Abstrak:
Efusi pleura malignan adalah suatu masalah klinik yang sering terjadi. Pengambilan dari cairan pleura dan pencegahan dari reakumulasi merupakan tujuan utama penanganan. Pleurodesis harusnya dapat dilakukan pada tahap awal Meskipun dalam praktek klinis pleuruodesis masih diperdebatkan dan pertimbangan klinis yang bervariasi untuk penerapan prosedur ini. Masih sangat sedikit konsensus oleh ahli paru seluruh dunia yang membahas mengenai metode dan agent yang optimal pada prosedur pleurodesis. Talk merupakan agen yang paling sering digunakan oleh seluruh center di dunia.Walaupun Talk merupakan agen yang paling banyak dipakai, namun Talk memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan dengan agen pleurodesis yang lain
. Antara asosiasi talc dan ARDS masih terus diperdebatkan. Lubang kecil tempat jalannya berupa kateter pluera untuk drainase diikuti oleh memasukan ke intrapleura dari suatu agen pleurodesing untuk menambah yang masuk sebagai suatu alternatif untuk konvensional pada pasien pleurodesis. Perkembangan dari metode novel untuk kontrol cairan pleura dapat dibuat sebagai prioritan utama pada penelitian pleura dimasa yang akan datang.
Key word: malignan, efusi pleura, pleurodesing

Pengantar
Efusi pleura maligna adalah hal yang sering, mengenai 660 pasien perseribu populas setiap tahun. Di Australi dan Newzeland, perbandinganya lebih dari 13000 pasien pertahun. Penyebab yang malignan ditemukan pada 50 % pasien di unit respiratori pada pencarian dari efusi pleura. Diagnosa dari pleura malignan adalah indikasi pertama dari kanker pada kira-kira 13 % pasien dengan efusi malignan. Meskipun angka kejadian tiap hari dijumpai pada pemeriksaan klinik, penelitian klinis relatif kecil dibandingkan bentuk pada penanganan yang baik dari efusi pleura malignan. Rekomendasi dari petunjuk yang dipublikasikan adalah didasari pada studi yang diacak atau pendapat yang dibuat sebagai cerita lucu.ketika bukti dasar yang memiiliki kualitas tinggi adalah suatu keuntungan. Praktek klinik adalah dikatagorikan sebagai bentuk yang memiliki nilai jual. Penanganan efusi pleura malignan tidak ada pengecualian. Baru-baru ini yang dipublikasikan oleh international survey on pleurodesis practice (ISPP), termasuk didalamya 859 spesialis respiratori dari berbagai dunia, perbedaan penampilan yang signfikan pada penangan efusi malignan, terutama pada yang umumnya kotroversi pada penanganan dari efusi pleura malignan.
Tinjauan ini, setelah diringkas dan penampilan nya menjadi lebih umum dari efusi pleura malignan, terutama pada yang umumnya kontroversi terhadap penanganan dari efusi pleura malignan.

Gambaran klinik
Patofisiologi
efusi pleura malignan lebih sering timbiul darimetastase carcinoma dari luar pleura, tapi bisa juga primer dari neoplasma pleura ( terutama mesothelioma). Carsnoma paru, carsinoma payudara, limphoma dan karsinoma ovarium adalah bentuk umum dari keganasan pleura, dan sekitar 80 % dari semua efusi malignan . pada beberapa kasus, penyakit pleura mungkin hanya sebagai bukti keganasan pada pasien. Adenokarsinoma lebih sering hitologi berupa bentuk dari penyakit pleura malignan dengan pentebab primer yang belum diketahui. Pada penyakit malignan metastase, hal itu dipercaya secara umum hal itu terutama pada pleura viseral. Tumor dilihat pada peura viseral dengan bagian dalam yang meluas( dari paru, atau kebetulan dari payudara), atau melaluiemboli hematogenusdari sel tumor pada parenkim paru perifer. Pleura parietal penyebab sekunder, diduga dari aliran atau sel malignan dari plera viceral. Atau dari perluasan tumor melalui adhesi pleura.
Kejadian beberapa bentuk mesothelioma tersebar diseluruh dunia. Pada daerah dengan insiden tinggi mesotelioma terdapat penyebab yang sering dari efusi malignan, lebih 95% pasien dengan mesotelioma akan berkembang menjadi suatu efusi pleura pada yang disebabkan penyakit ini. Pada mesotelioma tidak dijumpai metastasik karsinoma, muncul tumor dari bagian parietal sebelum menyebar ke pleura viseral. Pada kenyataanya, pasien mesotelioma dengan pasien yang hanya mengenai parietal pada stage awal dan
memiliki prognosis lebih baik dengan ditemukan mesotelioma pada kedua bagian pleura.
efusi pleura malignan ( gambar 1) termasuk yang primer seperti yang dilaporkan dari meningkatnya permeabilitas kapiler dan dari plasma yang bocor. Direduksi cairan pleura yang keluar , yang sekunder pada tumor terrhalangi oleh dari stomas parietal dan kemudian dikeluarkan melalui jalan kecil, atau obtruksi limphatit disebakan metastaselimphadenopati mediastinal., juga oleh cairan yang bertumpuk. Studi mekanisme molekuler dari akumulasi efusi malignan adalah suatu aliran terus menerus dan bisa dinilai target terapetik untuk penangan dari efusi malignan , termasuk bukti dari hasil laboratorium untuk menentukan lokasi perifral dari tumor paru dan bentuk dari faktor pertumbuhan endotel pembuluh darah, menarik kuat dari permiabilitas kapiler, yang terpenting pada perkembangan efusi pleura malignan.