Pembelajaran merupakan perpaduan yang harmonis antara antara kegiatan pengajaran yang dilakukan guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa, interaksi antara guru dan siswa, maupun interaksi antara siswa dengan sumber belajar. Diharapkan dengan adanya interaksi tersebut, siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif, pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta dapat memotivasi peserta didik sehingga mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) merespons jauh lebih cepat berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan,dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran TIK dengan keadaan dan kebutuhan sekarang dan masa yang akan datang. Kompetensi TIK diharapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penguasaan kecakapan hidup, penguasaan tehnologi, informasi sehingga tumbuh generasi yang kuat dan berakhlak mulia.

Melihat dari uraian tersebut maka mata pelajaran TIK seharusnya merupakan suatu pelajaran yang ditunggu-tunggu, disenangi, menantang dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan belajar mengajar mengandung arti interaksi dari berbagai komponen, seperti guru, murid, bahan ajar, media dan sarana lain yang digunakan pada saat kegiatan berlang­sung.

Dalam upaya menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, maka guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip mengajar diantaranya menggunakan alat bantu mengajar atau alat peraga. Bahwa dalam prinsip mengajar yaitu sebagai guru, diharapkan mampu memperhatikan perbedaan individual siswa, menggunakan variasi metode mengajar; menggunakan alat bantu mengajar; melibatkan siswa secara aktif; menumbuhkan minat belajar siswa, dan menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif.

Konsentrasi diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar karena kegiatan belajar mengajar memerlukan perhatian khusus. Dengan adanya konsentrasi belajar dapat meningkatkan intelektual, emosional dan mental siswa. Siswa merasakan bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, sehingga siswa benar-benar berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya pada materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Jika siswa berkonsentrasi dalam belajar, maka tujuan belajar mengajar atau prestasi belajar akan mudah tercapai.

Proses pembelajaran dapat dirancang tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar yang mungkin dapat dipakai untuk mencapai hasil pembelajaran, melainkan mencakup interaksi dengan semua sumber belajar yang mungkin dapat dipakai untuk mencapai hasil yang bermakna.

Dalam kegiatan pembelajaran guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual peserta didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis. Kerangka pemikiran demikian dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap peserta didik secara individual. Peserta didik sebagai individu memliki perbedaan sebagaimana disebutkan di atas. Pemahaman ketiga aspek tersebut akan merapatkan hubungan guru dengan peserta didik, sehingga memudahkan melakukan pendekatan mengajar.

Namun saat ini dalam perkembangan pembelajaran TIK di Madrasah Aliyah masih ada  yang  hanya menggunakan metode ceramah di lab komputer dan pemberian tutorial tanpa adanya aktivitas olah tangan dan melibatkan sisi psikologis yang cukup berarti bagi siswa, melainkan hanya mendengarkan penjelasan guru dan mengingat hal-hal yang dianggap penting saja. Begitu juga akibat padatnya materi dan penyampaian pembelajaran hanya menggunakan metode praktikum di depan komputer, membuat siswa menjadi bosan dan jenuh menerima pembelajaran TIK tersebut. Padahal, dalam membahas pelajaran TIK tidak cukup hanya menekankan pada praktikum di depan komputer, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan proses dan pengembangan ilmu diri siswa itu sendiri. Oleh sebab itu, proses pembelajaran TIK yang tepat sangat diperlukan untuk mempermudah proses tercapainya tujuan apa yang diharapkan dari pembelajaran TIK.

Dari uraian di atas bahwa mata pelajaran TIK mempunyai nilai yang strategis dan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, handal, dan bermoral semenjak dini. Hal yang menjadi hambatan selama ini dalam pembelajaran TIK adalah disebab­kan kurang dikemasnya pembelajaran TIK dengan metode pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan.

Supaya pembelajaran TIK menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektifdan menyenangkan (PAIKEM), dapat dilakukan melalui berbagai macam cara. Salah satu caranya yaitu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Namun seberapa jauh keefektifitasannya model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan hasil belajar siswa, akan dilakukan penelitian yang salah satunya dengan  menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk mengubahnya (Harjodipuro, 1997:6).

Penelitian model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD ini sejalan dengan penelitian lain yaitu rerata peningkatan keaktifan dan hasil belajar mata diklat perhitungan Statika Bangunan pada siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning STAD lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning STAD lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata diklat Perhitungan Statika Bangunan dibandingkan metode konvensional.(Adhi Kurniawan ,2005)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *