I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sifat fisik bahan yang berpengaruh terhadap desain hoper adalah angle of repose. Sifat ini adalah saifat teknik dari suatu bahan yang berbentuk granular. Jika suatu bentuk bahan granular dituang dalam suatu permukaan horizontal maka akan berbentuk suatu gundukan berbentuk kerucut. Sudut antara permukaan horizontal inilah yang disebut dengan angle of repose.
Sifat fisik buah dan sayur sering diamati yaitu warna, aroma, rasa, bentuk, berat, ukuran dan kekerasan. Biasanya dalam praktek sehari-hari. Sifat fisik ini diamati secara subjektif, sedangkan berat ditentukan secara objektif dengan menggunakan timbangan sedangkan ujicoba kimia dapat dilakukan terhadap PH, total asam, padatan terlarut (soloble solid), dan vitamin C.
Bahan pertanian yang bervariasi bentuknya sangat susah dihitung dengan persamaan tiap-tiap buah dan sayuran memiliki sifat fisik yang berbeda. Perbedaan tingkat kematangan juga menyebabkan berbedanya sifat fisik dan kimia, fermentasi, radiasi dan perlakuan lainnyadari semua proses. Dan pemanasan merupakan proses yang paling banyak diterapkan.

B. Tujuan Praktikum
 Membandingkan hasil setiap bahan dengan mengggunakan rumus tangen untuk menentukan sudut yang terbentuk pada pengukuran static angle of repose.
 Membandingkan hasil setiap bahan pada pengukuran builk density.

II. Tinjauan Pustaka

Densitas merupakan jumlah massa persatuan volum. Sementara densitas bulk adalah hitungan kotor berat jenis secara total atau rata-rata persatuan. Penentuan densitas bulk bisa dengan menggunakan aplikasi sinar gamma. Sinar gamma yang dimaksud adalah sinar gamma yang bisa kita analisa untuk menghitung densitas yaitu efek hamburan copmton dan efek serapan fotolisarile. Sebagai aturan dasar adalah semakin banyak kandungan elektron suatu materi maka semakin tinggi nilai densitas meteri tersebut. (Gillan, 1993).
Sifat fisik buah dan sayur sering diamati yaitu warna, aroma, rasa, bentuk, berat, ukuran dan kekerasan. Biasanya dalam praktek sehari-hari. Sifat fisik ini diamati secara subjektif, sedangkan berat ditentukan secara objektif dengan menggunakan timbangan sedangkan ujicoba kimia dapat dilakukan terhadap PH, total asam, padatan terlarut (soloble solid), dan vitamin C, apabila buah-buahan menjadi matang, maka kandungan gulanya meningkat, tapi kandungan asamnya menurun. (Winarno, 2002).
Bahan pertanian yang bervariasi bentuknya sangat susah dihitung dengan persamaan tiap-tiap buah dan sayuran memiliki sifat fisik yang berbeda. Perbedaan tingkat kematangan juga menyebabkan berbedanya sifat fisik dan kimia, fermentasi, radiasi dan perlakuan lainnyadari semua proses. Dan pemanasan merupakan proses yang paling banyak diterapkan. (Astawan, 1999)
Pemilihan bahan baku hasil tanaman harus memperhatikan proses masak dan tuanya hasil tanaman. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam memilih bahan baku, seperti masih terlalu muda atau sudah kelewat masak sehingga akan menurunkan kualitas produk. Proses menjadi masak dan tuanya hasil tanaman banyak dihubungkan dengan timbulnya etilena perubahan zat-zat tertentu dan perubahan fisik hasil tanaman. (Pastastico, 1975).

III. PROSEDUR PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Senin/18 Mei 2009
Tempat : Laboratorium Teknik Pasca Panen, Jurusan Teknik Pertanian
Fakultas Pertanian-Unsyiah

B. Alat dan Bahan

Alat Bahan
Gelas Ukur Santan
Pemusing
Diknometer
Timbangan Analitik

C. Cara Kerja
1. Pengukuran static engle of repose:
Bahan

Dibahan dipisahkan dari kotoran dan dipilih bahan yang sejenis
Dicurahkan bahan dari ketinggian 30 cm sehingga menjadi dundukan berbentuk kerucut.
Dibuat lingkaran dengan menggunakan pensil pada bagian dasar kerucut
Ditentukan diameter (D1, D2, D3,….) kemudian ditentukan rata-ratanya
Ditentukan jari-jari lingkaran
Ditentukan jari-jari kerucut menggunakan lidi
Di gunakan rumus tangen untuk menentukan sudut yang terbentuk
Dibandingkan hasilnya setiap bahan.
Hasil

2. Pengukuran bulk density:
Bahan

Dibahan dipisakan dari kotoran dan dipilih bahan yang sejenis
Disiapkan wadah yang telah diketahui volumenya
Dimasukkan bahan kedalam wadah tersebut sampai penuh
Ditimbang bahan tersebut
Dihitung densitas bulk dengan cara membagi berat bahan dengan volume bahan
Diukur densitas solit masing-masing bahan dengan gelas ukur dan ditimbang
Dihitung porositas bahan dengan persamaan 1
Dibandingkan hasilnya setiap bahan.

Hasil
IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisa Data
1. Pengukuran bulk density
 Mengukur volume balok
p = 24,5 cm, l =10,5 cm, t =2 cm
Maka,

2. Pengukuran angle of repose
 Mengukur volume kerucut

D = 22 cm
t = 5 cm, D =22 cm r =11 cm
Maka,
0,45 = 24,220

3. Menghitung Porositas

C. Pembahasan
Volume dan kepadatan (density) berbagai produk pertanian berperan sangat penting dalam berbagai teknologi proses dan dalam evaluasi kualitas produk. Volume dan kepadatan obyek-obyek yang besar seperti buah-buahan biasanya diukur dengan metode perpindahan air.
Berdasarkan hasil penelitian, densitas medium sangat berpengaruh pada kualitas kernel yang dihasilkan. Semakin besar densitas kernel yang dihasilkan semakin baik. Hal ini disebabkan densitas yang tinggi dapat menahan gaya jatuh gel, sehingga gerak jatuh gel lebih pelan dan reaksi gelasi lebih sempurna.
Analisis korelasi antara porositas dan densitas pada lapangan minyak dengan tiga lapisan di Formasi Talang Akar, mempunyai kecenderungan hubungan non-linier dengan fungsi eksponensial, serta memberikan hasil yang signifikan.
Luas permukaan bagian-bagian tertentu dari bahan pertanian sangat berperan penting dalam berbagai teknologi proses, dan berperan penting dalam menentukan hubungan tanaman-tanah-air. Luas permukaan biji-bijian dan buah-buahan juga sangat penting dalam tes-tes tertentu, misalnya dalam pengukuran respirasi, dalam penentuan warna dan pemantulan cahaya, dalam fenomena transfer panas, dll. Dalam perkembangan terakhir luas permukaan bahan, disamping warna, juga sangat menentukan dalam pengembangan image-sensor unatuk keperluan otomatisasi dan robotisasi mesin-mesin pertanian.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil analisa data dan pembahasan, maka dalam praktikum ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
Luas permukaan bagian-bagian tertentu dari bahan pertanian sangat berperan penting dalam berbagai teknologi proses, dan berperan penting dalam menentukan hubungan tanaman-tanah-air. Luas permukaan biji-bijian dan buah-buahan juga sangat penting dalam tes-tes tertentu, misalnya dalam pengukuran respirasi, dalam penentuan warna dan pemantulan cahaya, dalam fenomena transfer panas, dll. Dalam perkembangan terakhir luas permukaan bahan, disamping warna, juga sangat menentukan dalam pengembangan image-sensor unatuk keperluan otomatisasi dan robotisasi mesin-mesin pertanian.

B. Saran
1. Diharapkan alat-alat dan bahan praktikum yang bersangkutan dapat lebih lengkap lagi untuk memaksimalkan kegiatan praktikm seperti yang tercantum di dalam penuntun praktikum.
2. Diharapkan agar tata letak alat-alat di laboratorium lebih rapi dan telah terkelompokkan sesuai modul praktikum untuk kemudahan dan kenyamanan praktikum

DAFTAR PUSTAKA

Astawan, Made, 1999. Sifat Kimia. Penebar Swadaya. Jakarta

Gillan, 1993. Extraxtion dan Absorption. Product Line, Newyork

Pantastico, B, 1975. Fisiologi Pasca Panen. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Winarno, 2002. Fisiologi Lepas Panen Produk Holtikultura. M-Brio Press, Bogor