MAKALAH
PENGENALAN BAHASA INDONESIA
“Sejarah, kedudukan, fungsi serta ragam bahasa Indonesia”

TEKNIK INDUSTRI
FTMIPA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
Tahun 2015

Disusun Oleh:
• Doni Indrawan NPM
• Yusuf SwarnaKamadewa NPM
• Reza NPM
• Budi NPM

Dosen Pembimbing
Ismayati, M,Pd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-nya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “PENGENALAN BAHASA INDONESIA” yang merupakan tugas pertama kami di semester satu.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai Pengenalan Bahasa Indonesia yang meliputi Kedudukan, Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia. Dan dalam kesempatan ini terimakasih kami sampaikan kepada,

1. Ibu Isroyati, M.Pd Selaku dosen pembimbing Univesitas Indraprasta (PGRI) dengan Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini kami sehingga wawasan dan pengetahuan kami bertambah.
2. Anggota Tim 1 yang telah meluangkan kesibukannya untuk menyusun dan mempelajari makalah ini serta rekan-rekan yang telah turut membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan dalam waktu yang tepat.

Kami menyadarari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi kami selaku tim penulis. Akhir kata kami berharap makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati.

Jakarta, 05 Desember 2015

Tim Penulis

Kelompok 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

BAB I PENDAHULUAN
a) Latar Belakang
b) Rumusan Masalah
c) Tujuan Penelitian
c) Manfaat Penelitian
BAB II PEMBAHASAN
a) Pengenalan Bahasa Indonesia
b) Kedudukan Bahasa Indonesia
c) Fungsi Bahasa Indonesia
d) Ragam Bahasa Indonesia

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran

DAFTAR PUSTAKA

B. PERUMUSAN MASALAH
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a) Pengenalan Bahasa Indonesia.
b) Kedudukan Bahasa Indonesia.
c) Fungsi Bahasa Indonesia
d) Ragam Bahasa Indonesia

C. TUJUAN PENELITIAN
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memahami bahasa Indonesia dengan baik dan mengetahui fungsi dan cara berbahasa yang baik serta mengetahui macam-macam ragam bahasa Indonesia

D. MANFAAT
a) Mahasiswa dapat mengenali dan mengerti bahasa Indonesia
b) Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia
c) Mahasiswa mengetahui adanya ragam bahasa
d) Sebagai pedoman yang dapat mengasah bakat pembaca dalam menyusun makalah selanjutnya
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan Bahasa, (baik bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena bahasa diterjemahkan dalam refleksi rasa, pikiran dan tingkahlaku. Adakalanya seseorang yang pandai dengan penuh ide ide cemerlang harus terhenti hanya karena dia tidak biasa menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan dan semua karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak dituangkannya dalam bahasa yang baik.

Bahasa mempunyai peranan penting untuk mempersatukan bangsa khususnya Indonesia. Adalah Bahasa Indonesia yang merupakan alat mengungkapkan identitas diri baik secara lisan maupun tertulis, dari segi rasa, karsa dan cipta serta pikir baik secara etis, estetis maupun secara logis. Warganegara yang mahir berbahasa Indonesia-lah yang mampu memenuhi kewajiban dimana pun meraka berada di wilayah tanah air dan dengan siapapun mereka bergaul di wilayah NKRI. Hal ini dibuktikan dengan disusunnya UU yang membahas mengenai penggunaan bahasa Indonesia yaitu, UU No 24 tentang BBLNLK (Bendera, Bahasa, Lambang, Negara dan Lagu Kebangsaan) tahun 2009 yang dimana pembahasan bahasa terdapat dalam BAB III.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGENALAN BAHASA INDOENSIA
Bahasa Indoensia adalah varian bahasa melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa –bahasa sunda-sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara sejak abad-abad awal penanggalan modern. Bahasa Indonesia baru menjadi”resmi” ketika pada awal abad ke-20, mulai ada perpecahan bentuk baku tulisan pada bahasa Melayu. Pada tahun 1901, Indonesia yang masih menjadi Hindia-Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan persekutuan tanah Melayu yang nantinya menjadi bagian dari Malaysia menadopsi ejaan Wilkinson 3 tahun setelahnya.

Commissie Voor de Volkslectuur atau Komisi Bacaan Rakyat (KRB) dibentuk pemerintah Belanda sebagai bentuk intervensi pada tahun 1908 dan nantinya berubah nama menjadi Balai Poestaka. Dengan D.A. Rinkes sebagai pemimpinnya, KRB Menjalankan sebuah program pada taun 1910, yaitu pembuatan perpustakaan kecil di setiap sekolah pribumi dan fasilitas-fasilitas yang diberi nama Taman Poestaka.

Akibat program Taman Poestaka yang diluncurkan oleh pemerintah Belanda, terjadi perkembangan yang pesat dimana 700 perpustakaan telah terbangun pada tahun 1912. Program ini melahirkan berbagai anak bangsa yang mencari ilmu dan membaca yang akhirnya menuntun pada terjadinya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan konsep asli yang berbunyi:

Kami poetra poetri Indonesia
Mengakoe bertoempah darah jang satoe,
Tanah Air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia,
Mengakoe bangsa jang satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetra poetri Indonesia
Mendjoendjoeng bahasa persatoean,
Bahasa Indonesia.

Dalam salah satu isi Sumpah Pemuda tertuliskan bahwa pemuda dan pemudi Indonesia memutuskan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

B. Kedudukan Bahasa Indonesia
Tercantum dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan dan berkedudukan sebagai Bahasa Nasional diatas Bahasa Daerah. Berikut adalah penjabarannya.

A. Bahasa indoesia sebagai Bahasa Nasional
Didalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) Lambang Kebanggaan Kebangsaan, (2) Lambang Identitas Nasional (3) Alat pemersatu berbagai suku bangsa dan (4) alat penghubung antarbudaya dan antar daerah. Keempat fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak tahun 1928 hingga sekarang.

B. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Sehari setelahproklamasi Kemerekaan, Bahasa Indonesia secara legal konstitusional dikukuhkan sebagai bahasa Negara. Seperti yang tercantum dalam UUD 1945, BAB XV, Pasal 36 yang berbunyi “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”. Dasar hokum tersebut memberikan landasan yang kuat dan resmi bagi pemakaian Bahasa Indonesia, bukan saja sebagai BahasaNasional, melainkan juga sebagai bahasa resmi kenegaraan.
Didalam kedudukannya sebagai Bahasa Negara, yakni Bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) Bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar dalam duni pendidikan, (3) alat penghubung ditingkat nasional untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan dan (4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

C. Fungsi bahasa Indonesia
Fungsi bahasa Indonesia adakah nilai pemakaian bahasa yang dirumuskan sebagai tugas pemakaian bahasa itu didalam kedudukan yang diberikan kepadanya (Halim, 1976:19). Rumusan ini kemudian menjadi rumusan seminar politik Bahasa Nasional dan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
Prof. Dr. Slametmulyana dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1959 mengemukakan tiga fungsi pokok bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional, yaitu:
a) Sebagai alat menjalankan administrasi Negara
b) Sebagai alat merapatkan pelbagi suku menjadi satu bahasa
c) Sebagai alat untuk menampung kebudayaan baru Nasional
Umar Junus merumuskan fungsi bahas Indonesia dalam bukunya “Sejarah dan Perkembangan ke Arah Bahasa Indonesia” (halaman 46-47), sebagai berikut:
a) Menyatukan seluruh suku bangsa yang berada di wilayah Republik Indonesia dalam suatu kesatuan kebangsaan yang kokoh.
b) Sebagai bahasa administrasi Negara
c) Sebagai bahasa pengantar dalamlapangan pendidikan
d) Sebagai bahasa yang digunakan dalam perdagangan
e) Sebagai bahas pergaulan.

D. RAGAM BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan tentu tidak seragam tetapi akan berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi. Keanekaragaman bahasa Indonesia itulah yang dinamakan Ragam Bahasa.
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topic yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, oang yang dibicarakan, serta menurut medium yang dibicarakan, serta menurut meium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik, yang biasa digunakan dikalangan teridik, didalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), didalam suasana resmi atau didalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Ragam bahasa ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yang terdiri dari:
a) Ragam Bahasa Lisan
b) Ragam Bahasa
Macam-macam ragam bahasa dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan media, cara pandang penutur dan topik pembicaraan.

A.Ragam Bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemu ngkinan besar terjadi pelepasan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Berikut adalah ciri-ciri ragam lisan:
 Memerlukan orang kedua/teman berbicara
 Tergantung kondisi, ruang dan waktu
 Tidak harus memperhatikan gramatical, hanya perlu inotasi serta bahasa tubuh.
 Berlangsung cepat
Contohnya: “saya sudah membaca buku itu”

B.Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelepasan unsur kalimat. Oleh karena itu ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa didalam struktur kalimat. Berikut adalah ciri-ciri ragam tulis.
• Tidak memerlukan orang kedua/teman berbicara
• Tidak tergantung kondisi, situasi, ruang serta waktu\
• Harus memerhatikan unsur gramatikal
• Berlangsung lambat
• Selalu memakai alat bantu
• Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
• Tidak dapat dibantu dengan bahasa tubuh

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Sesuai dengan uraian datas, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai Sejarah Bahasa Indonesia, Kedudukan dan fungsi serta ragam Bahasa Indonesia sebagai berikut:

1. Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yang pada saat itu digunakan sebagai bahasa perhubungan (Lingua franca).
Dimulai dari ikrar Sumpah Pemuda, yang tertuang pada butir ketiga, bahwa bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa dan merupakan bahasa persatuan. Dan secara yudiris bahasa Indonesia telah diakui sebagai bahasa Nasional pada 18 Agustus 1945 dan ditetapkan dalam UUD 1945 BAB XV pasal 36.

2. Kedudukan Bahasa Indonesia
Tertulis pada UUD 1945 BAB XV pasal 36, Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional. Bahasa yang menjadi pemersatu untuk rakyat Indonesia dan memiliki banyak bahasa daerah.
3. Fungsi Bahasa Indonesia
• Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan Nasional.
• Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas Nasional.
• Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.
• Bahasa Indonesia sebagai alat perhubungan antar Budaya dan Daerah.

SARAN
1. Kita harus mengetahui dan memahami Sejarah, kedudukan, fungsi serta ragam Bahasa Indonesia
2. Penggunaan bahasa Indonesia sesuai fungsi dan kedudukannya
3. Kita harus mengetahui cara berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
http://slideshare.net/shallyrah
http://wede56.blogspot.co.id/makalahragambahasaindonesia
http://academia.edu/sejarahkeudukansertafungsibahasaindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *