Dos Biner
1115051006
Masalah :”Adakah pengaruh tipe kepribadian introvert terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi Kepribadian”
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Di zaman era globalisasi ini persaingan dalam dunia kerja semakin marak dan meningkat, peluang-peluang kerja semakin sempit dan sangat kompetitif. Karena itu mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dan penentu nasib bangsa kelak, diharapkan mampu menghadapi dan menjawab tantangan-tantangan tersebut. Mahasiswa dituntut untuk berperan aktif, menjadi individu-individu yang tangguh dan kompeten di bidangnya masing-masing, sehingga dapat mendukung pembangunan bangsa.
Untuk menjadi individu-individu yang tangguh dan kompeten tersebut, diantaranya mereka harus memiliki sikap independen. Dalam hal ini yang. dimaksud dengan sikap independen adalah sikap untuk mampu bersikap mandiri, dapat membuat keputusan, percaya diri serta mampu mengandalkan dirinya untuk memperoleh keselamatan, kenyamanan dan rasa aman.
Menurut tokoh psikologi Carl Gustav Jung, ada dua tipe kepribadian setiap individu yaitu kepribadian introvert dan ekstrovert. Dan dikatakan juga oleh Eysenck tipe kepribadian Introvert, mereka cenderung menarik diri dan tenggelam.dalam pengalaman-pengalaman batinnya sendiri, mereka biasanya tertutup, tidak terlalu memperhatikan orang lain dan agak pendiam. Dalam kaitannya mahasiswa yang bertipe kepribadian introvert lebih condong untuk pasif dalam proses pembelajaran dan tidak tercapainya kompetensi yang harus mereka miliki.
Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membuat proposal penelitian dengan judul “Hubungan antara kepribadian introvert terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi kepribadian”.

I.2 Identifikasi Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang masalah yang di kemukaakn di atas, maka timbul berbagai masalah yang yang dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh nilai tipe kepribadian introvert terhadap akhir mahasiswa?
2. Apakah tipe kepribadian tidak mendukung terhadap proses pembelajaran?
3 Apakah ada perbedaan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap hasil belajar?

I.3 Pembatasan Masalah
Agar penulis dapat mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan, maka penelitian ini dibatasi pada mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta di kelurahan Rawamangun jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur.

I.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penulis memberikan rumusan masalah yaitu adakah hubungan antara tipe kepribadian introvert terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi Kepribadian.

I.5 Kegunaan Penelitian
1. TEORETIS
a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian mengenai ada atau tidaknya pengaruh mahasiswa yang bertipe kepribadian introvert terhadap proses pembelajaran.
b. Penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan khasanah dalam pendidikan khususnya proses pembelajaran.
2. PRAKTIS
a. Para orang tua
Mengetahui tentang pentingnya pendidikan bagi anak
b. Peneliti
Sebagai ajang penerapan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan dan sebagai sumbangan pengetahuan kepada semua pihak yang berhubungan dengan prestasi belajar
c. Mahasiswa UNJ
Khususmya mahasiswa jurusan Psikologi Pendidikan sebagai masukan guna peningkatan proses belajar mengajar
d. Almamater UNJ
Sebagai bahan referensi untuk perpustakaan

BAB II
PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIK, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

II.1 Deskripsi Teoritik
II.1.1 Kepribadian Introvert
Kepribadian sebagai salah satu yang dapat mempengaruhi hasil belajar, termasuk ke dalam faktor intrinsik, karena faktor ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri pembelajar.
Menurut Jung, kepribadian introvert adalah kepribadian yang tertutup, lebih banyak berorientasi kepada diri sendiri. Tidak mudah kontak dengan orang lain. (Sarwono, 2002: 167).
Seseorang yang dengan kepribadian introvert akan lebih berorientasi ke dalam diri sendiri atau cenderung menarik diri dari kontak sosial. Menurut Jung, orang yang introvert memfokuskan libidonya ke dalam dan tenggelam ke dalam diri sendiri, khususnya pada saat-saat mengalami ketegangan dan tekanan batin. Minat dan perhatiannya lebih terfokus pada pikiran dan pengalamannya sendiri. Seorang introvert cenderung merasa mampu dalam upaya mencukupi diri sendiri. (Naisaban, 2003: 18).
Selain itu menurut Jung yang dikutip oleh Drs. Agus Sujanto, dkk, orang yang introvert terutama dipengaruhi oleh dunia subjektif, yaitu dunia dalam dirinya sendiri. Orientasinya terutama tertuju ke dalam pikiran, perasaan, serta tindakan-tindakannya terutama ditentukan oleh faktor-faktor subyektif. Penyesuaiannya dengan dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain. Penyesuaian dengan hatinya sendiri baik. Bahaya bagi tipe introvert ini adalah kalau jarak dengan dunia obyektif terlalu jauh, sehingga orang lepas dari dunia obyektifnya.
Sedangkan menurut Eysenck (dalam Irwanto, 1996) tipe kepribadian Introvert, mereka cenderung menarik diri dan tenggelam.dalam pengalaman-pengalaman batinnya sendiri, mereka biasanya tertutup, tidak terlalu memperhatikan orang lain dan agak pendiam.
Keterangan lainnya menyebutkan bahwa dalam model kepribadian deskriptif individu yang introvert digambarkan antara lain memiliki ciri-ciri pasif, menarik diri, pemalu, menahan diri, puas dengan dirinya sendiri, kaku, bijaksana, dan teliti. Sehingga individu yang introvert akan cenderung menjauhkan diri dari orang lain dan kurang nyaman bila bersama-sama orang lain, serta cenderung kurang dependen (Claride dalam Frances & First, 1998).
Menurut Wilson dan eyscenk, faktor-faktor pembentuk kepribadian adalah:
1. Activity
Aspek aktivitas adalah aspek pertamayang diperhatikanuntuk melihat bagaimana kepribadian seseorang, dalam arti bahwa kecenderungan yang terjadi dalam diri seseorang, keenergetikan dan keaktifan seseorang.
2. Sociability
Kecenderungan seseorang dalam pergaulannya dan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain juga dapat menentukan kepribadian seseorang.
3. Risk Taking
Faktorkeberanian untuk mengambil resiko adalah faktorlain yangdapat menentukan kepribadian seseorang.
4. Impulsivness
Adalah kecenderungan umum seseorang untuk memperlihatkan emosinya kearah luar atau tidak.
5. Expresiveness
Adalah kecenderungan umum seseorang untuk memperlihatkan emosinya kearah luar atau tidak.
6. Reflectiveness
Adalah kecenderungan umum seseorang untuk memperlihatkan emosinya ke arah luar atau tidak.
7. Responsibility
Adalah seberapa besar rasa tanggungjawab seseorang terhadap segala pekerjaan dan segala keadaan yang ada disekelilingnya.
II.1.2 Hasil Belajar
Menurut Bloom, perubahan perilaku merupakan hasil belajar yang mencakup ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Hasil belajar ranah kognitif berorientasi kepada kemampuan berpikir, mencakup kemampuan untukmemecahkan suatu masalah. Hasil belajar ranah afektif berhubungan dengan perasaan,emosi, sistem nilai, dan sikap hati yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Sedangkan hasil belajar ranah psikomotorik berorientasi kepada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Ketiga hasil belajar dalam perilaku siswa tidak berdiri sendiri atau lepas satu sama lain, tetapi merupakan satu kesatuan. Pengelompokkan ke dalam tiga ranah bertujuan membantu usaha untuk menguraikan secara jelas dan spesifik hasil belajar yang diharapkan.
Lain halnya dengan Robert Gagne, menurutnya, hasil belajar dapat dimasukkan ke dalam lima kategori, yaitu:
1. Informasi verbal, yaitu tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang yang dapat diungkapkan melalui bahasa lisan maupun tertulis kepada orang lain.
2. Kemahiran intelektual, yaitu bagaimana kemampuan seseorang berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri. Lalu Gagne membagi kemahiran intelektual dalam 4 kategori, yaitu diskriminasi jamak, konsep, kaidah, dan prinsip.
3. Pengaturan kegiatan kognitif, yaitu kemampuan yang dapat menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri, khususnya bila sedang belajar dan berpikir.
4. Sikap, yaitu sikap tertentu seseorang terhadap suatu objek.
5. Keterampilan motorik, yaitu seseorang yang mampu melakukan suatu rangkaian gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu dengan mengadakan kordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu.

II.2 Hasil Penelitian yang Relevan
1. Perbedaan hasil belajar menulis narasi antara siswa yang berkepribadian introvert dan ekstrovert: sebuah penelitian dikelas II SMA Negeri 31 Jakarta Timur, oleh Trie Khaerunnisa (2005). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil menulis narasi siswa introvert lebih tinggi daripada siswa ekstrovert diterima.
2. Perbedaan hasil belajar komputer antara mahasiswa TP yang berkepribadian ekstrovert dengan yang introvert pada mata kuliah kepribadian ekstrovert dengan yang introvert pada mata kuliah pengenalan komputer, oleh Syaiful Anwar (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian mahasiswa mempengaruhi hasil belajar diterima.

II.3 Kerangka Berfikir
Kepribadian seseorang merupakan faktor yang penting di dalam menganalisa keberhasilan seseorang dalam belajar teknologi informasi. Hal ini disebabkan dapat mempengaruhi bagaimana sikap siswa dalam proses memahami lalu mengaplikasikannya.
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara yang relatif terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Siswa yang berkepribadian introvert akan memandang bahwa mempraktekkan segala materi teknologi informasi akan lebih menyenangkan, karena mereka hanya akan berhadapan dengan komputer yang berarti dalam berkomunikasi dengan orang lain akan menjadi lebih minimal. Tetapi kelemahan kepribadian introvert adalah, siswa akan menjadi lebih pasif dalam proses pembelajaran pada siswa lain dengan kepribadian bukan introvert.

II.4 Hipotesis Penelitian
Dari Perumusan masalah yang telah ditetapkan, penulis dapat mengambil dugaan sementara sebelum dilakukan penelitianyang lebih mendalam. Maka ditetapkan hipotesis sebagai berikut :
Ho : Tidak ada hubungan kepribadian introvert terhadap hasil belajar mahasiswa Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi Kepribadian.
H1 : Ada hubungan kepribadian introvert terhadap hasil belajar mahasiswa Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi Kepribadian.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan kepribadianintrovert terhadap hasil belajar mahasiswa Psikologi pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Psikologi Kepribadian.

III.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2007 di 3 angkatan yang telah dipilih secara acak (random) dari angkatan 2004 sampai angkatan 2006. Penelitian dilakukan di Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, jl. Rawamangun Muka.
Waktu penelitian dimulai bulan September 2008 selama 6 bulan dengan jadwal sebagai berikut:
Studi Pustaka
Perbaikan Proposal
Proses Perijinan
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Analisis Data
Penyusunan Laporan
Konsultasi

III.3 Metode Penelitian
Metode dari penelitian ini adalah penelitian korelasi karena mencari hubungan antara dua variabel, yaitu kepribadian introvert dan hasil belajar yang di capai oleh mahasiswa.
Variabel 1 : Tipe Kepribadian Introvert
Variabel 2 : Hasil belajar mahasiswa
Penelitian dirancang sebagai penelitian korelasional, diantara dua variabel.

III.4 Populasi dan Sampling
III.4.1 Populasi
Dalam penelitian ini, yang menjadi target populasi adalah semua mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta. Jumlah populasi 180 mahasiswa.
III.4.2 Sampling
Untuk memberikan gambaran yang benar dari populasi, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan rumus Taro Yamane:

180
n = ——————- = 124.13 dibulatkan menjadi 124
180(0.05)2+1
Untuk memudahkan perhitungan dibulatkan menjadi 150.
Teknik sampling menggunakan teknik cluster, yaitu dengan mengambil mahasiswa dari setiap angkatan.

III.5 Teknik Pengumpulan Data
III.5.1 Definisi Konseptual Variabel
Kepribadian introvert adalah kepribadian yang tertutup, lebih banyak berorientasi kepada diri sendiri.
Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran sesuai kebutuhan/tujuan yang diterapkan.
III.5.2 Definisi Operasional Variabel
Penulis akan jelaskan secara operasional bagaimana variabel dapat diukur :
1. Kepribadian introvert adalah tipe kepribadian yang mempunyai ciri-ciri pasif, menarik diri, pemalu, menahan diri, puas dengan dirinya sendiri, kaku, bijaksana, dan teliti.
2. Hasil belajar mahasiswa adalah nilai akhir pada mata kuliah yang ditempuh.

III.5.3 Kisi-kisi Instrumen
No Indikator Selalu Sering Kadang Tidak Pernah
1 Pasif
2 Menarik diri
3 Pemalu
4 Menahan diri
5 Puas dengan diri sendiri
6 Kaku
7 Bijaksana
8 Teliti
Skala jawaban Likert, sehingga data dapat dikuantitatifkan. Tidak menggunakan bobot pada setiap jawaban, tetapi mengelompokkan dengan persentase pada setiap jawaban.

III.6 Teknik Analisis Data Statistik
Setelah diadakan penskoran, akan diadakan penggolongan. Skor tersebut diubah ke dalam persentase dengan menggunakan presentages correction. Analisis data menggunakan Product Moment, dan data mahasiswa dikelompokkan dalam kepribadian introvert (x1) dan kepribadian ekstrovert (x2), serta nilai akhir rendah (y1) dan nilai akhir tinggi (y2).

III.7 Hipotesis Statistik
Pada penelitian ini, hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut:
Ho: rxy < r tabel (product moment) H1: rxy > r tabel (product moment)

DAFTAR PUSTAKA

Naisaban, Ladislaus. 2005. Psikologi Jung. Jakarta: Grasindo
Sarwono, Sarlito W. 2002. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Toko-tokoh Psikologi. Jakarta:PT. Bulan Bintang
Sujanto, Agus, dkk. 1993. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara
Syah, Muhibin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *