OLEH
NUR FADLI, S. Pi., M. Sc
IRMA DEWIYANTI, S. Pi., M. Sc

Karang yang rusak baik oleh faktor alami maupun faktor manusia umumnya terdegredasi menjadi pecahan karang. Pecahan karang ini bersifat dinamis, mudah bergeser/dipindahkan oleh gelombang dan arus. Hal ini menjadikan pecahan karang memiliki efek gerus yang menjadikannya “ladang pembunuh” bagi juvenil karang yang mengakibatkan terhalangnya proses pemulihan tutupan karang hidup. Untuk memperbaiki kawasan terumbu karang, terumbu karang buatan selalu digunakan sebagai media untuk transplantasi dan rekruitmen karang. Akan tetapi kebanyakan media buatan ini berharga mahal dan terbuat dari bahan yang berasal dari luar laut (sebagai contoh: media semen/concrete). Untuk itu, sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan media buatan yang murah dan cocok untuk menggantikan media semen/concrete sebagai media transplantasi dilakukan di Pulau Rubiah, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan dari minggu ketiga Mei 2009 sampai dengan minggu kedua Oktober 2009. Jaring polyethylene yang tersedia di pasaran dan sering digunakan nelayan digunakan untuk membentuk pecahan karang menjadi media buatan. Sebagai pembanding digunakan media semen/concrete. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang rata-rata (A.formosa dan A.horrida) yang ditransplantasikan diatas 90% (katagori tinggi). Tidak terdapat perbedaan tingkat kelangsungan hidup fragmen karang (A.formosa dan A.horrida) yang ditransplantasikan diatas media berbeda tersebut. Hal ini menunjukkan perbedaan jenis media dan cara pengikatan tidak mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup fragmen karang. Selain itu, fragmen karang yang ditransplantasikan mengalami pertumbuhan yang menandakan media ini potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media transplantasi. Adanya rekruit karang yang menempel diatas media rubble ini menandakan media tersebut bisa menjadi tempat penempelan larva karang yang sedang mencari tempat untuk menempel.