Plankton berasal dari bahasa yunani yaitu planktos berarti “pengembara” atau “penghanyut. Istilah plankton pertama kali diterapkan untukorganisme di laut oleh Victor Hensen direktur Ekspedisi Jerman pada tahun1887 yang dikenal dengan “Plankton Expedition” yang khusus dibiayai untuk menentukan dan membuat sitematika organisme laut, dan kemudian  disempurnakan oleh Haeckel pada tahun 1990 (Charton dan Tietjin,1989).

Plankton adalah organisme baik tumbuhan maupun hewan yang umumnya berukuran relatifkecil (mikro), hidup melayang-layang di air, tidak mempunyai daya gerak walaupun ada, daya gerak relatif lemah sehingga distribusinya sangat dipengaruhi oleh daya gerak air, seperti arus dan lainnya (Nyabakken,1992).

Berdasarkan daur hidupnya plankton di bagi menjadi tigakelompok yaitu holoplankton, meroplankton dan tikoplankton.  Holoplankton yaitu organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik. Meroplankton ialah organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik.Sedangkan tikoplankton adalah bukan merupakan plankton sejati (Sachlan, 1972).

Raynold (1990) dalam Kholik (1997) menyatakan bahwa plankton dapat dijumpai baikdiperairan tawar, payau dan laut.  Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibedakan megaplankton (20-200 cm), makroplankton (antara 2-20cm), mesoplankton (0,2m-20 cm), mikroplankton (20 – 200 µm), nanoplankton (2-200), pikoplanton (0,2 – 2 µm ), femkoplankton (< 0,2 µm ).

Fitoplankton

Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnyamengapung atau melayang di periran yang menempati bagian atas peraian (zona fotik)laut terbuka dan lingkungan pantai . Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Umumnya fitoplankton berukuran 2 – 200 µm (1 µm = 0,001mm) (Sunarto, 2008).

Fitoplankton terdiri dari divisi chrysophyta (diatom), chlorophyta dan cyanophyta.Biasanya chlorophyta dan cyanophyta mudah ditemukan pada komunitas plankton perairan tawar sedangkan chrysophyta dapat ditemukan diperairan tawar dan asin (James, 1990).

Fitoplankton yang hidup di air tawar terdiri dari tujuh kelompok besar filum, yaitu: Cyanophyta (alga biru), Cryptophyta, Chlorophyta (alga hijau), Chrysophyta, Pyrrhophyta (dinoflagellates), Raphydophyta, dan Euglenophyta. Setiap jenis fitoplankton yang berbeda dalam kelompok filum tersebutmempunyai respon yang berbeda-beda terhadap kondisi perairan, sehingga komposisi jenis fitoplankton bervariasi dari satu tempat ke tempat lain (Welch, 1952).

Plankton air tawar dibedakan menjadilimnoplankton dan rheoplankton.Limnoplankton adalah plankton yang hidup di perairan tergenang, sedangkan rheoplankton adalah plankton yang hidup di perairan mengalir.Keberadaan plankton di perairan mengalir dipengaruhi oleh lingkungan hidup plankton yang seringkali komposisinya berubah yang berkaitan dengan pergerakan air, kekeruhan, suhu, dan nutrien (Hynes, 1972).

Tabel 2.1 menunjukkan fitoplankton yang umumnya hidup di laut (Parson et al, 1984).

Taksonomi (kelas) Nama umum Area yang dominan
Cyanophyceae Alga biru hijau Tropik, cosmopolitan
Rhodophyceae Alga merah Jarang, Pantai
Bacillariophyceae Diatom Seluruhperairan laut,khususnya pantai
Cryptophyceae Cryptomonad Cosmopolitan, khususnya pantai
Dinophyceae Dinoflagellata Seluruh perairan laut, khususnya daerah tropis
Chrysophyceae CrysomonadSilicoflgellata Jarang, pantaiKadang-kadang melimpah
Haptophyceae CoccolithoporPrymnesiomonad Lautan (coccolit)Pantai (prymnesio)
Raphidiophyceae Chloromonad Jarang, tetapi kadang-kadang melimpah, payau
Xanthophyceae Alga kuning hijau Jarang
Eustigmatophyceae Jarang
Euglenophyceae Euglenoid Pantai
Prasinophyceae Prasionomonad Seluruh perairan laut
Chlorophyceae Alga hijauVolvocales Jarang , pantai

 Zooplankton

Zooplanktonadalah golongan plankton yang tidak mempunyai klorofil di dalam tubuhnyadan pada umumnya menjauhi sinar matahari.Zooplankton terdiri dariholozooplankton, yang selama siklus hidupnya sebagai plankton danmerozooplankton, yang sebagian siklusnya sebagai plankton, setelah dewasatidak bersifat sebagai plankton (Mulyanto, 1992).

Zooplankton disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut.Kemampuan renangnya sangat terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan ke mana arus membawanya. Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan anorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnyasangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumenbahan organik (Nontji, 2006).

Kelompok yang paling umum ditemui antara lain kopepod (copepod), eufausid(euphausid), misid (mysid), amfipod (amphipod). Zooplankton dapat dijumpai mulai dari perairan pantai, perairan estuaria, di depan muara sampai ke perairan di tengah samudera, dari perairan tropis hingga ke perairan kutub (Handayani, 2005).

Peranan Fitoplankton

Plankton, terutama fitoplankton memiliki peranan yang penting sebagai produsen primer karena mampu mengikat energi matahari melalui proses fotosintesis dan dipindahkan ke komunitas-komunitas lain (Nyabakken, 1992).Dalam rantai makanan, fitoplankton akan dimakan oleh hewan herbivora yang merupakan produsen sekunder. Herbivora, dalam hal ini zooplankton, akan dimakan oleh karnivora tingkat 1. Karnivora tingkat I di makan oleh karnivora tingkat II, yaitu ikan-ikan lebih besar, akan dimangsa oleh karnivora tingkat III (Noeratilova, 2006).

 Fitoplankton merupakan kelompok yang memegang peranan sangat penting dalam ekosistem air, karena kelompok ini dengan adanya kandungan klorofil mampu melakukan fotosintesis. Proses fotosintesis pada ekosistem air yang dilakukan oleh fitoplankton (produsen), merupakan sumber nutrisi utama bagi kelompok organisme air lainnya yang berperan sebagai konsumen, dimulai dengan zooplankton dan diikuti oleh kelompok organisme air lainnya yang membentuk rantai makanan (Barus, 2001).

Fitoplankton memegang peranan yang sangat penting dalam suatu perairan, Fungsi ekologinya sebagai produsen primer dan awal mata rantai dalam jaring makanan menyebabkan fitoplankton sering dijadikan skala ukuran kesuburan suatu perairan (Handayani, 2005).

Fitoplankton memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berperan dalam fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik dan oksigen dalam air. Sebagai dasar mata rantai pada siklus makanan di laut, fitoplankton menjadi makanan alami bagi zooplankton baik masih kecil maupun yang dewasa. Selain itu juga dapat digunakan sebagai indikator kesuburan suatu perairan. Namun fitoplankton tertentu mempunyai peran menurunkan kualitas perairan laut apabila jumlahnya berlebihan. Contoh kelas Dinoflgellata tubuhnya memiliki kromatopora yang menghasilkan toksik (racun), dalam keadaan blooming dapat mematikan ikan(Davis, 1951).

Fitoplankton Sebagai Indikator Biologis

Plankton khususnya fitoplankton sudah lama digunakan sebagai indikator kualitas air, hal ini disebabkan karena fitoplankton mempunyai respon yang cepat terhadap perubahan lingkungan, sehingga standing crop dan komposisi spesies memberikan indikator kualitas air dimana fitoplankton berada (Apha, 1985).

Kelimpahan fitoplankton di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa parameterlingkungan dan karakteristik fisiologisnya. Komposisi dan kelimpahan fitoplankton akan berubah pada berbagai tingkatan sebagai respon terhadap perubahan-perubahan kondisi lingkungan baik fisik, kimia, maupun biologi (Reynolds et al., 1984).

Faktor penunjang pertumbuhan fitoplankton sangat kompleks dan saling berinteraksi antara faktor fisika-kimia perairan seperti intensitas cahaya, oksigen terlarut, stratifikasi suhu, dan ketersediaan unsur hara nitrogen dan fosfor, sedangkan aspek biologi adalah adanya aktivitas pemangsaan oleh hewan, mortalitas alami, dan dekomposisi (Goldman dan Horne, 1983).

Menurut Lacerda et al. (2004)salah satu biota alga yaitu fitoplankton merupakan organisme yang mempunyai peranan besar dalamekosistem perairan dan menjadi produsen primer.Keberadaan fitoplankton dapat dijadikansebagai bioindikator adanya perubahan lingkungan perairanyang disebabkanketidakseimbangan suatu ekosistemakibat pencemaran (Oxborough dan Baker, 1997; Ekwudan Sikoki, 2006).

Beberapa faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi kehidupan fitoplankton antara lain curah hujan, suhu, intensitas cahaya dan unsur hara perairan (Sastrawijaya, 1991). Mason (1981) menyatakan bahwa akibat penambahan nutrient yang berlebihan dapat menyebabkan eutrofikasi di perairan, sehingga kualitas air mengalami penurunan, jenis yang toleran seperti Oscillatoria Formosa, Nitzchia polea, dan  Clostridium olerosum dapat hadir pada perairan yang tercemar.

Referensi

Charton, B dan J. Tietjen. 1989. Seas and Oceans. Collin. Glassglow and London.

Nybakken, J.W. 1992. Biologi laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT. Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

Kholik, A.  1997.  Struktur Komunitas Fitoplankton Pada Daerah Yang Terbuka Dan Tertutup oleh Gulma Air di Danau  Taiwang Kabupaten Sumbawa, NTB.  Skripsi.  Institut Pertanian Bogor.

Sachlan.  1972.  Planktonology.  Correspondence Course Center.  Dirjen Perikanan Departemen Pertanian.  Jakarta.

Welch, P. S. 1952. Limnology.Second edition. McGraw Hill International BookCompany. New York.

Hynes, H. B. N. 1972. The Ecology of Runing Water.University of Toronto Press.Toronto.

Mulyanto, S. 1992. Lingkungan Hidup Untuk Ikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Nontji, Anugerah.2006. Plankton Laut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,Pusat Penelitian Oseanografi: Jakarta.

Handayani, M., H. Haeruman dan L.C. Sitepu.2005. Komunitas Fitoplankton Sebagai Bio-Indikator Kualitas Perairan Teluk Jakarta. Seminar nasional MIPA, Universitas Indonesia, Jakarta.

Noeratilova. 2006. Sebaran Horizontal Plankton Permukaan di Perairan Sumber Air Panas Teluk Lho Pria Laot, sabang. Skripsi ( tidak dipublikasikan). IPB, Bogor.

Davis, C.C. 1951. The Marine and Freshwater Plankton. Michigan StateUniversity Press. USA.

APHA. 1985.Standard Methods for the examination of Water And Waste water. Apha, WWWA, WPCF, Washington.

Reynolds, C.S., J.G. Tundisi and K. Hino.  1984. Observation on a Metalimnetic

Phytoplankton  Population in a Stably Stratified Tropical Lake. Arch. Hydrobyol.  Argentina 97 : 7 – 17.

Goldman, C. R. dan A.J. Horne. 1983.  Limnology. Mc Graw-Hill International

Book Company. New York.

Lacerda, S.R., M.L. Koening, S. Neumann-Leitao and M.J. Flores-Montes.2002.Phytoplankton Nyctemeral variation at a tropical river estuary. Brazilian Journal of Biology 64 (1) : 81-94.

Ekwu, A.O. dan F.D. Sikoki. 2006. Phytoplankton diversity in the cross river estuary of Nigeria, Journal of applied Science & Enviromental Management 10 (1) : 89-95.

Mason, C.F. 1981. Biology of Freshwater Pollution. Longman, London.

Sastrawijaya, A.T. 2000.PencemaranLingkungan. Edisi kedua. Rineka Cipta, Jakarta.

 

Comments

  1. ruangguru.com

    kalau ukurannya sangat kecil, dan dia menjadi bioindikator di ekosistem air, berarti jumlahnya banyak bangeeeet ya :O

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *