EPIDEMIOLOGI
PENYAKIT TROPIK
KELOMPOK 3

PENYUSUN:
Berkat Nababan 25010113120035
Asfi Manzilah 25010113120110
Juli Arminta Sari K 25010113120174
Vrishelli Setiadi P 25010113130298
Dian Sutrisni 25010113130398
Kristian Yudhianto 25010113140312
Idha Setyowati 25010113140393

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEORO
2016

Menurut Leavel dan Clark yang disebut pencegahan adalah segala kegiatan yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung untuk mencegah suatu masalah kesehatan atau penyakit. Pencegahan berhubungan dengan masalah kesehatan atau penyakit yang spesifik dan meliputi perilaku menghindar (Romauli, 2009, p.134).
Pencegahan Suatu Penyakit merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan menggunakan berbagai cara tertentu yang bertujuan untuk menghindari timbulnya atau munculnya suatu berbagai macam penyakit pada diri seseorang. Usaha pencegahannya ada yang bersifat umum untuk berbagai penyakit seperti mengupayakan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, ada pula upaya khusus, misalnya dengan melakukan vaksin.
Tingkatan pencegahan penyakit menurut Leavel dan Clark ada 5 tingkatan yaitu (Maryati, 2009, p.146):
a. Peningkatan kesehatan (Health Promotion).
1) Penyediaan makanan sehat cukup kualitas maupun kuantitas.
2) Perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan.
3) Peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat antara lain pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja yang hamil diluar nikah, yang terkena penyakit infeksi akibat seks bebas dan Pelayanan Keluarga Berencana.
b. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit tertentu (Spesific Protection).
1) Memberikan imunisasi pada golongan yang rentan untuk mencegah terhadap penyakit – penyakit tertentu.
2) Isolasi terhadap penyakit menular.
3) Perlindungan terhadap keamanan kecelakaan di tempat – tempat umum dan ditempat kerja.
4) Perlindungan terhadap bahan – bahan yang bersifat karsinogenik, bahan – bahan racun maupun alergi.
c. Menggunakan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (Early Diagnosis and Promotion).
1) Mencari kasus sedini mungkin.
2) Melakukan pemeriksaan umum secara rutin.
3) Pengawasan selektif terhadap penyakit tertentu misalnya kusta, TBC, kanker serviks.
4) Meningkatkan keteraturan pengobatan terhadap penderita.
5) Mencari orang – orang yang pernah berhubungan dengan penderita berpenyakit menular.
6) Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus.
d. Pembatasan kecacatan (Dissability Limitation)
1) Penyempurnaan dan intensifikasi pengobatan lanjut agar terarah dan tidak menimbulkan komplikasi.
2) Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan.
3) Perbaikan fasilitas kesehatan bagi pengunjung untuk dimungkinkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.
e. Pemulihan kesehatan (Rehabilitation)
1) Mengembangkan lembaga – lembaga rehablitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.
2) Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberi dukungan moral, setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.
3) Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
4) Penyuluhan dan usaha – usaha kelanjutannya harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.

Kesehatan Penyakit Dan Pencegahannya

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KESEHATAN, PENYAKIT, DAN PENCEGAHAN

Menurut WHO (1974), Sehat adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, social jadi tidak hanya bebas dari penyakit atau bebas dari kelemahan. Sehat juga ditentukan oleh kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan sosialnya seseorang.
Selain sehat, ada pula pengertian Kesehatan yaitu kondisi umum dari tubuh seseorang (Webster Dictionary, 1987). Kesehatan mengacu kepada setatus kondisi tubuh, apakah baik, kurang baik, atau bahkan dalam kondisi yang buruk. Kondisi yang kurang baik atau buruk cenderung mengacu kepada keadaan tubuh yang sakit atau kurang sehat. Dalam kehidupan sehari-hari kesehatan yang demikian disebut kesehatan perorangan. Disamping kesehatan perorangan, disebut juga kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Kesehatan masyarakat menunjukan status kondisi ( sehat tidaknya) suatu kelompok tertentu. Sedangkan kesehatan lingkungan mengacu kepada kondisi lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap ( kesehatan) perorangan dan kesehatan masyarakat.
Jika seseorang merasa sakit, maka akan member tanda bahwa pada dirinnya ada sesuatu yang tidak seharusnya atau mengganggu dirinya sehingga merasakan tidak enak, tidak nyaman atau mengganggu. Penyebab seseorang merasa tidak enak, tidak nyaman, dan merasa terganggu maka di sebut penyakit. Jadi, penyakit merupakan sesuatu yang mengganggu dan menimbulkan masalah terhadap kesehatan sehingga seseorang yang terserang penyakit akan merasa tidak nyaman, sakit, menderita atau secara fisiologis atau atau anatomis tubuh orang tersebut aktivitasnya terganggu sehingga menjadi tidak normal.
Penyakit ada yang menular dan ada juga yang tidak menular. Ada penyakit keturunan yaitu penyakit yang diwariskan atau diturunkan memang dari keluarganya, ada pula penyakit yang tidak di turunkan. Penyakit menular maupun penyakit karena keturunan, akan muncul dan menyerang jika tubuh seseorang cocok untuk berkembangnya penyakit tersebut. Agar penyakit tidak timbul dan menyerang tubuh kita maka kita perlu menghindarinya atau mencegahnya. Usaha yang harus dilakukan untuk mencegahnya agar tidak terjangkit penyakit menular adalah menjadikan tubuh kita menjadi kuat, yaitu dengan selalu memakan makanan sehat dan bergizi seimbang, mengusahakan tubuh dan lingkungan kita selalu bersih, memberikan vaksinasi pada balita. Untuk penyakit yang karena keturunan, makanan sehat dengan gizi seimbang, cara hidup yang teratur, sehat, dan menghindari sters yang berlebih atau yang terlalu berat merupakan cara untuk mengindari atau mecegahnya.
Pencegahan suatu penyakit merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan menggunakan berbagai cara tertentu yang bertujuan untuk menghindari timbulnya atau munculnya suatu berbagai macam penyakit pada diri seseorang. Usaha pencegahannya ada yang bersifat umum untuk berbagai penyakit seperti mengupayakan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, ada pula upaya khusus, misalnya dengan melakukan vaksinasi.

B. USAHA KESEHATAN PERORANGAN, MASYARAKAT, DAN LINGKUNGAN
Kesehatan, Penyakit, dan Pencegahannya merupakan tiga hal yang saling berkaitan dan berhubungan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit dan pasti ingin dan berupaya untuk kembali sehat. Untuk itu banyak usaha yang dilakukan untuk mencegah datangnya penyakit-penyakit tersebut. Usaha-usaha itu diantaranya usahakesehatan perorangan, masyarakat serta lingkungan.
1. Usaha Kesehatan (hygiene) Perseorangan yaitu lebih menitikberatkan kepada usaha peningkatan nilai kesehatn perorangan.
Contoh dari kesehatan perorangan adalah:
a. Dengan makan makanan yang memenuhi gizi,
b. Merebus air hingga matang,
c. Menggosok gigi secara teratur,
d. Memasak makanan dengan memperhatikan gizinya,
e. Mencuci tangan sebelum memegang makanan,
f. Menutup tempat air yang ada di rumah,
g. Tidak makan sembarangan, istirahat yang cukup,
h. Pemeriksaan kesehatan tubuh kita secara berkla (Ichsan, Yuliati, Rejeki, 1993).
2. Usaha Kesehatan Masyarakat yaitu usaha untuk melindungi dan mmpertinggi derajat kesehatan masyarakat. Usaha yang dilakukan secara terorganisasi bersama-sama dengan masyarakat.
Usaha-usaha tersebut di arahkan untuk memenuhi 3 tujuan, yaitu mencegah timbulnya penyakit, memperpanjang masa hidup manusia, dan mempertinggi nilai kesehatan.
Contoh usaha kesehatan masyarakat adalah:
a. Memperbaiki kesehatan lingkungan
b. Mencegah dan membrantas penyakit infeksi
c. Mendidik masyarakat tentang prinsip-prinsip kesehatan perorangan
d. Mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehatan untuk melayani pengobatan dan perawatan
e. Mengembangkan upaya masyarakat untuk mencapai tingkatan hidup yang setinggi-tingginya ( Ichsan, Yuliati, Rejeki, 1993).
3. Usaha Kesehatan Lingkungan (sanitasi) usaha yang lebih menitikberatkan kepada kepribadian lingkungan hidup secara fisik atau kepada factor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan perorangan atau masyarakat.
Contoh usaha kesehatan lingkungan dengan cara sanitasi adalah :
a. Membuat jamban keluarga ( MCK )
b. Penyediaan sumber air minum yang bersih
c. Pembuatan tempat pembuangan sampah
d. Pengendalian pencemaran tanah, udara dan air
e. Serta pengawasan terhadap sector penyebar penyakit

Jika di kelompokan masalah-masalah yang perlu mendapat perhatian untuk di perbaiki, dijaga, dan ditingkatkan adalah masalah air, barang bekas, dan limbah, makanan, minuman, perumahan, pencemaran, pengawasan hewan perantara yang menyebarkan penyakit, dan kesehatan kerja ( Ichsan, Yuliati, Rejeki, 1993).

C. MACAM – MACAM PENYAKIT DAN USAHA PENCEGAHAN
1. PENYAKIT MENULAR
1) Cara Penularan Penyakit
a. Masuk melalui saluran pernafasan
Bibit penyakit dapat masuk kedalam tubuh seseorang melalui saluran pernafasan. Seorang penderita mengeluarkan air ludah atau getah hidung, atau udara yang mengandung bibit penyakit. Apabila titik – titik ludah atau getah hidung atau udara yang mengandung bibit penyakit tersebut terhirup oleh orang lain yang kebetulan karena tubuhnya sedang lemah maka orang tersebut akan sakit karena tertulari penyakit tersebut.
b. Masuk melalui saluran pencernaan
Bibit penyakit dapat masuk kedalam tubuh seseorang melalui saluran pencernaan. Bibit penyakit masuk melalui rongga mulut melalui makanan atau minuman yang di konsumsi. Hal ini akan terjadi apabila seseorang memakan makanan atau minuman yang tidak bersih atau makan menggunakan peralatan yang tidak bersih atau makan terttulari penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang masuk tubuh melalui rongga mulut saluran pencernaan.
c. Masuk melalui kulit
Penyakit yang dapat masuk melalui kulit mengakibatkan penyakit pada kulit dan penyakit bukan pada kulit, penyakit pada kulit dapat ditularkan melalui sentuhan langsung antara penderita dengan orang lain. Dapat pula melalui hubungan tidak langsung, yaitu calon penderita menggunakan peralatan yang telah digunakan oleh penderita. Sedangkan Penyakit bukan penyakit kulit yang di tularkan melalui kulit adalah penyakit yang menyerang tubuh melalui pembuluh darah setelah kulit calon penderita di sengat atau digigit serangga. Cara penularannya adalah serangga menyengat atau menggigit penderita, kemudian menggigit bukan penderita maka melalui alat senggat atau alat penggigitnya bibit penyakit akan masuk ke tubuh calon penderita melalui kulit lalu pembuluh darah.
2) Penyebab Penyakit Menular
Berikut ini beberapa makhluk hidup penyebab penyakit (Ichsan, Yuliati, Rejeki,1993).
a. Serangga
Selain sebagai perantara untuk penyebaran penyakit, serangga dapat pula menyebabkan timbulnya suatu penyakit. Contoh serangga sebagai perantara penyebaran penyakit adalah nyamuk, ( penyakit malaria, demam berdarah), dan lalat ( penyakit pencernaan), selain itu serangga juga sebagai penyebab penyakit Sarcoptes csab iei ( penyakit kulit scabies).
b. Cacing
Berbagai macam cacing dapat menyebabkan pada manusia. Banyak di temukan di masyarakat adalah penyakit yang penyebabnya seperti, cacing tambang, cacing gelang, cacing kremi, cacing pita.
c. Protozoa
Protozoa merupakan salah satu jenis bibit penyakit yang dapat menyerang manusia. Malaria merupakan salah satu contoh penyakit yang di sebabkan oleh suatu jenis protozoa.
d. Bakteri
Banyak penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri. Kita tentu sudah mengetahui tentang penyakit TBC, kolera, difteri, dan lainnya. Penyakit tersebut di sebabkan oleh bakteri yang menginfeksi tubuh.
e. Virus
Virus merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit. Tentu kita mengetahui tentang penyakit polio, campak, demamberdarah hepatitis, dan juga rabies, semua penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh virus.
f. Jamur
Ada beberapa jenis jamur yang menyerang kulit dan menyebabkan seseorang menderita penyakit kulit. Penyakit yang di kenal dan banyak diderita orang adalah panu, dan kadas (ringworm).
3) Berbagai Penyakit Menular
a. Ankylostomiasis ( Infeksi Cacing Tambang)
Cacing penyebab penyakit, dapat berupa cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi. Ankylostomiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh seangan cacing tambang, Ankylostoma duodenale, yang hidup di dalam usus halus dan menimbulkan pendarahan usus sehingga mengakibatkan anemia. Pada saat menyerang manusia, cacing ini dalam bentuk larva infektif. Larva akan menembus kaki dan dalam waktu 3 hari larva akan mencapai paru setelah itu melewati pembuluh limfe, pembuluh darah, dan jatung. Dalam waktu 1 minggu larva masuk ke duodenum dan ileum. Sesudah 4 minggu sejak saat infeksi, cacing tambang menjadi cancing dewasa.
Gejala yang ditunjukan penyakit ini adalah adanya kelainan kulit pada daerah tempat larva masuk berupa gatal, adanya gejala bronchitis, batuk, sembelit, diare, wajah pucat dan bengkak, perut buncit, mudah lelah,mual, dan muntah-muntah. Cara untuk mengobatinya sebaiknya hubungi dokter ke puskesmas.
Pencegahannya yang dapat dilakukan adalah:
a) Mengobati secara tuntas penderita yang mungkin akan menjadi sumber infeksi,
b) Menjaga Kebersihan Lingkungan
c) Mencegah infeksi dengan selalu memakai alas kaki,
d) Mengadakan pengobatan missal
b. Askariasis (infeksi cacing gelang)
Askariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Cacing dewasa terdapat pada usus halus, sedangkan larva menimbulkan gangguan pada paru, sehingga menyebabkan pneumonotis. Cacing dewasa mendapat makanan dari sari makanan yang terdapat didalam usus. Penularan penyakit melalui saluran pencernaan. Telur cacing yang ada didalam usus penderita akan keluar bersama tinja. Didalam tanah, telur akan menjadi telur yang infektif. Telur cacing ditularkan melalui benda yang tercemar, contohnya tanah, makanan, tangan yang mengadakan kontak dengan tanah yang tercemar, dan barang atau mainan anak-anak. Telur cacing masuk ke dalam tubuh tubuh melalui mulut. Telur cacing tidak tahan terhadap suasana kering, sinar matahari langsung lebih dari 15 jam, dan akan mati pada suhu 40° C.
Gejala yang menandakan adanya infeksi penyakit cacing adalah seperti berikut. Selama perpindahan larva ke paru, tubuh menunjukan reaksi adanya alergi berupa infiltrasi paru, asma, dan pembengkakan pada bibir. Jika larvanya banyak timbul pneumonia berat atau bronco pneumonia. Perpindahan larva ke otak menyebabkan meningitis atau ensefalitis. Sisa-sisa metabolisme cacing dapat menyebabkan gejala keracunan yang menimbulkan pembengkakan wajah, sukar tidur, nafsu makan turun,dan berat badan turun. Sebenarnya gejala tersebut mirip dengan gejala infeksi cacing lainnya.
Untuk pengobatan dapat menghubungi dokter atu puskesmas. Sedangkan usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
a) Menjaga kesehatan individu dan lingkungan
b) Pembuatan dan penggunaan kakus atau MCK yang benar
c) Menghindari penggunaan tinja untuk pupuk secara langsung tanpa melalui proses
d) Melakukan pengobatan tuntas kepada penderita
e) Melakukan pengobatan missal
c. Enterobiasisi (infeksi cacing kremi)
Enterobiasisi atau oksiuriasis adalah penyakit infeksi usus oleh cacing kremi. Enterobus Vemicularis atau Odeyuris Vermiicularis.
Cacing dewasa hidup ini didaerah sekum dan memakan isi usus serta bahan seluler ( usus ) setempat. Terkadang cacing berpindah tempat ke daerah serapan ( lambung, usus), osefagus atau hidung. Penularan melalui saluran pencernaan, yaitu telur cacing yang infektif tertelanmelalui rongga mulut. Umumnya, gejala dan keluhan jarang timbul dengan jelas pada penderita. Gejala dan keluhan hanya timbul pada malam hari, yaitu jika cacing dewasa melakukan perpindahan kedaerah anus atau alat kelamin jika akan bertelur. Gejalanya berupa gatal-gatal didaerah anus sehingga penderita sukar tidur.
Usah-usa yang dilakukan untuk pencegahan infeksi penyakit ini dilakukan adalah dengan :
a) Memperhatikan kesehatan dan kebersihan individu, seperti memotong kuku, mencuci tangan sesudah buang air besar, membersihkan daerah sekitar dubur, dan cuci tangan sebelum makan.
b) Memperhatikan kesehatn dan kebersihan lingkungan
c) Memberikan pengobatan kepada penderita dan keluarganya
d) Menjemur, mencuci, dan menyetrika perlengkapan tidur dan pakaian
d. Amebiasis (Disentri Amoeba)
Penyakit disentri amoeba atau amebiasis merupakan penyakit perut yang banyak dialami orang. Amebiasis adalah penyakit infeksi yang terjadi terutama pada usus besar, dalam keadaan tertentu infeksi dapat menyebar ke hati, otak, dan paru-paru. Penyebab penyakit ini adalah sejenis protozoa dari Rhizopoda, yaitu Entamoeba histolytica. Bentuk kista infektif masuk kedalam mulut bersama dengan makanan atau minuman yang tercemar. Setelah melewati lambung didding kista akan pecah. Selanjutnya di dalam jaringan submukosa usus besar bentuknya berkembang menjadi tropozit. Salah satu gejala amebiasis adalah adanya darah dan lender pada tinja penderita. Penderita merasakan sembelit, dalam keadaan akut akan timbul nyeri di perut yang sangat hebat. Penderita biasanya buang air besar sebanyak 68 kali dalam sehari. Tinja penderita berbau menyengat, berwarna merah tua, berlendir dan berdarah.
Usaha-usaha untuk pencegahan penyakit ini dapat dilakukan oleh individu maupun masyarakat.
Pecegahan yang dapat dilakukan oleh individu adalah:
a) Memasak air minum dan makanan secara baik dan benar
b) Mencegah pencemaran makanan atau minuman dari lalat, lipas, atau tikus
c) Menjaga kebersihan diri atau tubuh dan alat-alat makan dan minum.
Pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah:
a) Mengadakan system pembuangan tinja dengan baik
b) Tidak menggunakan tinja suntuk dijadikan pupuk secara langsung tanpa ada proses terlebih dahulu
c) Menjaga sumber air minum dari pencemaran tinja
d) Mengobati penderita yang terkena penyakit secara tuntas
e. Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis protozoa dari genus Plasmodium. Ada empat spesies Plasmodium yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu Plasmodium vivax , Plasmodium falciparum, Plasmodium malaria, dan Plasmodium ovale.
Plasmodium vivax menimbulkan malaria vivax, yaitu malaria tertian ringan. Plasmodium falciparum menimbulkan malaria falciparum yaitu malaria tertian hebat), malaria pernisiosa, dan blackwater fever; Plasmodium malariae menumbuhkan malaria malariae atau malaria quartana.Penularan penyakit melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa sporozoid infektif, penularan lainnya adalah melalui tranfusi darah, plasenta ibu atau jarum suntik. Penularan yang bukan melalui gigitan nyamuk, protozoa menginfeksi penderita bukan dalam bentuk sporozoid, tetapi dalam bentuk tropozoid. Setelah sporozoid masuk tubuh calon penderita, 5 sampai 7 hari kemudian, parasit berkembang biak di dalam sel-sel epitel hati dan kemudian akan memasuki sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit berkembang menimbulkan kerusakan sel darah merah. Sel darah merah yang tidak terinfeksi akan mengalami penguraian dan mengakibatkan anemia. Anemia dapat menimbulkan kelainan jaringan dan kerusakan organ. Adanya demam tinggi dapat menimbulkan gangguan pada aliran darah, otak, ginjal, dan hati. Pigmen malaria dari hemoglobin menimbulkan pigmenrasi hitam atau cokelat pada hati, limfa, dan sumsum tulang belakang. Gejala lain pada penyakit ini adalah adanya pembesaran limfa, terytama jika penderita mengalami demam berulang-ulang.
Usaha pencegahan yang dapt dilakukan adalah:
a) Mengobati penderita dan orang yang didalam tubuhnya mengandung parasit malaria
b) Membrantas sarang nyamuk
c) Membrantas nyamuk
d) Mencegah gigitan nyamuk
f. Hepatitis oleh virus
Hepatitis adalah penyakit sistematik akut yang disebabkan oleh virus. Ada 2macam virus hepatitis, yaitu virus hepatitis A dan virus hepatitis B penularan hepatitis A dapat terjadi karena makan makanan tercemar tinja penderita, yang tidak di masak atau kurang sempurna cara memasaknya. Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak badan, menggunakan sikat gigi/alat makan dan minum penderita atau melalui makanan tercemar tinja penderita yang tidak di masak atau dimasak kurang sempurna. Gejala yang timbul pada masa prodromal tampak mirip dengan influenza., misalnya capek, sakit kepala, dan ada ingus. Gejala yang timbul pada masa ikterus adalah tidak ada nafsu makan, nyeri perut kanan atas, konjungtivis, pilek, dan faringitis.
Usaha-usaha pencegahan yang dapat di lakukan adalah:
a) Mencegah kontak dengan penderita
b) Menghindari pencemaran air minum dan makanan oleh bahan-bahan yang menularkan virus
c) Menjaga kebersihan lingkungan
d) Mensterilkan peralatan kedokteran dan peralatan rumah tangga yang tercemar
Keluaran-keluaran drai penderita
e) Memeriksa orang yang akan menjadi donor darah
f) Memberikan gamma globulin atau vaksinasi
g. Poliomielitis
Poliomielitis adalah radang sel-sel syaraf tulang belakang. Penyebab penyakit ini adalah virus poliomielitus. Penularan terjadi melalui makanan dan/atau minuman yang tercemar tinja penderita atau melalui titik ludah penderita. Mulut merupakan tempat masuk virus polio. Virus memperbanyak diri pada bagian faring atau usus atau pada kedua tempat diatas. Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit tenggorokan, nyeri kepala, nyeri kaki, nyeri leher, nyeri punggung, dan dalam keadaan parah menunjukan adanya kelainan system saraf pusat seperti adanya kelumpuhan. Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan yang terbaik. Vaksinasi dapat dilakukan melalui suntikan atau dengan cara diteteskan pada mulut.
h. Panu ( tinea versicolor)
Panu adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penularan penyakit ini dapat terjadi akibat kontak langsung dengan penderita atau melalui pakaian, alat tidur, dan handuk. Gejala utama penyakit panu ini adalah adanya bercak putih tak terbatas, bersisik halus, dan dapat meluas keseluruh tubuh. Pada umumnya bercak putih tersebut tidak disertai rasa gatal. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan penderita, dan menghindari penggunaan peralatan tidur, mandi serta pakaian penderita ( Ichsan. Yuliati, Rejeki,1993).
i. Campak
Campak adalah sejenis penyakit menular yang disebabkan oeh virus rubela. Sebagian besar penderita adalah anak-anak. Jika campak menyerang wanita hamil maka dapat mengganggu kandungannya hingga terjadi keguguran. Penularan dapat melalui cairan yang berasal dari mata, hidung dan tenggorokan. Penyebaran virus melalui udra pada saat batuk, bersin, dan berbicara.
Gejala penyakit ini adalah :
Demam, sakit kepala, mata memerah, dan barair, batuk, pilek, serak, binik-bintik dan ruam pada kulit. Ruam kulit mula-mula terjadi didaerah belakang telinga atau muka lalu menyebar keseluruh badan dan akhirnya kebagian kaki dan tangan. Pencegahan dapat di lakukan dengan pemberian vakisnasi atau pemberian gamma globulin. Pemberian globulin dapat mencegah atau memperingan gejala klinis tetapi tidak memberikan imunitas yang efektif.
j. Demam Berdarah Dengue ( DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah:
Masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :
1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius).
2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah:
Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu:
Pencegahan demam berdarah dapat di lakukan dengan 3M antara lain.

• Menguras : Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan kolam. Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk itu sendiri. Atau memasukan beberapa ikan kecil kedalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik nyamuk.
• Menutup : Menutup tempat-tempat penampungan air. Jika setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya agar nyamuk tidak bisa meletakan telurnya kedalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam berdarah sangat menyukai air yang bening.
• Mengubur. Kuburlah barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air.
Pengobatan Penyakit Demam Berdarah yaitu::
Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu). Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
• Paracetamol membantu menurunkan demam
• Garam elektrolit ( oralit ) jika disertai diare
• Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder
Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.
4) Cara-cara Pencegahan Penyakit Menular secara Umum
a. Mempertinggi nilai kesehatan
Cara meningkatkan nilai kesehatan dapat ditempuh dua cara yaitu melalui usaha kesehatan ( hygiene ) perorangan dan usaha kesehatan lingkungan ( sanitasi ).
b. Memberikan vaksinasi/ imunisasi
Cara ini merupakan usaha untuk memberikan perlindungan khusus terhadap tubuh agar terhindar dari penyakit. Jadi, metode ini merupakan upaya untuk pengebalan tubuh. Ada dua cara pengebalan, yaitu pengebalan aktif dan pasif. Pengebalan aktif, yaitu cara pengebalan tubuh dengan cara memasukan vaksin, yaitu bibit penyakit yang telah dilemahkan. Dengan adanya bibit penyakit ini, tubuh orang diberi pengebalan akan dipaksa untuk membuat antibody. Apabila tubuh orang tersebut diserang oleh penyakit yang bersangkutan maka antibody yang ada didalam tubuh akan melawan penyakit tersebut sehingga ia akan terhindar dari sakit. Contoh pemberian pengebalan aktif adalah pemberian vaksin BCG, DPT, campak dan hepatitis.
Pengebalan pasif, yaitu cara pengebalan tubuh dengan cara memasukan serum, yang telah mengandung antibody. Serum ini didapatkan dengan cara menyuntikan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada hewan percobaan sebelumnya, sehingga hewan tersebut membuat antitoksin. Kemudian serum darah hewan percobaab yang mengandung antitoksin inilah yang diambil untuk diberikan kepada seseorang agar ia dapat kebal dari penyakit. Contoh pemberian pengebalan pasif yaitu dengan pemberian ATS
(Anti Tetanus Serum).
c. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Pemeriksaan kesehata secara berkala merupakan suatu upaya untuk mencegah munculnya atau menyebarnya suatu penyakit. Melalui upaya ini, kemungkinan munculnya wabah dapat diditeksi sedini mungkin. Di samping itu, melalui upaya ini masyarakat akan mendapatkan pengarahan rutin yang berkaitan dengan perawatan kesehatan, penanganan suatu penyakit, usaha empertinggi nilai kesehatan, dan mendapatkan vaksinasi ( Ichsan, Yuliati, Rejeki, 1993).

2. PENYAKIT KETURUNAN / DIWARISKAN
Penyakit yang diwariskan adalah penyakit atau suatu kelainan yang kemunculannya oleh factor genetis ( keturunan ). Penyakit atau kelainan yang diwariskan ini dapat di bagi menjadi dua macam, yaitu penyakit/kelainan yang muncul sejak lahi yang semata-mata Karen afaktor genetis dan penyakit/kelainan yang muncul setelah usia dewasa yang dipengaruhi oleh factor genetis di dukung oleh factor lingkungan.
Berikut ini beberapa penyakit keturunan / yang diwariskan ( Mohammad Hartono, 1992):

1) Brakidaktili
Brakidaktili adalah penyakit yang diwariskan dari orang tua, penyakit ini diperoleh sejak lahir berupa kelainan jari-jemari yang pendek-pendek. Umumnya kelainan ini diderita oleh seseorang apabila salah satu orang tuannya menderita kelainan tersebut. Kelainan ini dapat diderita baik oleh laki-laki maupun perempuan. Kelainan ini dapat pula diderita oleh seseorang yang orang tuannya tidak memiliki riwayat kelainan penyakit ini, hal ini terjadi karena adanya mutasi.
2) Osteogenesis Imperfekta
Osteogenesis imperfekta adalah salah satu kelainan yang dialami oleh seseorang, di tunjukan dengan mudahnya ia mengalami patah tulang walau hanya mengalami kecelakaan atau rudapaksa yang ringan. Dengan kata lain, orang tersebut memiliki tulang-tulang yang rapuh. Kelainan ini terjadi pada seseorang yang salah satu orang tuanya memiliki kelainan ini atau adanya mutasi pada gen tertentu. Kelainan ini diderita baik oleh laki-laki maupun perempuan.
3) Kebotakan
Kebotakan adalah suatu kelainan yang dialami oleh seseorang yang ditunjukan dengan adanya bagian kepala yang tidak ada rambutnya. Kelainan ini umumnya lebih sering dialami oleh kaum laki-laki. Diduga kelainan ini muncul karena pengaruhh gangguan hormon- hormon tertentu.
4) Albinisme
Kelainan ini ditunjukan dengan tidak adanya pigmen pada kulit sehingga kulit tampak bule. Kelainan ini diperoleh sejak lahir. Penderita kelainan ini memiliki orang tua yang tampak normal, tetapi sebenarnya mereka mempunyai potensi tersimpan untuk kelainan tersebut.
5) Hemofilia
Hemofilia adalah sejenis kelainan yang ditunjukan dengan tidak dapatnya darah membeku jika seseorang mengalami luka atau pendarahan. Laki-laki penderita hemophilia yang menika dengan perempuan normal akan memepunyai anak perempuan yang mempunyai potensi tersimpan untuk menderita hemofilia dan anak laki-laki yang normal. Kelainan hemophilia tidak pernah diwariskan seorang laki-laki kepada anak laki-lakinya. Apabila perempuan yang mempunyai potensi tersimpan untuk hemofilia menikah dengan laki-laki normal maka nak perempuannya kemungkinan normal atau mempunyai potensi tersimpan untuk hemophilia dan anak laki-lakinya kemungkinan normal atau hemophilia.
6) Thalasemia
Thalasemia adalah sejenis penyakit yang diwariskan dari orang tua si penderita. Seseorang akan memperoleh penyakit ini jika kedua orang tuanya mempunyai potensi tersimpan untuk thalasemia. Thalasemia ditunjukan dengan adanya gangguan pembentukan sel darah merah. Sel darah merah penderita mudah rusak, tidak tahan lama sehingga ia selalu kekurangan darah. Berdasarkan tingkat keparahannya. Ada Thalasemia mayor dan thalasemia minor. Thalasemia mayor memperhatikan adanya gejala gejala klinis sedangkan thalasemia minor tidak. Gejala pada penderita thalasemia mayor mulai tampak sejak si penderita berusia 3 bulan atau pada masa anak-anak awal.
7) Diabetes Militus
Diabetes militus adalah suatu kelainan yang ditandai dengan tingginya kadar gula didalam darah. Ada dua macam bentuk diabetes militus, yaitu bentuk diabetes yang sangat berat dan bentuk diabetes yang lebih ringan. Diabetes yang sangat berat muncul pada diri seorang penderita pada masa anak-anak atau pada masa dewasa awal. Cara mengatasi diabetes ini adalah dengan pemberian suntikan insulin secara teratur seumur hidupnya. Diabetes yang lebih ringan diderita oleh orang-orang yang telah berumur. Cara mengatasi diabetes yang lebih ringan ini adalah dengan cara pengaturan diet. Penyakit kelainan ini timbul secara multifaktorial, yaitu didukung oleh beberapa factor. Selain factor gen ( keturunan ), factor lingkungan akan memperkuat munculnya penyakit ini pada diri seseorang.
8) Hipertensi
Hipertensi adalah kelainan atau penyakit yang ditunjukan dengan adanya tekanan darah yang lebih tinggi daripada tekanan darah normal. Penderita hipertensi ada 2 golongan. Pertama, penderita yang menderita sejak masa dewasa awal. Penyebab timbulnya penyakit karena adanya penyakit ginjal tertentu atau adanya kelainan kelenjar endokrin tertentu. Kedua, Penderita yang mengalaminya sejak usia setengah tua dengan penyebab yang kurang jelas. Bentuk hipertensi yang kedua merupakan bentuk hipertensi yang lebih banyak di jumpai. Penyakit ini muncul di dukung oleh factor genetic/keturunan dan factor lingkungan. Faktor lingkungan merupakan factor yang memperkuat kemunculan penyakit ini pada diri seseorang. Jadi, seseorang mempunyai orang tua yang menerita penyakit ini, tetapi jika cara hidup dan makannya tidak mendukung untuk munculnya penyakit ini maka penyakit ini tidak akan timbul.

Usaha Pencegahan Penyakit Keturunan yang dapat dilakukan adalah:
Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya kelainan/ penyakit yang hanya ditentukan oleh factor genetis adalah dengan cara menghindari menikah dengan orang yang menderita atau mempunyai potensi untuk kelainan/penyakit tersebut , atau jika terlanjur telah menikah dengannya berkonsultasilah dengan dokter. Untuk mencegah kelainan atau penyakit yang ditentukan oleh factor genetic dan lingkungan dapat dengan cara yang disampaikan diatas. Selain itu cara untuk memperkecil kemungkinan penyakit yang disebabkan karena keturunan dapat dengan cara memperkecil pengaruh lingkungannya yaitu dengan memperhatikan gaya dan cara hidup termasuk cara makannya yang tidak sehat.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan:
Setelah kita mempelajari tentang apa itu kesehatan, penyakit, dan pencegahannya. Kita dapat memperoleh penjelasan atau pemahaman menyangkut materi yang sudah di jelaskan. Dapat disimpulkan bahwa setiap individu dapat memiliki badan yang sehat jauh dari penyakit bilamana mereka mampu untuk menjaga kesehatan mereka sehingga terhindar dari penyakit. Seperti dengan cara menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan menjaga pola makan secara teratur dan pola hidup yang baik. Dengan kita menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta pola hidup yang benar dapat mencegah maupun menghindari diri kita dari penyakit.

DAFTAR PUSTAKA

Ichsan, M., Yuliati, & Rejeki, S. (1992). Ilmu Kesehatan dan Gizi Modul 1-6. Jakarta: Universitas Terbuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *