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo (2003b) Pendidikan dan Perilaku  Kesehatan, Rineka   Cipta, Jakarta

Slamet, Juli Soemirat (2004) Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.