Model Pembelajaran Ekspositori | Model pembelajaran ekspositori menekankan kepada proses bertutur. Peserta didik hanya menyimak untuk menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Jadi medel pembelajaran ekspositori adalah model pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Model pembelajaran ini berorientasi kepada guru sebab guru memegang peranan yang sangat dominan. Guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai peserta didik dengan baik. Fokus utama model pembelajaran ekspositori ini adalah kemampuan akademik peserta didik. Model pembelajaran ekspositori adalah model pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah. Peserta didik mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan model pembelajaran ekspositori merupakan model pembelajaran yang mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada peserta didik secara langsung. Penggunaan model pembelajaran ini peserta didik tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori cenderung berpusat pada guru, guru aktif memberikan penjelasan atau informasi pembelajaran secara terperinci tentang materi pembelajaran.

Model pembelajaran ekspositori sering dianalogikan dengan metode ceramah, karena sifatnya sama-sama memberikan informasi.

Somantri (2001: 45), membedakan model pembelajaran ekspositori dengan metode ceramah, dominasi guru dalam model pembelajaran ekspositori banyak dikurangi. Guru tidak terus bicara, informasi diberikan pada saat-saat tertentu atau bagian-bagian yang diperlukan, seperti diawal informasi diberikan, menjelaskan konsep-konsep dan prinsip baru, pada saat memberikan contoh kasus dan lain sebagainya.

Model pembelajaran ekspositori adalah suatu cara menyampaikan gagasan atau ide dalam memberikan informasi dengan lisan atau tulisan.

Pentatito Gunawibowo (1998:6.7), dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran ekspositori, pusat kegiatan masih terletak pada guru, jika dibandingkan dengan metode ceramah, dalam model pembelajaran ekspositori dominasi guru sudah banyak berkurang.

Kegiatan guru berbicara pada model pembelajaran ekspositori hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja, seperti pada awal pembelajaran, menerangkan materi dengan memberikan soal. Kegiatan peserta didik tidak hanya mendengarkan, membuat catatan atau memperhatikan saja, tetapi mengerjakan soal-soal latihan, mungkin dalam kegiatan ini peserta didik saling bertanya. Mengerjakan soal latihan bersama dengan temannya dan seorang peserta didik diminta mengerjakan dipapan tulis. Saat kegiatan peserta didik mengerjakan latihan, kegiatan guru memeriksa pekerjaan peserta didik secara individual dan menjelaskan kembali secara individual.

Pendapat David P. Ausubel dalam Pentatito Gunawibowo (1998 : 6.7), menyebutkan model pembelajaran ekspositori merupakan cara mengajar yang paling afektif dan efisien dalam menanamkan belajar bermakna.

Selanjutnya Dimyati dan Mudjiono (1999 : 172), mengatakan model pembelajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai kepada peserta didik. Peranan guru yang paling penting adalah 1) menyusun program pembelajaran, 2) memberi informasi yang benar, 3) pemberi fasilitas yang baik, 4) pembimbing peserta didik dalam perolehan informasi yang benar, dan 5) penilai perolehan informasi. Sedangkan peranan peserta didik adalah 1) pencari informasi yang benar, 2) pemakai media atau sumber yang benar, dan 3) menyelesaikan tugas dengan penilaian guru.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ekspositori yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengkombinasikan metode caramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Pemberian tugas diberikan guru berupa soal-soal (pekerjaan rumah) yang dikerjakan secara individual atau kelompok. Adapun hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan dan nilai yang dikuasai peserta didik. Pada umumnya alat evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tes buatan guru.

Keunggulan Strategi Ekspositori

  1. Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, sehingga guru mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai pelajaran yang disampaikan.
  2. Model pembelajaran ekspositori ini dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran cukup luas, sementara waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
  3. Peserta didik mendengar penuturan tentang materi pelajaran, sekaligus peserta didik bisa melihat melalui pelaksanaan demonstrasi.
  4. Cocok digunakan untuk jumlah peserta didik dan ukuran kelas yang besar.

Kelemahan Strategi Ekspositori

  1. Model pembelajaran ekspositori ini hanya dapat dilakukan terhadap peserta didik yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak baik. Untuk peserta didik yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan model pembelajaran yang lain.
  2. Model pembelajaran ekspositori ini tidak dapat melayani perbedaan setiap peserta didik baik kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya
  3. Keberhasilan peserta didik ini tergantung apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi, kemampuan bertutur, kemampuan mengelolah kelas.
  4. Gaya komunikasi terjadi satu arah, mengontrol pemahaman peserta didik akan materi pelajaran akan sangat terbatas, sehingga mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki peserta didik terbatas pada apa yang diberikan guru.

Dengan memperhatikan keunggulan dan kelemahan diatas, bilamana guru ingin menggunakan model pembelajaran ekspositori, sebaiknya guru melakukan persiapan yang matang, baik mengenai materi pelajaran yang akan disampaikan maupun mengenai hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kelancaran proses presentasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *