Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami
Mata Kuliah : Ilmu Alamiah Dasar
Dosen pengampu : Hafiz Mubarak, S. Th. i, M. Pd. i
Disusun oleh:
Rosyida kholifatun (1601422200)
Nurul Adha (1601451198)
Noor Azizah (1601452274)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN
FAKULTAS USHULUDDIN DAN HUMANIORA
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Allah SWT menciptakan alam semesta ini begitu sempurna, sehingga sudah sepatutnya juga kita ikut menjaganya. Di alam semesta ini sangatlah banyak bagian-bagian yang berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup didalamnya dan keterkaitan antara makhluk hidup itu sendiri dengan lingkungannya.

B. Rumusan Masalah
• Bagaimana makhluk hidup dalam ekosistem alami ?
• Bagian-bagian apa saja yang berkaitan dengan makhluk hidup dalam ekosistem alami?

C. Tujuan pembuatan makalah
Didalam pembahasan makalah kami, kami ingin memaparkan bagaimana makhluk hidup dalam ekosistem alami dan bagian-bagian yang berkaitan dengan ekosistem alami itu sendiri, seperti pengertian-pengerian dan bagian-bagian yang berkaitan dengannya, baik dari segi biotik dan abiotiknya. Maka dari itu, kami berusaha menyusunnya sebaik mungkin supaya dapat dipahami mengenai makhluk hidup dalam ekosistem alami oleh para pembaca.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Ekosistem
Tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas adalah ekosistem. Tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan saja, tetapi juga segala bentuk materi yang melakukan siklus dalam sistem itu, dan energi yang menjadi sumber kekuatan bagi ekosistem. Sinar matahari merupakan sumber energi dalam sebuah ekosistem, yang oleh tumbuhan dapat diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Kemampuan tumbuhan menyerap berbagai bahan mineral dari tanah, yang seterusnya diolah dalam proses metabolisme. Semua jaringan hidup, baik hewan maupun tumbuhan akan mati, jatuh ketanah sebagai sampah, dan menajadi bahan makanan bagi aneka ragam mikroba tanah. Jadi dalam tanah itu dapat juga dijumpai dua jenis mikroba, yaitu mikroba pembusuk dan mikroba pengurai.

B. Komponen Penyusun Ekosistem
1. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan sekelompok benda tak hidup baik secara kimia ataupun fisik yang menjadi medium atau tempat hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik dapat berupa senyawa organik, senyawa anorganik, dan faktor-faktor memengaruhi distribusi organisme.

1. Air
Air merupakan faktor abiotik yang sangat penting untuk menunjang suatu kehidupan. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan air. Kurang lebih 80-90% tubuh makhluk hidup tersusun dari air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan.

2. Udara
Hewan dan manusia menggunakan oksigen yang terdapat diudara untuk bernapas dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) ke Udara. Tumbuhan mengambil karbon dioksida dari udara untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen sebagai sebagai produk sampingnya.

3. Cahaya matahari
Tumbuhan dapat melangsungkan proses fotosintesis karena adanya cahaya matahari. Proses fotosintesis menghasilkan bahan organik yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri, hewan, dan manusia sebagai sumber makanannya.

4. Tanah
Tanah berfungsi sebagai tempat hidup sekaligus tempat berpijak berbagai makluk hidup dalam suatu ekosistem.

5. Topografi
Adalah suatu letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan laut atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang. Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembapan. Tekanan udara, dan suhu udara. Oleh karena itu, topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap distribusi makhluk hidup terutama tumbuhan.

6. Iklim
Merupakan keadaan cuaca rata-rata disuatu tempat yang luas dalam waktu yang lama (sekitar 30 tahun) yang terbentuk oleh interaksi sebagai komponen abiotic seperti kelembapan udara, suhu, curah hujan, dan cahaya matahari.

7. pH (derajat keasaman)
pH biasa digunakan untuk menggambarkan derajat keasaaman atau kebasaan suatu tanah atau air.

2. Komponen Biotik
Komponen biotik terdiri atas semua jenis makhluk hidup. Menurut peran dan fungsinya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi prosusen, konsumen, dan pengurai.

C. Fungsi Komponen-Komponen ekosistem
Fungsi komponen ekosistem dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Autortrofik : auto berarti sendiri, trofik berarti menyediakan makanan, jadi berarti organisme yang dapat mengintensiskan makanannya sendiri atau dapat menyediakan makanannya sendiri.
b. Heterotrofik : organisme yang hanya dapat memanfaatkan bahan makanan yang disediakan oleh organisme lain.

D. Ekologi Sebagai Dasar Ilmu Lingkungan
Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu lingkungan.

1. Individu
Individu ialah suatu struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk. Misalnya: pohon jambu, pohon pisang, jahe, rumput, dan sebagainya. Setiap pohon disebut individu. Dengan demikian kita katakana: individu pisang, individu jambu, individu jahe, dan sebagainya.

2. Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sebuah species, yang mempunyai potensi untuk berbiak silang antar satu individu dengan individu lain. Misalnya: meskipun banteng Ujung Kulon dan banteng di Penanjung Pengandaran, Baluran (Jatim), sama speciesnya yaitu Bos Javanicus, jadi karena potensinya untuk berbiak silang dihalangi oleh jarak yang jauh, tiga kumpulan banteng itu merupakan tiga populasi.

3. Komunitas
Komunitas ialah beberapa kelompok makhluk yang hidup bersama-sama dalam suatu tempat yang bersamaan. Misalnya: populasi semut, populasi kutu daun dan pohon tempat mereka hidup membentuk suatu masyarakat atau suatu komunitas.

4. Ekosistem
Ekosistem merupakan interaksi anatara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya bersifat khusus. Jadi, setiap lingkungan memiliki ekosistem yang berbeda.
Berdasarkan proses terbentuknya ekosistem dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Ekosistem alami, yaitu ekosistem yang trebentuk secara alami. Misal: ekosistem hutan, laut, sungai, dan rawa.
Ekositem alami merupakan ekositem yang komponen- komponennya lebih lengkap, tidak memerlukan pemeliharan atau subsidi energi karena dapat memelihara dan memenuhi sendiri, dan selalu dalam keseimbangan. Ekosistem ini lebih mantap, tidak mudah terganggu, tidak mudah tercemar, kecuali jika ada bencana alam. Ekositem alami juga dibentuk secara sendiri tanapa campur tangan manusia.

Berbagai bentuk ekosistem alami, antara lain:
1. Ekosistem darat
2. Ekosistem air tawar (danau dan sungai), terbagi menurut kedalamannya:
a. Zona tepi/z. Litoral, paling kaya penghuni di tepi terdapat pohon yang akarnya mencapai dasar tepi danau, tumbuhan leli dan paku yang mengapung. Hewannya: arthropoda, larva nyamuk, cacing, katak, dan ular
b. Zona tengah/z. Limnetik, masih bisa ditembus matahari, terdapat fitoplankton, ikan karnivor, ikan herbivor dan ular.
c. Zona dasar/z. Profundal terdapat di bawah z. Tengah , hanya terdapat jamur, bacteri pengurai, dan ikan pemakan sisa organisme mati.
3. Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
4. Ekosistem air laut (estuari, pesisir dan lautan). Zona laut berdasarkan kedalamannya terbagi atas:
a. Daerah litoral: daerah yang berbatasan dengan darat
b. Daerah neritik, dalamnya ± 200m dpl.
c. Daerah batial, dalamnya 200-1500m dpl. Daerah ini masih dapat ditembus sinar matahari (daerah fotik)
d. Daerah abisal, daerah yang kedalamannya lebih dari 1500m dan tidak dapat ditembus cahaya matahari (daerah afotik).

2) Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang dibentuk secara sengaja oleh manusia. Misal: ekosistem sawah, kolam, dan kebun.

5. Bioma
Bioma adalah sistem ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomi. Misalnya bioma hutan hujan tropis.

6. Biosfer
Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antar mereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) bumi.

E. Interaksi Antar Komponen Biotik yang Terjadi dalam Ekosistem
a. Hubungan Netral
Merupakan hubungan yang tidak saling mempengaruhi.

b. Hubungan Simbiosis
Yaitu hubungan sangat erat antara dua jenis organisme yang hidup saling berdampingan.
• Simbiosis Mutualisme
Yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang saling menguntungkan. Misalnya interaksi antara jamur dengan akar tumbuhan yang membentuk mikoriza.
• Simbiosis Komensalisme
Yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang menguntungkan salah satu organisme, tetapi organisme yang lain tidak diuntungkan dan dirugikan. Misalnya interaksi antara ikan hiu dan ikan remora.
• Simbiosis Parasitisme
Yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang merugikan salah satu pihak, sedangkan pihak yang lain diuntungkan. Misalnya interaksi antara cacing perut dan Manusia.

c. Hubungan Kompetisi
Merupakan jenis interaksi antar organisme yang saling bersaing karena memiliki hubungan yang sama, misalnya kompetisi beberapa jenis burung di hutan yang memakan jenis serangga yang sama.

d. Hubungan Predasi
Yaitu hubungan antara organisme yang memangsa dengan organisme yang dimangsa, misal antara hubungan harimau dengan rusa.

F. Hubungan Ekosistem Dalam Al-Qur’an
Keseimbangan ekosistem perlu ada penjagaan dan pengawasan dari manusia sebagai kholifah dibumi, karena bumi diciptakan dalam kondisi seimbang atau ideal. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Hajj ayat 63, yang artinya:
“Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu menjadikan bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui”.

Ayat ini menjelaskan bahwa alam diciptakan dalam kondisi hijau, namun sekarang kerusakan alam (keseimbangan ekosistem berubah) karena ulah manusia.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Keseimbangan ekosistem yang ada sepatutnya kita jaga agar tidak punah. Ekosistem juga memiliki komponen-komponen tersendiri, seperti komponen Abiotik dan Biotik yang dalam komponen Abiotik terdapat air, udara, cahaya matahari, tanah, topografi, iklim dan derajat keasaman, sedangkan yang terdapat dalam komponen Biotik adalah Produsen, konsumen, dan pengurai. Dalam Al-qur’an juga telah disebutkan tentang untuk menjaga keseimbangan alam dalam kehidupan. Karena Allah menciptakan alam ini dengan kondisi yang seimbang dan ideal. Alam diciptaan untuk dijaga bukan dirusak.

Daftar Pustaka
Hariwijaya Soewandi, dkk,Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Ghalia Indonesia
http://nurilmiyati-iad.blogspot.co.id/2011/03/5-makhluk-hidup-dalam-ekosistem-alami.html
http://vieta-account.blogspot.co.id/2012/07/iad-makhluk-hidup-dalam-ekosistem-alami.html
http://Global.blogspot.co.id
Maskoeri Jasin,Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: PT Raja Grafindo, 1995
Muhammad Lutfhi Hidayat, Dewi Retnaningrati,Biologi, Klaten: PT Intan Pariwira

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *