MANAJEMEN OPERASI Manejemen Logistik

Disusun Oleh:
KP-A
Evia indrianasari 3122074
Indranata Prayos HO 3122130
Edy Lukman Siswanto 3122146
Janice C. Sorongan 3122162
Andrew yogianto 3122241
Deysi Rosindah Tjakra 3122729

Universitas Surabaya
Fakultas Bisnis dan Ekonomika
2013/201

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manajemen operasi adalah kumpulan dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa. Banyak hal yang dapat kita pelajari dalam manajemen operasi, salah satunya adalah manajemen rantai pasok atau yang sering kita sebut dengan supply chain management (SCM), rantai pasok adalah pendekatan antar-fungsi (cross functional) untuk mengatur pergerakan material mentah kedalam sebuah organisasi dan pergerakan dari barang jadi keluar organisasi menuju konsumen akhir.
Salah satu yang dibahas dalam manajemen rantai pasok adalah manajemen logistic. Manajemen logistic adalah Proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian aliran yang hemat biaya dan efisien dan penyimpanan bahan baku, persediaanantara, persediaan produkakhir,dan informasi terkait dari titik sumber sampai titik konsumsi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Dalam menejemen logistic ada tiga proses di dalamnya yaitu proses inbound, proses coversion dan juga proses outbound. Proses inbound meliputi pembelian ke pemasok atau supplier dan juga manajemen material, proses conversion adalah proses dimana perusahaan mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Sedangkan proses outbound meliputi pemprosesan pemesanan , pengudangan, transportasi lalu pengiriman pada konsumen akhir.
Dalam makalah ini kelompok kami akan membahas Rumah Makan Bandeng Pak Elan. Rumah Makan Bandeng Pak Elan merupakan salah satu dari Rumah Makan Bandeng yang cukup terkenal di Gersik. Disini kami akan membahas tetang manajemen rantai pasok khususnya manajemen logistic yang ada pada Rumah Makan Bandeng Pak Elan. Kami akan menjelaskan mulai dari proses inbound, convention dan sampai menjadi proses outbound yaitu di tangan kosumen akhir.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan manajemen logistic padaRumah Makan Bandeng Pak Elan?
2. Darimana supplier Rumah Makan Bandeng Pak Elan di dapatkan?

1.3 Tujuan
1. Agar dapat mengetahui penerapan dari manajemen logistic yang sudah diterapkan oleh Rumah Makan Bandeng Pak Elan.
2. Untuk memberikan penjelasan tetang proses manajemen logistic dan juga proses inbound dan outbound yang ada didalamnya.

1.4 Manfaat
Kita menjadi tahu apa sebenarnya pengertian dari manajemen logistic dan kita mampu memahami apa saja yang ada didalam manajemen logistic dan bagaimana penerapannya didalam suatu perusahaan .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian

2.1.1 Definisi Supply Chain Management

Supply Chain Management (SCM) menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir. Dalam konsep SCM rangkaian aktivitas antara supplier hingga konsumen akhir adalah dalam satu kesatuan tanpa sekat yang besar. Mekanisme informasi antara berbagai komponen tersebut berlangsung secara transparan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secara tradisional. Pola baru ini menyangkut aktivitas pendistribusian, jadwal produksi, dan logistik.
Dari 2 definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fokus utama dari SCM adalah sinkronisasi proses untuk kepuasan pelanggan. Semua supply chain pada hakekatnya memperebutkan pelanggan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Semua pihak yang berada dalam satu rantai supply chain harus bekerja sama satu dengan lainnya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan dengan harga murah, berkualitas, dan tepat pengirimannya.
SCM diperlukan oleh perusahaan yang sudah mengarah pada pengelolaan dengan sistem just in time, karena konsep just in time sangat menekankan ketepatan waktu kedatangan material dari pemasok sampai ke tangan konsumen sesuai dengan yang ditetapkan. Artinya, kedisiplinan dan komitmen seluruh mata rantai harus benar-benar dilaksanakan, sehingga apabila terjadi penyimpangan pada salah satu mata rantai saja, maka akan mengganggu pasokan material secara keseluruhan dan menghambat kelancaran tugas dari mata rantai yang lain, karena tidak adanya persediaan.

2.1.1 Definisi Logistik

Istilah “Logistik” berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “logic” yang berarti rasional, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan. Suku kedua yaitu “thicos” yang berarti berpikir.Jika arti dari kedua suku kata tersebut dirangkai, maka memiliki makna berpikir rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Logistik adalah proses strategis mengelola pengadaan, pergerakan dan penyimpanan bahan, suku cadang dan persediaan jadi, melalui organisasi dan saluran pemasaran sedemikian rupa bahwa profitabilitas saat ini dan masa yang akan datang dimaksimalkan melalui pemenuhan biaya-efektif order.
Manajemen Rantai Pasok/Supply Chain Management(SCM) adalah manajemen hubungan hulu dan hilir dengan pemasok dan pelanggan untuk memberikan nilai pelanggan yang unggul dengan biaya lebih sedikit untuk rantai pasokan secara keseluruhan.

2.2 Tahap Kegiatan Logistik

 Inbound Logistic
Kegiatan yang meliputi pengaturan kendaraan/transportasi, pengelolaan barang-barang yang hendak diangkut dan pemilihan Vendor Ekspedisi angkutan yang diperlukan. Selain itu, proses inventarisasi vendor ekspedisi potensial, kebijakan harga/ongkos angkut, penentuan rekanan/vendor ekspedisi, penandatanganan kontrak, penerimaan kerjasama, serta penilaian terhadap vendor selama kontrak berjalan. Semua hal tersebut termasuk dalam tahap Inbound Logistic.

 Conversion Logistic
Tahap ini adalah tahap pemrosesan/pengelolaan semua barang yang masuk atau diterima, melalui mekanisme inspeksi/pengecekkan 100%, Storing dan Unit Repair/Handling dengan maksud barang yang diterima harus dalam kondisi sebaik mungkin, meminimalisir unit cacat, mempercepat proses repair seandainya dibutuhkan.

 Outbound Logistic
Tahap ini disebut tahap “Distribusi Fisik”, yaitu mengupayakan dan memastikan bahwa pengiriman barang kepada distributor dalam kondisi baik, lengkap serta tepat waktu.

2.3 Keunggulan Kompetitif

 Keuntungan Produktivitas
Manajemen Logistik dapat memberikan banyak cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.Manajemen Logistik juga berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi biaya per unit.

 Keuntungan Nilai
Pelanggan bukanlah membeli produk, melainkan membeli manfaat. Perusahaan cenderung akan mencari pemasok termurah. Pentingnya segmentasi manfaat tersebut terletak pada kenyataan bahwa sering ada peluang besar untuk menciptakan banding diferensial untuk segmen tertentu.Menambahkan nilai melalui diferensiasi adalah cara ampuh untuk mencapai keuntungan dan mempertahankannya di pasar.Layanan logistik termasuk sarana untuk meningkatkan nilai tambah.

Keunggulan kompetitif tidak dapat dipahami dengan melihat perusahaan secara keseluruhan.Ia berasal dari banyak kegiatan diskrit perusahaan dalam merancang, memproduksi, memasarkan, menyampaikan, dan mendukung produknya.Masing-masing kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan dasar untuk diferensiasi.Sebuah perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif dengan melakukan kegiatan strategis penting lebih murah atau lebih baik dari pesaing.

2.4 Misi Manajemen Logistik
 Ruang lingkup logistik mencakup seluruh perusahaan, dari pengelolaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir.
 Merencanakan dan mengkoordinasikan semua kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tingkat pelayanan yang berkualitas, disampaikan dengan biaya serendah mungkin.

2.5 Tekanan yang Dihadapi Logistik
 Ledakan layanan pelanggan
 Kompresi waktu
 Globalisasi industri
 Integrasi organisasi

Dari semua tekanan di atas, terdapat banyak implikasi untuk cara kita mengelola logistik dan terdapat 3 kunci masalah, yaitu:
 Responsiveness (Responsif)
Menghadapi berbagai keinginan konsumen yang semakin lama semakin tinggi dan banyak variannya, serta keinginan konsumen yang ingin serba cepat, pihak Logistik harus bisa cepat tanggap dan responsif dalam menanganinya.

 Reliability (Keandalan)
Tidak hanya pihak produsen ataupun distributor saja yang harus bisa diandalkan.Pihak logistik pun harus bisa diandalkan.Sehingga perjalanan produk dari supplier ke distributor hingga sampai ke konsumen akhir dapat benar-benar terkontrol kualitas dan keakuratannya.

 Relationships (Hubungan)
Menjalin hubungan yang baik terhadap supplier dan distributor sangatlah penting.Menjadi perusahaan logistik yang bisa dipercaya.Sehingga antara supplier, distributor, serta logistik bisa saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Sejarah

Salah satu rumah makan bandeng yang terkenal di Gresik adalah Rumah Makan Bandeng Pak Elan.Rumah Makan Bandeng Pak Elan ini berlokasi di Jalan Veteran No.69 (depan Pabrik PT Semen Gresik) kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Rumah Makan Pak Elan didirikan pada tahun 1956, setahun sebelum berdirinya pabrik PT. Semen Gresik.Rumah Makan Pak Elan ini didirikan oleh Alm. H. Elan. Rumah makan ini dikelola oleh sepasang suami istri yaitu Alm. H. Elan an Alm. Hj. Misrati. Awal mulanya Pak Elan menjual minuman legen, lambat laun ada seorang konsumen yang mencari makan, kemudian pak elan menawari konsumen tersebut bandeng dan respon dari konsumen tersebut sangat bagus akhirnya dari mulut ke mulut bandeng Pak Elan pun mulai terkenal menjual ikan bandeng dan minuman legen.
Tidak hanya itu semakin lama variasi menu juga semakin beragam yang awalnya hanya menjual es legen dan bandeng saja, kemudian muncul menu bandeng goring tanpa duri, bandeng bakar tanpa duri, bandeng asap tanpa duri, bandeng otak-otak goreng dan bakar, dan masih banyak menu menu lainnya. Dengan berjalannya waktu, warung Pak Elan berubah menjadi Rumah Makan karena banyaknya konsumen yang datang.
Seiringnya waktu, Rumah Makan Pak Elan membuka cabang di kota Gresik juga yaitu Rumah Makan Pak Elan 2 namun pengelolaan dan manajemen berbeda karena Rumah Makan Pak Elan 2 dikelola oleh salah satu putri Pak Elan. Sedangkan Rumah Makan Pak Elan saat ini dikelola oleh generasi ke-3 yaitu cucu-cucu dari Pak Elan.Dan sampai saat ini, masih terjaga rasa keasliannya.

3.2 Tahap Kegiatan Logistik
 Inbound Logistic Rumah Makan Bandeng Pak Elan
Seperti yang dijelaskan pada landasan teori diatas bahwa proses inbound adalah proses dimana bahan baku bisa sampai pada perusahaan. Pada rumah makan pak elan banyak sekali supplier yang beragam sesuai dengan bahan baku, sebagai berikut :
 Bandeng
Rumah Makan Bandeng Pak Elan mendapatkan bahan baku mentah yaitu berupa ikan bandeng tanpa duri yang baik dan segar dari supplier. Bandeng yang dipakai RM Pak Elan pun disuplai oleh petani tambak dari Ujung Pangkah, wilayah pesisir Gresik yang dekat dengan Laut Jawa. Bandeng dari wilayah ini tergolong bandeng ikan air payau (campuran antara air tawar dan air laut). Lebih tepatnya bertempat di beradadi Gresik lebih di daerah Mengare. Dalam merima bahan baku bandeng dari supplier rumah makan pak elan tidak sebarangan karena kualitas ddari bandeng benar-benar sangat di jaga. Maka dari itu rumah makan pak elan memberikan syarat-syarat bandeng yang berkualitas baik yaitu sebagai berikut :
Parameter Ikan Segar Bermutu Tinggi Ikan Segar Bermutu Rendah
Mata Cerah, bola mata menonjol, kornea jernih Bola mata cekung, pupil putih susu
Insang Warna merah cemerlang, tanpa lender Warna kusam, dan berlendir
Lendir Lapisan lender jernih, transparan, mengkilat cerah, belum ada perubahan warna Lender berwarna kekuningan sampai coklat tebal, warna cerah hilang, pemutihan nyata
Daging dan Perut Sayatan daging sangat cemerlang,
berwarna asli, tidak ada pemerahan sepanjang tulang belakang, perut utuh, ginjal merah terang, dinding perut dagingnya utuh, bau isi perut segar Sayatan daging kusam, warna merah jelas sepanjang tulang belakang, dinding perut membubar, bau busuk
Bau Segar, bau rumput laut, bau spesifik menurut jenis Bau busuk
Konsistensi Padat, elastis bila ditekan dengan jari, sulit menyobek daging dari tulang belakang Sangat lunak, bekas jari tidak mau hilang bila ditekan, mudah sekali menyobek daging dari tulang belakang

Setelah memastikan bahwa ikan tersebut layak dan memenuhi persyaratan tersebut, baru lah pihak internal dari rumah makan melakukan kerja sama dengan pemilik supplier tersebut. Dalam perjanjian kontrak antara supplier dan pihak internal Rumah Makan Bandeng Pak Elan berisi persyaratan bahwa biaya transportasi ikan bandeng ditanggung oleh supplier. Setelah melakukan persetujuan dari masing-masing pihak barulah ikan bandeng diantarkan dengan menggunakan mobil pick up. Namun sekitar 15 tahun lalu alat transportasi yang digunakan oleh supplier ikan bandeng adalah sepeda motor. Namun sekarang sepedamotor tidak lagi digunakan. Jadi alat transportasi dalam pemesanan ikan bandeng dari suplier menuju Rumah Makan Bandeng Pak Elan adalah mobil pick up. Dalam 1satu hari jumlah pemesanan ikan bandeng segar kurang lebih 100 ekor per harinya. Dan dalam rumah makan badeng pak elan hanya menggunakan satu supplier saja, meskipun hanya menggunakan satu supplier saja rumah makan bandeng pak elan tidak banyak mengalami masalah karena supplier sudah dipercaya sejak lama.
 Legen
Legen adalah usaha pertama yang dimulai oleh Alm. H. Eland an istrinya, oleh karena itu legen merupakan salah satu menu andalan dari rumah makan bapak elan. Tidak lengkap kalo tidak minum air legen apabila berkunjung di gersik. Maka dari itu rumah makan pak elan selalu menyediakan legen dengan kualitas terbaik. Setiap pagi legen dikirim oleh supplier, Supplier legen berasal dari Gresik daerah desa Indro. Pengirimannya dilakukan dengan menggunakan mobil pick up. Biaya pengiriman legen dibebankan pada supplier jadi pihak rumah makan pak elan tidak perlu lagi membayar ongkos trasportasi.
 Minuman
Selain legen yang dijual oleh rumah makan pak elan ada juga minuman-minuman yang biasanya selalu ada pada rumah makan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang beragam. Minuman tersebut adalah minuman yang diproduksi pleh pabrik seperti : coca cola, Fanta, sprite, teh pucuk, aqua, minute maid pulpy, pocari, dll. Minuman-minuman tersebut langsung di supply dari pabriknya. Pengirimannya menggunakan mobil, dan pembayarannya dialakukan langsung sewaktu barang datang. Namun pemesanan minuman-minuman tersebut tidak rutin jadi hanya dilakukan pemesanan apabila barang hampir habis karena menu minuman utama adalah legen.
 Bahan penunjang
Rumah makan pak elan adalah rumah makan yang dapat di bilang cukup besar maka dari itu sembako tidak lagi dibeli pada pasar tradisional melainkan ada supplier yang mensupply. Bahan-bahan tersebut biasanya dibutukan dalam jumlah yang cukup besar. Yaitu Beras,telur, gula, minyak goreng, kacang tanah, kecap biasanya di supply 1 minggu sekali. Beras, telur, gula, minyak goreng dan kacang tanah di kirim oleh supplier biasa atau dapat dikatakan supplier kecil yang berasal dari kota gersik. Biasanya jumlah pengiriman beras dalam satu minggu 175kg , gula 250kg, minyak goreng 90kg ,kacang 50kg dan biaya pengiriman ditanggung oleh supplier. Kalo kecap rumah makan pak elan langsung mengambil dari salah satu pabrik kecap yang ada di gersik, pengirimannya dalam 1 minggu adalah 14 krat (dalam 1 kratnya berisi 24 botol) dikirim oleh sopir pabrik dan tidak ada biaya transportasi.
 Bahan tambahan
Bahan tambahan yang dimaksud adalah seperti bahan-bahan pelengkap yaitu bumbu-bumbu dapur, tempe, tahu, dan sayur mayur. Untuk bahan-bahan ini tidak ada proses pengiriman. Tetapi karyawan atau pihak rumah makan pak elan melakukan proses belanja sendiri kepasar tradisional yang berada di gersik yaitu pasar sidomoro. Proses belanja atau seringkali kita sebut dengan kulaan ini dilakukan oleh pihak rumah makan pak elan setiap hari, dengan proses pembayaran langsung (ada barang uang diserahkan).
 Jajanan lain
Pada rumah makan pak elan juga menyediakan makanan-makanan yang tidak diproduksi sendiri. Seperti jajanan khas gresik seperti pudak, jenang, jenang jubung, jenang wijen, kerupuk ikan, keripik tempe, keripik gayam. Makanan-makanan tersebut merupakan titipan dari orang, jadi orang mengirim ke rumah makan pak elan untuk dijual. Sistem pembayaranya adalah setelah produk itu laku terjual barulah uang diberikan, jadi dalam beberapa hari atau minggu si penitip akan kembali untuk mengambil uang dari produk atau makanan yang sudah terjual dan apabila makanan tidak laku atau cacat, maka makanan tersebut akan diambil oleh si penitip tanpa harus membayarnya dan akan dititipi barang atau produk makanan yang baru lagi bila diminta atau di ijinkan.

 Conversion Logistic
Dari proses inbound tadi semua bahan yang diambil dari supplier yang berbeda-beda akan di periksa kualitasnya apakah sesuai dengan permintan atau tidak, apabila barang yang dipesan atau diminta tidak sesuai jumlah pesanan dan ada yang cacat maka barang tersebut akan dikembalikan kepada supplier dan mendapat ganti dengan barang yang sesuai dengan permintaan. Tetapi ada pengercualian untuk bahan tambahan yang didapat dari belanja dipasar apa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan dan tidak dapat ganti rugi kalo cacat karena saat belanja langsung sudah melihat kondisi barang. Setelah itu barulah bahan-bahan yang sudah ada diproses .
 Bandeng
Bandeng yang sudah ada pertama-tama dicuci hingga bersih kemudian Sebelum diolah, semua bagian duri dipisahkankan lebih dulu hingga bandeng tak berduri lagi. Karena ciri khas dari rumah makan pak elan adalah menyajikan bandeng tanpa duri. Setelah bandeng bersih dari duri barulah masing-masing dimasak sesuai dengan menu-menu yang ada.
• Bandeng goreng tanpa duri, untuk menu ini bandeng yang sudah dibersihkan dari durinya lalu diolah dan diberi bumbu-bumbu, dan digoreng seperti biasa.
• Bandeng bakar tanpa duri, untuk menu bandeng bakar sisiknya tetap dibiarkan sebagai pelindung supaya bagian dagingnya tidak rusak saat ikan dipanggang. Pada saat dipanggang, ikan bandeng ini akan mengeluarkan minyak ikan dari dagingnya yang membuat cita rasanya menjadi sedap.
• Bandeng asap tanpa duri, bandeng yang dimatangkan dengan cara diasap. Awalnya, sisik ikan bandeng basah dibersihkan hingga halus. Kemudian isi perut dan insangnya dikeluarkan agar tidak menimbulkan bau. Bagian dalam bandeng juga dibersihkan sehingga tidak ada darah yang tersisa.
Selanjutnya ikan bandeng yang sudah bersih direndam dalam air garam selama 2 jam, hingga meresap ke seluruh daging. Setelah itu, bandeng dibilas agar tidak terlalu asin. Kemudian bandeng ditiris untuk mengeluarkan air garam. Lalu bagian perutnya disanggah dengan lidi agar asap dapat masuk ke bagian dalam perut. Setelah itu bandeng diasapkan selama 3 jam. Api terlebih dahulu dipastikan hanya menyisakan bara. Kemudian disiram serbuk kayu sehingga menimbulkan asap. Untuk menghasilkan bandeng asap warna kuning, maka serbuk kayu yang digunakan harus berwarna kuning. Setelah asap mengepul, bandeng dimasukkan dan tungku ditutup. Setiap jam serbuk kayu disiramkan agar tungku terus berasap.
• bandeng otak-otak goreng dan bandeng otak-otak bakar, Untuk otak-otak, setelah durinya dibuang, bagian dagingnya dikeluarkan sehingga tinggal tersisa bagian selongsong kulitnya. Setelah itu bagian daging ini dibumbui bersama telur kemudian dimasukkan lagi ke dalam selongsong kulit, lalu dipanaskan dengan dijepit menggunakan sepasang bilah bambu.
• bandeng rebus, untuk bandeng rebus sesuai dengan judulnya pengolahannya dengan mengunakan perebusan. Tanpa melalui proses penggorengan.
• bandeng dadar telur, untuk menu bandeng dadar telur menggunakan telur sebagai salah satu bahan utamanya. Jadi bandeng yang sudah bersih dan dicampuri dengan bumbu-bumbu dicampur kembali dengan menggunakan telur.

 Legen dan Minuman
Setelah legen di terima dari supplier legen langsung diolah dengan dicampurkan atau diracik dengan bebarapa bahan tambahan. Sedangkan untuk minuman yang tidak diproduksi sendiri seperti fanta, coca-cola, sprite, dan lain lain setelah diterima dari supplier minuman-minuman tersebut ditata pada kulkas pendingin. Dan sebagian dari sisanya disimpan dibelakang untuk persediaan.
 Bahan penunjang dan Bahan tambahan
Untuk bahan penunjang seperti nasi dimasak setiap hari dalam jumlah yang cukup besar, jadi tidak diketahui berapa yang dimasak setiap harinya karena apabila nasi tinggal sedikit maka pegawai akan langsung memasak ulang. Sedangkan untuk gula, kecap , minyak digunakan untuk proses pemasakan lainnya, gula untuk penambah bumbu dan minuman, kecap untuk membuat sambel dan campuran masakan lainnya, dan minyak untuk menggoreng bandeng atau bahan lainnya. Bahan tambahan seperti tempe atau tahu bisa digoreng atau diolah menjadi masakan lainya, sayur mayur seperti kangkung atau kecambah di masak menjadi urap-urap dan ada lagi sayur yang dibuat sayur asem dan menu-menu lainnya. Rempah-rempah biasanya cara pengeolahannya diblender untuk dijadikan bumbu menu masakan.
 Jajanan lain
Sama seperti minuman yang tidak diproduksi sendiri jajanan lain yang merupakan titipan dari orang setelah datang atau di kirim ke rumah makan pak elan langsung di tata di italase yang sudah disediakan khusus.

 Outbound Logistic
Outbound logistic adalah proses dimana barang jadi dikirim pada distributor lalu sampai pada end user. Karena rumah makan pak elan bukanlah pabrik atau perusahaan yang memproduksi barang, maka dari itu rumah makan pak elan melayani langsung pada end user (konsumen akhir).
Bandeng goreng, bakar, dan otak-otak ini merupakan menu utama di rumah makan pak elan. Untuk semua menu ini, semua bandeng dipajang dalam keadaan matang. Saat pembeli datang, ia tinggal menunjuk saja bandeng yang ia inginkan. Lalu pelayan akan memanaskannya kembali sehingga semua menu dijamin disajikan dalam keaadaan hangat. Pada rumah makan pak elan bandeng tidak dijual sepotong-sepotong, satu ekor bandeng ini tidak untuk dimakan satu orang karena memang ukurannya yang besar. Biasanya satu ekor untuk berdua atau bertiga. Namun pembeli bisa minta pelayan untuk menyajikan sebagian saja makan di tempat. Selebihnya bisa dibungkus untuk dibawa pulang. Untuk Legen ini disajikan secara tradisional menggunakan bumbung (tabung dari batang bambu). Ciduknya berupa tempurung kelapa kecil bergagang.
Untuk menu-menu lain yang di tawarkan sangat beragam berikut adalah daftar menunya :

Bandeng Goreng Tanpa Duri Rp. 45.000;
Bandeng Bakar Tanpa Duri Rp. 45.000;
Bandeng Asap Tanpa Duri Rp. 45.000;
Bandeng Otak-otak Goreng Rp. 45.000;
Bandeng Otak-otak Bakar Rp. 45.000;
Bandeng Rebus Rp. 23.000;
Bandeng Dadar Telur Rp. 28.000;
Bandeng Presto Rp. 35.000;
Sate Kerang 1 Porsi (5 tusuk) Rp. 15.000;
Tahu Telur Rp. 15.000;
Nasi Putih Rp. 6.000;
Lalapan/S. Asem/S. Urap Rp. 10.000;
Pepes Telur Ikan Rp. 7.000;
Sambal Terasi Rp. 5.000;
Ayam Goreng Rp. 15.000;
Tempe/Tahu Goreng (5 biji) Rp. 8.000;

Daftar Menu Minuman
Legen per bumbung Rp. 25.000;
Legen per ½ bumbung Rp. 12.500;
Legen 1 liter Rp. 12.500;
Legen 2,5 liter Rp. 36.500;
Legen 5 liter Rp. 75.000;
Es legen 1 gelas Rp. 6.000;
es batu 1 gelas Rp. 1.500;
es jeruk/jeruk murni Rp. 7.500;/15.000;
Es Teh Manis/Teh Manis Hangat Rp. 4.000;/3.000;
Es Teh Tawar/Teh Tawar hangat Rp. 3.000;/2.000;
Sinom 1 botol/gelas Rp. 15.000;/5.000;
Beras kencur 1 botol/1 gelas Rp. 18.000;/6.000;
Soda gembira/mega mendung Rp. 10.000;
Es sirup Rp. 5.000;
Wedhang jahe Rp. 7.500;
Es Susu Rp. 3.500;
Teh botol sosro Rp. 3.500;
aqua gelas Rp. 1.000;
Aqua botol 625 ml Rp. 3.500;
Flow Rp. 3.500;
Susu bendera Rp. 4.000;
Kaki 3 kaleng Rp. 6.000;
Pulpy orange Rp. 7.000;
Freshtea Rp. 6.000;
Pocari Sweat Rp. 6.000;
Fanta/coca cola/sprite Rp. 5.000;
Teh pucuk Rp. 3.500;
kopiko Rp. 6.000;

3.3 Banyak tekanan-tekanan yang dihadapi dalam manajemen logistic, namun rumah makan pak elan mampu untuk mengatasinya dengan cara :
 Responsiveness (Responsif)
Menghadapi berbagai keinginan konsumen yang semakin lama semakin tinggi dan banyak variannya, serta keinginan konsumen yang ingin serba cepat. Rumah makan pak elan mampu mengatasinya terbukti yang dari awalnya hanya menjual legend an bandeng sekarang menyajikan beragam varian menu sesuai dengan yang diharapkan konseumen.

 Reliability (Keandalan)
Untuk keandalannya rumah makan pak elan tidak dapat diragukan lagi, semuanya dapat dikelolah dengan baik dari supplier sampai ke end user karena saat menerima barang dari supplier barang tersebut di check terlebih dahulu apakah sesuai pesananan atau tidak, kalo tidak maka barang akan dikembalikan pada supplier. Dan dalam prosesnya rumah makan pak elan benar-benar memberikan atau menyajikan masakan yang enak pada konsumen. Terbukti dari 58 tahun rumah makan pak elan tetap terkenal.
 Relationships (Hubungan)
Rumah makan pak elan sangat mengutamakan menjaga hubungan dengan suppliernya, pemilik rumah makan pak elan bersikap sangat ramah pada stiap supplier. Terbukti dari supplier bandeng meskipun hanya ada 1 supplier tetapi supplier tersebut sangat loyal dan hasil dari hubungan yang dijalin oleh pemilik rumah makan pak elan tersebut supplier bandeng tidak pernah telat dalam mengirim dan tidak pernah mengalami kekurangan bahan. Tidak hanya dengan supplier saja pemilik rumah makan pak elan menajalin hubungan baik dengan konsumen atau pelanggan juga sangat ramah. Sehingga pelanggan senang makan disana dan ingin terus kembali lagi, tidak hanya itu berkat dari kepuasan konsumen rumah makan pak elan mendapat promosi gratis yaitu dari pelanggan yang merasa puas tersebar dari mulut ke mulut sehingga banyak orang yang ingin mencoba makan di rumah makan pak elan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang kami dapat adalah dalam mempelajari supply chain management kita mempelajari yang namanya manajemen logistic. Dalam manajemen logistic ada proses yang disebut inbound, conversion, dan outbound. Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi salah satu sumber keunggulan kompetitif yang dapat menciptakan dasar-dasar kesuksesan dalam kompetisi di pasar perusahaan. Dan juga dibutuhkan hubungan baik antara perusahaan dan supplier dan juga perusahaan ke distriburtor.
4.2 Rekomendasi
Tetap menjaga hubungan baik dengan konsumen dan juga supplier karena dengan adanya hubungan baik yang terjalin maka baik supplier maupun konsumen akan tetap loyal kepada rumah makan pak elan. Selain itu yang sangat penting diperhatikan adalah bahwa layanan akan sangat menentukan dalam membedakan antara perusahaan (rumah makan) yang satu dan yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://aa-logistik.blogspot.com/2009/12/bagaimana-mengelola-logistik-dengan.html#more
http://www.ebizzasia.com/0212-2003/q&a,0212.html
http://noenkcahyana.blogspot.com/2010/10/jika-anda-dalam-perjalanan-ke-gresik.html
http://id.openrice.com/other/mobile/sr2.htm?shopid=24371
http://wisatakuliner.com/kuliner/tempat-makan/item/rumah-makan-bandeng-pak-elan.html
http://pesonagiri.blogspot.com/2011/02/rm-pak-elan-hingga-generasi-ketiga.html
http://rachmira.blogspot.com/2011/02/bandeng-pak-elan-gresik.html

LAMPIRAN

Bandeng otak-otak goreng bandeng bakar

Sayur urap urap bandeng otak otak bakar

Bandeng rebus tanpa duri bandeng goreng tanpa duri

Sate kerang sinom

Legen

Tempat rumah makan pak elan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *