Halim (2003 : 82), model indeks tunggal mengasumsikan bahwa return antara dua variabel atau lebih akan berkorelasi yaitu akan bergerak bersamaan memiliki yang sama terhadap satu faktor atau indeks tunggal yang dimasukkan dalam model, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun demikian, dalam upaya untuk mengestimasi ekspektasi return, standar deviasi dan kovarians secara akurat model indeks berganda lebih berpotensi karena investasi portofolio tidak hanya sensitif terhadap perubahan IHSG, artinya kemungkinan bahwa terdapat lebih dari satu faktor yang dapat mempengaruhi investasi portofolio. Sehingga model indeks berganda menganggap bahwa ada faktor lain selain IHSG yang dapat mempengaruhi investasi portofolio, misalnya tingkat bunga dan tingkat inflasi. Menurut Rodoni dan Yong (2002 : 169), dalam model indeks berganda variabel terikat dipengaruhi oleh dua atau lebih faktor yang termasuk dalam faktor pasaran yaitu kejadian mikro dan makro yang mempengaruhi investasi portofolio.
Dalam bentuk persamaan, model indeks berganda untuk investasi portofolio secara umum dapat dituliskan sebagai berikut (Halim, 2003 : 82) :
IF = β0 +  β1RI +  β2r  + β3IN  + e1
Keterangan :     IF            =  Investasi Portofolio
                        β0             =  Bagian dari investasi portofolio yang tidak dipengaruhi oleh                                                        perubahan pasar.
                        β1, β2, βn    =  Sensitivitas investasi portofolio terhadap faktor.
                        RI, r , IN    =  Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi portofolio.
                        e1               =  Faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model.
Model tersebut sebenarnya merupakan model regresi linear berganda. Dimana investasi portofolio akan dipengaruhi oleh banyak variabel bebas, RI, r , IN yaitu dalam penelitian ini mengambil variabel bebasnya adalah RI = Return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),  r = tingkat suku bunga,  dan IN = tingkat inflasi.
daftar pustaknya lihat disni