Monsun Asia dicirikan dengan pembalikan arah angin di sub-benua India antara musim panas dan musim dingin. Pada musim dingin, angin bertiup dari benua ke arah barat daya dan pada musim panas (dimulai pada bulan Mei), angin bertiup dari tenggara menuju benua Asia. Perubahan arah angin ini dihubungkan dengan hujan lebat di India pada musim panas yang bermanfaat untuk mengairi tanaman

Sirkulasi angin di wilayah Aceh juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsun. Sirkulasi Monsun secara umum juga ikut menentukan keadaan musim di wilayah Aceh. Pembagian musim di wilayah Aceh sama halnya dengan musim yang terjadi di wilayah Indonesia lainnya, yaitu: musim barat (Desember – Februari), musim peralihan I (Maret-Mei), musim timur (Juni-Agustus) dan musim peralihan II (September-November).

Pada musim barat, wilayah Aceh dipengaruhi oleh pergerakan Monsun barat daya sebaliknya pada musim timur, wilayah Aceh dipengaruhi oleh pergerakan Monsun timur laut. Di samping itu, sirkulasi Monsun juga berpengaruh terhadap terbentuknya hujan di wilayah ini terutama pada musim kering