Mengkudu merupakan tanaman liar yang hidup di pantai, hutan, ladang atau di tanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Tanaman asli Polynesia ini hidup di Indonesia pada dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut.

Tanaman mengkudu ini berupa pohon kecil atau perdu yang tumbuh membengkok, tinggi 3 – 8 m, berkayu, bulat, kulit kasar dan bercabang banyak dengan ranting muda bersegi empat. Daun mengkudu berupa daun tunggal dengan letak berhadapan, berbentuk bulat telur lebar sampai berbentuk elips, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 – 40 cm, lebar 5 – 8 cm dan berwarna hijau tua (Dalimartha, 2006).

Menurut Djauhariya dan Rosman (2003) beberapa jenis senyawa organik dalam daun mengkudu adalah asam amino (alanin, arginin, asam aspartat, sistein, sistin, glisin, asam glutamate, histidin, leusin, isoleusin, metionin, fenilalanin, prolin, serin, threonin, triptofan, tirosin dan valin), mineral (kalsium, besi, fosfor), vitamin (asam askorbat, beta carotene, niasin, riboflavin, tiamin, betasististerol, asam ursolat), alkaloid (antrakuinon, glikosida, resin).

Klasifikasi Mengkudu Morinda citrifolia L. (Waha, 2001).

Kingdom         :  Plantae

Division           :  Magnoliophyta

Class                :  Magnoliopsida

Order               :  Gentianales

Family             :  Rubiaceae

Genus              :  Morinda

Species            :  Morinda citrifolia

Menurut Dharmawan, dkk (1999), ekstrak fraksi etil asetat buah pace dapat digunakan sebagai antibakteri pada konsentrasi 4%, sedangkan dengan fraksi air buah pace dapat digunakan sebagai antibakteri pada konsentrasi 8%. Sedangkan hasil penelitian Ester (1992) tentang fraksi etil asetat buah mengkudu diketahui dapat menghambat S. aureus dengan kadar terendah 20 mg/ml. Hasil dari identifikasi senyawa yang terdapat dalam fraksi etil asetat yang mampu menghambat pertumbuhan S. aureus yaitu senyawa antrakuinon dan turunan kumarin.

Referensi / Daftar Pustaka 

Dalimartha, S., 2006, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4, 51-52, Puspa Swara, Jakarta.

Waha, M.G., 2001, Sehat Dengan Mengkudu, Gramedia, Jakarta.

Dharmawan, N.P., Darmadji, dan Handayani E., 1999, Kemampuan Ekstrak Fraksi-Fraksi Buah Pace Sebagai Antibakteri, dalam Prosiding Seminar Nasional Pangan, PAU Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta.

Ester, 1992, Efek Fraksi Etil Asetat Buah Pace (Morinda citrifolia L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus in vitro, Skripsi, Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *