Pengertian Imunisasi | Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan (misalnya vaksin BCG, DPT, dan campak) dan melalui mulut (misalnya vaksin polio) (Hidayat, 2009).

 Jenis – Jenis Vaksin

  1. Vaksin BCG

Imunisasi BCG (basillus calmette guerin) merupakan imunisasi yang digunakan untuk menegah terjadinya penyakit TBC. Vaksin BCG diberikan melalui intradermal. Efek samping pemberian imunisasi BCG adalah terjadinya ulkus pada daerah suntikan, limfadenitis regionalis, dan reaksi panas. Imunisasi ini diberikan sekali sebelum anak berumur dua bulan.

  1. Vaksin DPT

Pemberian vaksin ini menimbulkan kekebalan aktif terhdap penyakit difteria, pertusis, dan tetanus dalam waktu yang bersamaan. Imusisasi dasar vaksin DPT sdiberikan setelah 2 bulan sebanyak 3 kali (DPT I, II, III) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi DPT III, kemudian saat masuk sekolah dasar (12 tahun). Menurut program pemerintah vaksinasi ulangan dilakukan dengan memberikan DT di kelas 1 SD dilanjutkan dengan TT di kelas 2 dan kelas 3 SD. Vaksin dimasukkan intramuskular di bagian anterolateral paha sebanyak 0,5 ml.

  1. Vaksin Polio

Pemberian vaksin polio ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis. Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I, II, III, dan IV) dengan interval tidak kurang 4 minggu. Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun sejak imunisasi IV, kemudian saat masuk sekolah (5 – 6 tahun) dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 tahun).

  1. Vaksin Hepatitis B

Pemberian vaksin hepatitis B ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. Imunisasi ini diberikan sedini mungkin segera setelah bayi lahir. Imunisasi dasar diberikan 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara 1 dan 2, dan lima bulan antara suntikan 2 dan 3. Imunisasi dengan ulangan diberikan 5 tahun setelah imunisasi dasar.

  1. Vaksin Campak

Pemberian vaksin campak ini menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Imunisasi campak dianjurkan diberikan satu dosis pada umur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada usia 6 bulan dan diulang 6 bulan kemudian.

Referensi

Hidayat, Aziz Alimul. (2009). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Salemba Medika.