Pengertian Definis Penguapan atau Evaporasi adalah proses perubahan molekul dari keadaan cair menjadi gas. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Laju evaporasi adalah laju neto antara evaporasi dan kondensasi yang sebanding dengan perbedaan tekanan uap air dipermukaan air dan tekanan uap air di udara di atasnya. Laju evaporasi pada suatu wilayah berkaitan erat dengan intensitas radiasi matahari yang diterima pada wilayah tersebut. Secara umum, semakin tinggi radiasi matahari yang diterima akan semakin tinggi pula laju evaporasi yang berlangsung dengan asumsi bahwa tersedia cukup air untuk diuapkan. Radiasi matahari actual yang diterima permukaan bumi dipengaruhi oleh keadaan sebaran dan ketebalan awan

Selain pengaruh musim, laju evaporasi juga berbeda antara dataran tinggi dengan dataran rendah. Laju evaporasi didataran rendah umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan laju evaporasi didataran tinggi atau pengunugan. Rendahnya laju evaporasi didaerah pengunugan juga disebabkan karena penutupan awan yang lebih intensif.

Evaporasi merupakan faktor penting dalam studi tentang pengembangan sumber – sumber daya air laju evaporasi atau penguapan akan berubah – ubah menurut warna dan sifat pemantulan permukaan ( albedo ) dan berbeda pada permukaan yang langsung tersinar matahari ( air bebas ) dan yang terlindung. Penguapan hanya terjadi apabila terdapat perbedaan tekanan uap air antar permukaan dan udara diatasnya.

Evaporasi terus – menerus memerlukan pemindahan uap air dari permukaan sedikit keatas, tanpa memindahkan udara dekat bumi. Udara itu akan jenuh dengan uap air dan evaporasi akan berhenti. Keperluan kedua untuk evaporasi adalah suatu sumber panas. Permukaan menjadi dingin karena evaporasi. Penguapan air akan menurunkan tekanan uap air jenuh. Bila tidak ada sumber panas, kesetimbangan tidak lama dicapai dan evaporasi berhenti. Evaporasi juga dipengaruhi oleh sifat fisika atau kimia cairan. ( Harto, Sri. 1998).

Besarnya faktor meteorologi yang mempengaruhi besarnya evaporasi adalah radiasi matahari, angin, kelembaban relative, dan suhu. Evaporasi merupakan konversi air kedalam uap air, proses ini berjalan terus hampir tanpa henti disiang hari dan kerap kali juga dimalam hari. Perubahan dari keadaan cair menjadi gas ini memerlukan energi berupa panas laten untuk evaporasi. Proses ini akan sangat aktif jika ada penyinaran matahari langsung. Awan merupakan penghalang radiasi matahari dan menghambat proses evaporasi. Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara permukaan tanah dan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga proses penguapan  berhenti. Agar proses tersebut dapat berjalan terus lapisan harus diganti dengan udara kering. Pergantian itu hanya mungkin kalau ada angin yang akan menggeser komponen uap air. Jadi kecepatan angin memegang peranan penting dalam proses evaporasi. ( Soemarto. 1995 ).

Jika kelembaban relative naik, maka kemampuan udara untuk menyerap air akan berkurang sehingga laju evaporasinya menurun. Penggantian lapisan udara pada batas tanah dan udara yang sama kelembaban relatifnya tidak menolong dalam memperbesar laju evaporasinya. Jika suhu udara dan tanah cukup tinggi, proses evaporasinya berjalan lebih cepat dibandingkan dengan jika suhu udara dan tanah rendah dengan adanya energi panas yang tersedia, kemampuan udara untuk menyerap uap air naik. Jika suhunya naik, maka suhu udara mempunyai efek ganda terhadap besarnya evaporasi dengan mempengaruhi kemampuan udara  menyerap air dan mempengaruhi suhu tanah yang akan mempercepat penguapan. Ssedangkan suhu tanah dan air hanya mempunyai efek tunggal.(Lakitan)

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Harto, Sri. 1998. Analisis Hidrologi, Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Soemarto. 1995. Hidrologi Tehnik. Jakarta, Erlangga

Lakitan, Benyamin. 1994. Dasar – dasar Klimatologi. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *