video_object
Kegiatan Belajar 1

Religi
Religi merupakan salah satu unsur universal dari kebudayaan. Karakteristik utama religi adalah kepercayaan pada makhluk dan kekuatan supranatural. Masyarakat di dunia memiliki beragam konsepsi tentang makhluk supranatural, namun pada dasarnya dapat diklasifikan atas tiga kategori yaitu dewa-dewi, arwah leluhur, dan makhluk supranatural lain/bukan manusia. Makhluk-makhluk supranatural itu dianggap menguasai dunia atau bagian tertentu dari dunia.
Selain keyakinan akan adanya makhluk dan kekuatan supranatural, tiga komponen penting lainnya dari religi adalah emosi keagamaan, sistem upacara religi, dan umat/pengikut religi.
Ada dua upacara ritual penting yang sering dilakukan masyarakat di dunia yaitu upacara peralihan (Rites of Passage) dan upacara intensifikasi (Rites of Intensification). Upacara peralihan adalah upacara ritual yang berkaitan dengan peralihan dari satu tahap kehidupan manusia ke tahap kehidupan berikutnya. Kelahiran, masa pubertas, perkawinan, dan kematian merupakan tahap-tahap yang dianggap penting dalam kehidupan manusia. Upacara intensifikasi adalah upacara yang dilakukan ketika suatu kelompok dilanda krisis. Upacara ini mempersatukan semua orang dalam kelompok untuk mengatasi masalah bersama-sama.
Religi memiliki fungsi psikologis dan sosial. Religi berperan penting dalam pengendalian sosial. Religi juga berfungsi dalam memelihara solidaritas sosial. Fungsi lain dari religi terkait dengan bidang pendidikan.

Kegiatan Belajar 2

Sistem Perekonomian
Ahli antropologi berasumsi bahwa motivasi seseorang dalam melakukan kegiatan ekonomi sangatlah beragam. Penggunaan sumber daya yang dimiliki manusia dimotivasi oleh berbagai tujuan antara lain: a subsistence fund, a replacement fund, a ceremonial fund, a social fund, dan a rent fund.
Sistem produksi (mode of production) pada dasarnya merupakan strategi adaptasi masyarakat terhadap lingkungan. Faktor-faktor produksi (means of production) meliputi tanah/teritori, tenaga kerja, teknologi, dan modal.
Pertukaran/sistem distribusi yang berkembang di berbagai kebudayaan di dunia dapat difokuskan atas tiga prinsip yaitu: prinsip pasar, redistribusi, dan resiprositas (Karl Polanyi, 1957 dalam Kottak 1991). Resiprositas terbagi atas tiga tingkat yaitu resiprositas umum (generalized reciprocity), resiprositas seimbang (balanced reciprocity), resiprositas negatif (negative reciprocity).
Salah satu alat pertukaran yang banyak digunakan di dunia adalah uang. Beberapa fungsi uang antara lain adalah sebagai alat pertukaran, sebagai standar nilai, dan sebagai alat pembayaran. Mata uang yang memiliki ketiga fungsi tersebut disebut a general purpose money, sedangkan mata uang yang tidak memenuhi ketiga fungsi disebut a special purpose money