Morfologi dari tiap-tiap jenis kima ditentukan oleh bentuk cangkangnya. Perbedaan-perbedaan yang khas dari cangkang dapat merupakan petunjuk bagi identifikasi sampai tingkat jenis.
            Kima seperti halnya jenis-jenis kerang lain yang mempunyai cangkang yang terdiri dari 2 (dua) tangkup simetris yang terbuat dari zat kapur yaitu unsure kalsium karbonat (CaCO3). Zat kapur atau kalsium karbonat tersebut pada umumnya tersusun dari 3 (tiga) bentuk kristal yaitu kalsit, aragonite dan vaterit. Ke tiga bentuk kristal tersebut pada tiap-tiap jenios moluska hamper berbeda (Wilbur 1964).
            Cangkang kima pada umumnya berwarna putih kekuning-kuningan. Permukaan cangkang bagian luar membentuk lekukan dan tonjolan ini tersusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah suatu bangunan seperti kipas. Pada bagian yang menonjol tersebut terdapat lipatan berupa lempengan-lempengan yang tajam dan tersusun rapih. Pada tiap-tiap jenis kima lipatan tersebut bentuknya agak berbeda.
            Bagian engsel (hinge) merupakan bagian  ventral, sedangkan bagian tepi yang menghadap ke atas atau bagian yang bebas merupakan bagian dorsal. Pada bagian ventral didapatkan lubang tempat keluarnya alat perekat (bysus) yang disebut bysal orifise (Rosewater 1965). Bagian dorsal merupakan bagian yang membuka dan menutup bila kerang ini tersentuh  oleh suatu rangsangan. Bagian depan disebut anterior, yaitu bagian yang berada dimana umbo mengarah kepadanya, sedangkan bagian yang berlawanan arah dengan anterior disebut bagian posterior.
BUTUH DAFTAR PUSTAKA KLIK DISNI