Definisi Metode Hay

Metode Hay | Metode  Hay dalah salah satu metode yang digunakan  untuk mengevaluasi suatu jabatan untuk memetakan peran pekerjaan dari suatu jabatan dalam konteks struktur organisasi dan  menyelaraskan peran tiap jabatan. Bebearapa manfaat utama dari proses evaluasi jabatan adalah memberi kejelasan serta akuntabilitas dalam proses organisasi, memberikan manfaat dalam grading atau benchmarking karena adanya standardisasi job level, peningkatan perencanaan suksesi atau mobilitas dalam organisasi, serta mampu menciptakan deskripsi pekerjaan yang lebih berguna dan terfokus.

Meskipun ada banyak faktor yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan skema evaluasi pekerjaan, dalam metode Hay faktor tersebut dibagi menjadi tiga faktor besar: pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan itu (Know-how); jenis pemikiran yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang umum dihadapi (problem solving); dan tanggung jawab yang ditugaskan untuk pekerjaan (accountability). Untuk setiap pekerjaan yang diberikan, akan ada hubungan antara tiga faktor tersebut. Hasil output yang diharapkan dari pekerjaan (accountability), akan menuntut tingkat tertentu dari suatu input (Know-how), dan pengolahan know-how ini (problem solving) untuk menghasilkan output tersebut.

Komponen dalam Metode Hay

Pada metode ini terdapat 3 main faktor dan delapan dimensi seperti:

Know-How

Jumlah dari seluruh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman, namun perolehan ketiga dimensi tersebut dibutuhkan job performance yang sesuai dan dapat diterima. Ketiga dimensi dibutuhkan untuk:

  1. Prosedur praktis atau teknis, teknik khusus dan pengetahuan dalam bidang pekerjaan, fungsi komersial, dan disiplin profesional atau ilmiah.
  2. Tingkat Mengintegrasikan dan harmonisasi unsur-unsur beragam yang terlibat dalam situasi manajerial. Ini melibatkan, dalam beberapa kombinasi, keterampilan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi dan dapat dilaksanakan konsultatif serta eksekutif.
  3. Aktif dalam berlatih keterampilan hubungan antar manusia dalam pekerjaan, di dalam maupun di luar organisasi.

Problem Solving

Merupakan penggunaan awal yang pada know-how dibutuhkan pekerjaan untuk mengidentifikasi, menentukan, dan menyelesaikan masalah. Bahan baku dalam pemikiranr adalah pengetahuan tentang fakta-fakta, prinsip-prinsip, dan metode. Oleh karena itu, problem solving diperlakukan sebagai persentase dari know-how. Problem Solving memiliki dua dimensi:

  1. lingkungan di mana pemikiran berlangsung;
  2. tantangan yang disajikan oleh pemikiran yang harus dilakukan.

Accountability

Merupakan jawaban kemampuan untuk tindakan dan konsekuensi dari tindakan itu. Accountability adalah efek yang diukur dari pekerjaan pada hasil akhir organisasi. Di dalamnya terdapat tiga dimensi dalam urutan kepentingan sebagai berikut:

  1. Freedom to act: sejauh mana bimbingan pribadi, prosedural, atau sistematis atau kontrol tindakan dalam kaitannya dengan penekanan utama dari pekerjaan.
  2. Job impact to end results: sejauh mana pekerjaan langsung dapat mempengaruhi tindakan yang diperlukan untuk memproduksi hasil dalam penekanan utamanya.
  3. Magnitude: porsi total organisasi dicakup oleh penekanan utama dari pekerjaan. Bila memungkinkan, besarnya dinyatakan dalam angka-angka keuangan tahunan yang mewakili daerah penekanan utama dari pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *