Pengertian Produktivitas

Produktivitas berasal dari bahasa inggris yaitu productivity. Merupakan gabungan 2 kata yaitu product dan activity. Adapun artinya merupakan kegiatan untuk menghasilkan sesuatu (barang atau jasa) yang lebih tinggi atau lebih banyak.

Menurut Dewan Produktivitas Nasional RI tahun 1983, produktivitas yaitu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Secara umum, produktivitas mengandung pengertian perbandingan atau rasio antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. (Ravianto, 1989)

Dalam Piagam Produktivitas Oslo tahun 1984, produktivitas adalah konsep yang universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa untuk kebutuhan semakin banyak orang dengan menggunakan sesedikit mungkin sumber daya. (Ravianto, 1990)

Menurut Lembaga Produktivitas Norwegia, produktivitas adalah hubungan antara jumlah produk yang dihasilkan dan jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut. Secara umum, produktivitas yaitu rasio antara kepuasan, kebutuhan, dan pengorbanan yang diberikan. (Choi, 1983)

Menurut L. Greenberg, produktivitas yaitu perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut. (Sinungan, 2000)

Aspek Produktivitas

Produktivitas mempunyai dua aspek, yaitu :

  • Produktivitas sebagai tujuan yang disebut dengan produktivitas ekonomi

Contoh: Penggunaan besi baja yang secara luas dalam perangkat rumah tangga, seperti mesin cuci, lemari pendingin, dan setrika. Bila konsumsi baja tetap sama setiap tahunnya, maka jumlah produksi baja yang sama setiap tahun akan memadai. Akan tetapi, hal itu tidak akan memungkinkan orang untuk mengubah cara hidupnya. Apabila jumlah pelanggan meningkat atau permintaan produk baru dari baja diciptakan, maka terdapat kebutuhan untuk memproduksi jumlah baja yang lebih besar. Oleh karena itu kita secara tetap ingin meningkatkan dan menstabilkan kehidupan kita, maka kita perlu berusaha untuk secara terus menerus memperbaiki cara dan hasil kerja kita.

  • Produktivitas sebagai alat yang disebut sebagai produktivitas teknis

Contoh: Pada perusahaan roti, di perusahaan A terdapat 10 pegawai kemudian menambah pegawainya sehingga berjumlah sebanyak 20 pegawai. Perusahaan tersebut menghasilkan 2000 roti tiap hari, maka produktivitas di perusahaan A pada awalnya yaitu 200 roti/orang sedangkan setelah bertambah orang produktivitasnya 100 roti/orang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kemunduran produktivitas di perusahaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar input elemen dalam proses produksi, seharusnya semakin besar pula outputnya.

Metode-metode pokok pengukuran produktivitas

Secara umum, pengukuran produktivitas berarti perbandingan yang dapat dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda yaitu:

  1. Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara historis yang tidak menunjukkan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan, namun hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta tingkatannya.
  2. Perbandingan pelaksanaan atara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses) dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukkan pencapaian relatif.
  3. Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan inilah yang terbaik sebagai memusatkan pehatian pada sasaran atau tujuan.

Paling sedikit ada dua jenis tingkat perbandingan yang berbeda, yakni:

a. Total produktivitas = Hasil total
Masukan total
b. Total parsial            = Hasil parsial
Masukan total

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *