Mekanisme Koping Pada Stress | Stress dapat menghasilkan berbagai respons, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa respons-respons tersebut berguna sebagai indicator terjadinya stress pada individu dan mengukur tingkat stress yang dialami individu. Respons stress dapat di lihat dalam berbagai aspek sebagai berikut:

  1. Respons fisiologis. Dapat ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, detak jantung, nadi dan system pernapasan
  2. Respons kognitif. Dapat terlihat melalui terganggunya proses kognitif individu, seperti pikiran kacau, menurunnya daya konsentrasi, pikiran berulang, dan pikiran tidak wajar.
  3. Respons emosi. Dapat muncul sangat luas, menyangkut emosi yang mungkin dialami individu, seperti takut, cemas, malu, marah, dan sebagainya
  4. Respons tingkah laku. Dapat dibedakan menjadi fight, yaitu melawan situasi yang menekan dan flight yaitu menghindar situasi yang menekan.

Menurut (lazarus dan folkman, 1984 dalam Nasir, 2011), dalam melakukan koping ada dua strategi yang bisa dilakukan :

  •  Problem focused coping.

Yaitu usaha mengatasi stress dengan cara mengatur atau mengubah masalah yang dihadapi dan lingkungansekitarnya yang menyebabkan terjadinya tekanan. Problem focused coping di tujukan dengan mengurangi demands dari situasi yang penuh dengan stress atau memperluas sumber untuk mengatasinya. Seseorang cenderung menggunakan metode problem focused coping apabila mereka percaya bahwa sumber atau demands dari situasinya dapat diubah. Strategi yang dapat dipakai dalam problem focused coping antara lain sebagai berikut:

  1. Comfrontatif coping: usaha untuk mengubah keadaan yang dianggap menekan dengan cara yang agresif, tingkat kemarahan yang cukup tinggi, dan pengambilan resiko.
  2. Seeking social support: usaha untuk mendapatkan kenyamanan emosional dan bantuan informasi dari orang lain.
  3. Planful problem solving: usaha untuk mengubah keadaan yang dianggap menekan dengan cara yang hati-hati, berhadap, dan analitis.
  •  Emotion focused coping

Yaitu usaha mengatasi stress dengan cara mengatur respon emosional dalam rangka menyusaikan diri dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang dianggap penuh tekanan. Emotion focused coping ditujukan untuk mengotrol respons emosional terhadap situasi stress. Seseorang dapat mengatur respons emosionalnya melalui pendekatan perilaku dan kognitif. Strategi yang digunakan dalam emosional focused coping antara lain sebagai berikut:

  1. Self-control: usaha untuk mengatur perasaan ketika menghadapi situasi yang menekan
  2. Distancing: usaha untuk tidak terlibat dalm permasalahan, seperti menghindar dari permasalahan seakan tidak terjadi apa-apa atau menciptakan pandangan-pandangan positif, seperti menganggap masalah sebagai lelucon.
  3. Positif reappraisal: usaha mencari makna positif dari permasalahan dengan berfokus pada pengembangan diri, biasanya juga melibatkan hal-hal yang bersifat religious.
  4. Acceting responsibility: usaha untuk menyadari tanggung jawab diri sendiri dalam permasalahan yang dihadapinya dan mencoba menerimanya untuk membuat semuanya menjadi lebih baik. Strategi ini baik, terlebih bila masalah terjadikarena pikiran dan tindakannya sendiri. Namun, strategi ini menjadi tidak baik jika individu tidak seharusnya bertanggung jawab atas masalah tersebut.
  5. Escape/avoidance: usaha untuk mengatasi situasi menekan dengan lari dari situasi tersebut atau menghindarinya dengan beralih pada hal lain seperti makan, minum, merokok, atau menggunakan obat-obatan.