Membangun Mahasiswa yang Berkarakter Melalui PEMIRA

Oleh

Muhammad Aufa Alhaq 

Pemilihan Raya (Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) STAN adalah pesta akbar demokrasi di kampus STAN yang diadakan setiap tahun yang bertujuan untuk memilih siapa yang akan memimpin mahasiswa STAN baik di tingkat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), dan Himpunan Mahasiswa Spesialisasi (HMS) untuk setahun ke depan. Tidak seperti tahun- tahun sebelumnya, pemira tahun ini diadakan secara serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Spesialisasi (HMS) dan anggota Badan Legislatif Mahasiswa (BLM). Meskipun penyelenggaraan Pemira sudah semakin dekat dan dilaksanakan secara serentak sampai saat ini kurang terdengar gaungnya, antusiasme mahasiswa STAN juga sangat minim. Padahal seharusnya Pemira bisa menjadi pilar demokrasi di kampus STAN dan menjadi sarana untuk membangun mahasiswa yang berkarakter di kampus STAN.

Pemira merupakan salah satu pilar demokrasi di kampus STAN. Lingkungan kampus adalah tempat bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kehidupan nyata nya kelak. Disinilah kesadaran demokrasi dan pemahaman demokrasi harus mulai di bangun. Demokrasi di lingkungan kampus merupakan perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam demokrasi kampus mahasiswa bergerak tanpa tumpangan kepentingan tertentu dan hanya atas dasar kesadaran moral dan intelektualitas. Dari sanalah akan muncul bibit-bibit pemimpin yang akan bertanggung jawab  dalam menjalankan lingkup demokrasi yang lebih luas yaitu demokrasi di negara ini, baik dalam pos-pos pemerintahan dan instansi-instansi dimana kita ditempatkan maupun dalam masyarakat. Oleh karena itu demokrasi harus menjadi budaya yang dibangun sejak di kampus.

Organisasi-organisasi kemahasiswaan dan Pemira yang ada di kampus merupakan wadah pendidikan demokrasi bagi mahasiswa, dan kita harus menjaga arahnya agar tetap seperti itu. Jangan sampai organisasi kemahasiswaan mulai berbelok arah, bukan lagi sebagai media pendidikan demokrasi dan mengembangkan soft skill, melainkan telah berubah menjadi sarana “perebutan kekuasaan”, seperti layaknya para elit politik dalam pemerintahan. Sangat disayangkan jika mahasiswa yang dipersiapkan menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang bijak dan idealis, ternyata melakukan hal sama seperti generasi tua yang tidak sesuai dengan idealisme mereka. Seharusnya hal ini menjadi koreksi bagi mahasiswa, agar kedepannya budaya berdemokrasi yang sesungguhnyalah yang benar-benar dijunjung tinggi.

Bagaimanapun juga mahasiswa merupakan agen perubahan (agent of change) yang memiliki andil besar dalam menentukan nasib bangsa di masa depan. Termasuk dalam demokrasi, mahasiswa harus mampu menunjukan eksistensinya dalam membawa perubahan demokrasi ke arah yang lebih baik, lebih benar. Pijakan awal budaya demokrasinya adalah kampus, sehingga demokrasi yang dipelajarinya dalam kampus akan menjadi cerminan demokrasinya di masa depan. Mahasiswa bisa menjadi pengawal demokrasi di negeri ini, kita tentu masih ingat bagaimana pergerakan mahasiswa yang begitu luar biasa untuk menjaga tetap tegaknya demokrasi di Indonesia mampu menggulingkan kekuasaan Orde Baru.

Selain sebagai pilar demokrasi di kampus Pemira juga merupakan sarana membangun mahasiwa yang berkarakter. Melalui Pemira lah muncul sosok-sosok pemimpin yang akan memimpin KM STAN. Secara tidak langsung Pemira membentuk karakter kepemimpinan, karena keberanian seseorang untuk mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin dalam Pemira merupakan proses pembentukan karakter tersebut. Kepemimpinan berkarakter ataupun karakter kepemimpinan lahir dari pendidikan, pelatihan, talentscouting dan pembiasaan, yang dipadukan dengan sinergi pembelajaran sepanjang hayat, diperkuat oleh daya nalar dan kecerdasan akal budi serta kecerdasan spritual, seraya menyelaraskan dengan irama kehidupan yang sedang berkembang dan berubah cepat tak menentu.

Saya merasa sangat prihatin banyak mahasiswa salah dalam memaknai demokrasi di kampus. Mereka memandang sinis bahkan bersikap apatis terhadap Pemira sebagai proses demokrasi kampus. Sangat disayangkan jika masih ada mahasiswa yang masih berpikiran dan bertindak seperti itu. Menurut saya orang-orang yang berani mencalonkan diri dalam Pemira adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat ingin terus berkontribusi, berbagi dan peduli pada orang-orang di sekitarnya. Orang-orang yang merelakan waktu pribadinya direnggut untuk kepentingan publik KM STAN. Orang-orang yang merelakan atau mengurangi waktu tidurnya, waktu bersenang-senang, bahkan waktu berkumpul dengan keluarga. Orang-orang yang meletakkan kepentingan pribadinya berada di tempat paling bawah dan kepentingan publik di atas segala-galanya. Bukankah mereka adalah orang-orang yang luar biasa?

Berikut adalah beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Namun tidak ada manusia yang sempurna. Tidak semua karakter dimiliki oleh seorang pemimpin. Butuh waktu dan proses untuk membentuknya dan saya rasa Pemira adalah salah satu sarananya. Karakter yang harus dimiliki : Pertama, Seorang pemimpin harus memiliki Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, mengenali kekuatan diri, kelemahan dan usaha untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Kedua, Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas, menyikut lawan dan menindas ke bawah serta berempati terhadap bawahannya secara tulus. Ketiga, Memiliki rasa ingin tahu dan kepekaan yang tinggi, pemikiran yang visioner dan dekat dengan orang-orang yang dipimpinnya sehingga mereka merasa nyaman dalam menyampaikan gagasan-gagasan dan aspirasi mereka secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.

Keempat, Bersikap terbuka kepada orang-orang yang dipimpinnya dan mampu menghormati pesaing (lawan politik) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.Kelima, Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional dalam jabatan yang diamanahkan kepadanya. Sehingga hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.Keenam, Mampu menjaga kehormatan diri dan memiliki rasa kedisiplinan yang tinggi, sehingga mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Ketujuh, Memiliki kemampuan berkomunikasi baik komunikasi dengan orang-orang yang dipimpinnya maupun dengan lawan, memiliki semangat “ team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas. Semoga pemipin yang terpilih dalam Pemira nanti memiliki karakter-karakter seperti di atas atau paling tidak melalui Pemira karakter kepemimpinan mereka mulai terbangun.

Akhirnya, saya mengaharapkan partisipasi dan peran aktif seluruh anggota Keluarga Mahasiswa STAN untuk mensukseskan Pemira tahun ini. Bagi yang memiliki jiwa kemimpinan dan memiliki visi untuk membuat perubahan KM STAN untuk menjadi lebih baik dapat mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin baik di BEM, BLM dan HMS. Kita butuh pemimpin-pemimpin yang layak untuk memimpin KM STAN dan memimpin di Kementerian Keuangan untuk ke depannya. Atau paling tidak partisipasi kecil yang bisa kalian berikan adalah dengan memberikan hak suara kalian dalam Pemira nanti. Satu suara sangat menentukan masa depan KM STAN. Sekarang bukan saatnya kita berpikir , Apa yang bisa kita dapatkan dari KM STAN?, tetapi kita harus berpikir, Apa yang bisa kita berikan kepada KM STAN?. KM STAN sudah memberikan banyak hal kepada kita dan melalui momentum Pemira kali ini kita diharapkan  dapat memberikan kontribusi kepada KM STAN. Demi kebaikan dan kemajuan KM STAN.