• Umumnya gejala DA timbul sebelum bayi berumur 6 bulan, dan jarang terjadi di bawah usia 8 minggu. Dermatitis atopik dapat menyembuh dengan bertambahnya usia, tetapi dapat pula menetap bahkan meluas dan memberat sampai usia dewasa. Terdapat kesan bahwa makin lama dan makin berat dermatitis yang diderita semasa bayi makin besar kemungkinan dermatitis tersebut menetap sampai dewasa, sehingga perjalanan penyakit dermatitis atopik sukar diramalkan.
  • Terdapat tiga bentuk klinis dermatitis atopik, yaitu bentuk infantil, bentuk anak, dan bentuk dewasa.
1.      Bentuk infantil
Secara klinis berbentuk dermatitis akut eksudatif dengan predileksi daerah muka terutama pipi dan daerah ekstensor ekstremitas. Bentuk ini berlangsung sampai usia 2 tahun. Predileksi pada muka lebih sering pada bayi yang masih muda, sedangkan kelainan pada ekstensor timbul pada bayi sel sudah merangkak. Lesi yang paling menonjol pada tipe ini adalah vesikel dan papula, serta garukan yang menyebabkan krusta dan terkadang infeksi sekunder. Gatal merupakan gejala yang mencolok sel bayi gelisah dan rewel dengan tidur yang terganggu. Pada sebagian penderita dapat disertai infeksi bakteri maupun jamur.
2.      Bentuk anak
Seringkali bentuk anak merupakan lanjutan dari bentuk infantil, walaupun diantaranya terdapat suatu periode remisi. Gejala klinis ditandai oleh kulit kering (xerosis) yang lebih bersifat kronik dengan predileksi daerah fleksura antekubiti, poplitea, tangan, kaki dan periorbita.
3.      Bentuk dewasa
DA bentuk dewasa terjadi pada usia sekitar 20 tahun. Umumnya berlokasi di daerah lipatan, muka, leher, badan bagian atas dan ekstremitas. Lesi berbentuk dermatitis kronik dengan gejala utama likenifikasi dan skuamasi.

DIAGNOSIS

  • Hanifin dan Lobitz (1977) menyusun petunjuk yang sekarang diterima sebagai dasar untuk menegakkan diagnosis DA Mereka mengajukan berbagai macam kriteria yang dibagi dalam kriteria mayor dan kriteria minor.
  • Kriteria minimal untuk menegakkan diagnosa DA meliputi pruritus dan kecenderungan dermatitis untuk menjadi kronik atau kronik residif dengan gambaran morfologi dan distribusi yang khas.
  • Dermatitis atopik dikenal sebagai gatal yang menimbulkan kelainan kulit, bukan kelainan kulit yang menimbulkan gatal. Tetapi belum ada kesepakatan pendapat mengenai hal ini, karena pada pengamatan, lesi di muka dan punggung bukan diakibatkan oleh garukan, selain itu dermatitis juga terjadi pada bayi yang belum mempunyai mekanisme gatal-garuk.
Kriteria diagnosis dermatitis atopik dari Hanifin dan Lobitz, 1977
Kriteria mayor ( > 3)
·         Pruritus
·         Morfologi dan distribusi khas
·         dewasa : likenifikasi fleksura
·         bayi dan anak : lokasi kelainan di daerah muka dan ekstensor
·         Dermatitis bersifat kronik residif
·         Riwayat atopi pada penderita atau keluarganya
Kriteria minor ( > 3)
·         Xerosis
·         Iktiosis/pertambahan garis di palmar/keatosis pilaris
·         Reaktivasi pada uji kulit tipe cepat
·         Peningkatan kadar IgE
·         Kecenderungan mendapat infeksi kulit/kelainan imunitas selular
·         Dermatitis pada areola mammae
·         Keilitis
·         Konjungtivitis berulang
·         Lipatan Dennie-Morgan daerah infraorbita
·         Keratokonus
·         Katarak subskapular anterior
·         Hiperpigmentasi daerah orbita
·         Kepucatan/eritema daerah muka
·         Pitiriasis alba
·         Lipatan leher anterior
·         Gatal bila berkeringat
·         Intoleransi terhadap bahan wol dan lipid solven
·         Gambaran perifolikular lebih nyata
·         Intoleransi makanan
·         Perjalanan penyakit dipengaruhi lingkungan dan emosi
·         White dermographism/delayed blanch
II.6 DIAGNOSA BANDING
o   Dermatitis Kontak Alergi
o   Dermatophytosisataur dermatophytids
o   Sindrom defesiensi imun
o   Sindrom Wiskott-Aldrich
o   Sindrom Hyper-IgE
o   Penyakit Neoplastik
o   Langerhans’ cell histiocytosis
o   Penyakit Hodgkin
o   Dermatitis Numularis
o   Skabies
o   Dermatitis Seborrheic
o   Skabies
Pada bayi gejala klinis DA terutama mulai dari pipi dan tidak mengenai telapak tangan serta kaki. Tanda skabies pada bayi ditandai dengan papula yang relatif besar (biasanya pada punggung atas), vesikel pada telapak tangan dan kaki, dan terdapat dennatilis pruritus pada anggota keluarga. Tungau dan telur dapat dengan mudah ditemukan dari scraping vesicle. Skabies memberi respons yang baik terhadap pengobatan dengan γ-benzen heksaklorida.
o   Dermatitis seboroik infantil  
Penyakit ini dibedakan dari DA dengan: (1) pruritus ringan, (2) onset invariabel pada daerah pantat halus, tidak bersisik, batas jelas, merah terang, dan (3) sisik kuning gelap pada pipi, badan dan lengan. Dermatitis seboroik infantil sering berhubungan dengan dermatitis atopik. Pada suatu penelitian, 37% bayi dengan dermatitis seboroik akan menjadi DA 5-13 tahun kemudian.
o   Dermatitis kontak
Anak yang lebih tua dengan DA dapat menjadi eksema kronik pada kaki. Bentuk ini harus dibedakan dengan dermatitis kontak karena sepatu.