Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antar perubahan senyawa kimia. Reaksi kimia biasanya dikarakteristikkan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan suatu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Reaksi kimia bergerak menuju keseimbangan dinamis, dimana terdapat reaktan dan produk tetapi keduanya tidak lagi mempunyai kecenderungan untuk berubah. Reaksi terbentuk karena terbentuk gas, endapan, perubahan suhu dan perubahan warna. Reaksi terjadi bila partikel-partikel yang bertumbukkan mempunyai energy kinetik yang cukup. Selesainya satu reaksi kimia dapat dilihat karena suatu perubahan warna, perubahan itu dapat dihasilkan oleh larutan standarnya sendiri karena penambahan suatu zat yang disebut indikator, titik dimana terjadi perubahan warna indikator ini disebut titik akhir titrasi.

Reaksi kimia bergerak menuju keseimbangan dinamis, dimana terdapat reaktan dan produk tetapi keduanya tidak lagi mempunyai kecenderungan untuk berubah. Kadang-kadang konsentrasi produk jauh lebih besar dari pada konsentrasi reaktan yang belum bereaksi didalam campuran kesetimbangan mempunyai konsentrasi produk yang berarti. Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antar perubahan senyawa kimia. Reaksi kimia biasanya dikarakteristikkan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan suatu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. (Alkins. 1990)

Reaksi terbentuk karena terbentuk gas, endapan, perubahan suhu dan perubahan warna. Hal itu diperlihatkan dengan pengaturan koefisien reaksi, jenis dan jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi kimia. (Michael, 1995)

Supaya suatu reaksi dapat berlangsung, partikel atom atau molekul dari zat-zat yang bereaksi harus bertumbukkan satu dengan lainnya.Tidak semua bertumbukkan menghasilkan reaksi. Reaksi terjadi bila partikel-partikel yang bertumbukkan mempunyai energy kinetik yang cukup. (Petrucci. 1992)

Selesainya satu reaksi kimia dapat dilihat karena suatu perubahan warna, perubahan itu dapat dihasilkan oleh larutan standarnya sendiri karena penambahan suatu zat yang disebut indikator, titik dimana terjadi perubahan warna indikator ini disebut titik akhir titrasi. Secara ideal titik akhir titrasi seharusnya sama dengan titik akhir teoritis (titik ekuivalen).

—– SEMOGA BERMANFAAT —–

DAFTAR PUSTAKA

Alkins, DW. 1990. Kimia fisika. Erlangga. Jakarta.

Michael. 1995. Chemistry. Texas University. USA.

Sukmariah, dkk. 1990. Kimia Kedokteran.Binapura. Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *