BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kegiatan unit ekonomi terdiri dari masyarakat (rumah tangga konsumen) dan rumah tangga produsen yang dipisahkan oleh dua pasar yaitu pasar output (barang dan jasa) dan pasar input (factor produksi).

Pasar output memegang peranan penting dalam menentukan jenis barang apa yang akan dihasilkan, berapa jumlahnya dan untuk siapa. Sedangkan pasar input berperan untuk menentukan cara menghasilkannya.

Harga yang dapat diterima oleh kedua unit ekonomi itu akan menentukan pilihan untuk semuanya. Harga yang diterima kedua belah pihak disebut sebagai harga keseimbangan.

Harga suatu barang ditentukan oleh permintaan pasar dan penawaran pasar akan barang bersangkutan. Keadaan ini hanya berlaku dalam bentuk pasar tertentu, yaitu bentuk pasar persaingan (pasar kompetitif).

Salah satu bentuk pasar persaingan ialah pasar oligopoly. Oligopoly adalah keadaan dimana hanya ada beberapa produsen atau perusahaan (misalnya antara 2 -10) yang berada di pasar, yang bekerjasama untuk menguasai pasar baik secara independent maupun diam – diam. Oligopoli dapat dibedakan antara lain oligopoly dengan diferensiasi produk (misalnya industri kosmetik, industry mobil di Indonesia) dengan oligopoly tanpa diferensiasi produk (misalnya industry seng, industry pipa besi, dsb). Sedangkan pasar yang hanya terdiri dari 2 (dua) perusahaan saja disebut dengan pasar duopoly.

Pada umumnya dalam pasar oligopoli terdapat beberapa perusahaan raksasa yang memiliki pangsa pasar (market share) 70 sampai 80 persen dan disamping itu terdapat pula perusahaan dengan pangsa pasar yang kecil. Beberapa perusahaan yang termasuk golongan pertama(yang menguasai pasar )sangat saling mempengaruhi satu sama lain. Disamping itu keputusan dan tindakan dari salah satu perusahaan besar sangat mempengaruhi kebijakan peruhaan-perusahan lainnya. Sikap ini menyebabkan setiap perusahaan harus mengambil keputusan secara berhati-hati dalam merubah harga, membuat desain, merubah teknik produksi.
Pada perekonomian yang sudah maju, pasar yang bersifat oligopolistik banyak di jumpai karena teknologi sudah sangat modern. Teknologi modern pada umumnya akan mencapai efisiensi optimum hanya jika jumlah produksi yang dihasilkan besar sekali. Keadaan ini secara otomatis akan menimbulkan kecenderungan pengangguran sejumlah perusahaan yang melakukan kegiatan industry.

Sebagai akibat dari hubungan saling mempengaruhi yang sangat erat tersebut, pengusaha di pasar oligopoli (oligopolis) harus membuat perhitungan yang cermat terhadap reaksi dari perusahaan lain bila mereka berniat menurunkan atau menaikan harga komoditasnya. Bila suatu perusahaan menurunkan harga, upaya yang dilakukannya akan menyebabkan pelanggan perusahaan-perusahaan lain berpindah membeli komoditas yang dihasilkan oleh perusahaan yang menurunkan harga tersebut. Sebaliknya bila suatu perusahaan menaikan harga, produksi perusahaan-perusahaan lain menjadi relatif lebih murah. Sebagai akibatnya perusahaan yang menaikan harga akan berkurang pelanggannya karena sebagian atau seluruh pelanggan mereka membeli komoditas yang dihasilkan oleh perusahaan lain, sedangkan perusahaan lain yang tidak menaikan harga akan bertambah banyak pelanggannya.

 Dalam pasar oligopoli tidak terdapat keseragaman sifat-sifat perusahaan dalam berbagai industri. Kelakuan perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli akan sangat berbeda jika dalam pasar hanya terdapat tiga perusahaan, dibandingkan jika dalam pasar terdapat lima belas perusahaan. Saling ketergantungan yang ada menyebabkan tindakan suatu perusahaan(misalnya menurunkan harga) akan berdampak nyata terhadap para pesaingnya sehingga kemungkinan para pesaing juga akan melakukan hal yang sama.

Oleh karena perbedaaan – perbedaan tersebut kita tidak dapat membuat suatu analisis yang bersifat umum, untuk menerangkan perilaku produsen dalam pasar oligopoly. Dalam pasar oligopoly paling tidak dapat dibedakan dua keadaaan yang dapat menganalisis perilaku perusahaan atau produsen yakni dalah satunya ialah pasar oligopoly tanpa kesepakatan atau dengan kata lain tidak terdapat kesepakatan diantara perusahaan-perusahaan di dalam pasar oligopoly (non collusive oligopoly)

Di samping penjelasan penting diatas yang baru dijelaskan pasar oligopoli mempunyai ciri khas yaitu :

  1. Menghasilkan komoditas standar atau komoditas berbeda corak.

 Pada perusahaan–perusahaan yang menghasilkan komoditas berbeda corak, komoditas yang di hasilkan pada umumnya adalah komoditas akhir. Contoh dari pasar oligopoli yang menghasilkan komoditas akhir adalah industri mobil, industri rokok dan sebagainya.
2. Kekuasaan menentukan harga ada kalanya lemah dan ada kalanya sangat tangguh.

 Dari kedua kemungkinan ini, mana yang akan terealisasi tergantung kepada bentuk kerjasama dari perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli. Tanpa adanya kerjasama di antara perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pasar, kekuasaan menentukan harga meenjadi lebih terbatas.

3. Pada umumnya pasar oligopoli perlu melakukan promosi iklan yang intensif terutama bila perusahaan oligopoli tersebut menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik. Kegiatan promosi iklan  yang dilakukan secara aktif  akan dapat menciptakan tujuan yakni menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama.

1.2  Rumusan Masalah

  • Bagaimana penentuan harga output dalam pasar oligopoly yang tidak bergabung (non collusive oligopoly) dalam model kurva permintaan bengkok atau The Kinked – Demand Model ?
  • Bagaimana menentukan  teori harga – output dalam pasar oligopoly yang bergabung (dalam kaitannya menggunakan model penggabungan yaitu Kartel) ?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Penentuan harga output dalam pasar oligopoly yang tidak bergabung (non collusive oligopoly) dalam model kurva permintaan bengkok atau The Kinked – Demand Model

Jika di dalam  pasar oligopoly tidak terdapat kesepakatan diantara produsen yang terdapat dipasar maka setiap tindakan yang dilakukan oleh suatu  perusahaan akan memancing perusahaaan lain. Apabila suatu perusahaan menurunkan harga maka, perusahaan yang lain juga ikut menurunkan harga, sebab jika ia tidak ikut menurunkan harga maka ia dapat kehilangan pelanggannya yang beralih pada perusahaaan yang menurunkan harga produknya. Sebaliknya yang terjadi apabila suatu perusahaan menaikkan harga produknya maka hal ini tidak akan diikuti oleh perusahaan yang lain sebab jika perusahaan yang lain ikut menaikkan harga maka ia akan kehilangan banyak pelanggannya, karena pelanggan akan berpindah menuju perusahaan yang menjual produk dengan harga murah. Sehingga dapat disimpulkan dari asumsi diatas bahwasanya “dalam pasar non collusive oligopoly penurunan ataupun kenaikan harga produk akan mendorong perusahaaan lain untuk ikut menurunkan atau menaikkan harga” . Dalam hal ini penurunan harga oleh suatu perusahaan  yang diikuti dengan perusahaan yang lain, tetapi aksi menaikkan harga yang cenderung tidak diikuti oleh pesaingnya mengakibatkan suatu perusahaan menghadapi kurva permintaan yang patah atau bengkok (The Kinked Demand Curve). Model ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ekonom P. Sweezy pada tahun 1939. Sweezy dalam modelnya menggunakan kurva permintaan bengkok atau The Kinked-Demand Curve sebagai alat analisanya. The Kinked Demand Curve , yaitu kurva permintaan untuk mengantisipasi apabila terjadi kenaikan harga dan kurva permintaan untuk mengantisipasi apabila terjadi penurunan harga. Pada model ini juga ditegaskan bahwa perubahan pada biaya jarang sekali diimbangi dengan perubahan pada harga pasar, dan bila perubahan pada harga pasar benar – benar terjadi dipasar oligopoly cenderung terjadi dalam skala yang cukup besar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut

Kurva D1 adalah kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan oligopoly dengan asumsi apabila ia merubah ( menaikkan atau menurunkan ) harga maka perusahaan lain tidak memberikan reaksi terhadap perubahan harga tersebut. Sedangkan kurva D2 merupakan kurva permintaan yang dihadapi pada perusahaan oligopoly dengan asumsi perubahan harga produk yang dilakukannya akan diikuti oleh perusahaan lain yang ada dalam industry yang sama. Misalkan perusahaan berada pada tingkat harga mula – mula Po, jumlah permintaan yangdihadapi adalah sebayak Qo. Jika perusahaan tersebut menurunkan harga produknya, maka  jumlah permintaan akan suatu produk tersebut akan bertambah. Seandainya penurunan harga Po ke P1 tersebut tidak diikuti oleh perusahaan lain maka permintaan yang di hadapinya akan bertaabah sebesar Qa. Namun apabila perusahaan – perusahaan lain dalam pasar oligopoly tersebut ikut menurunkan harga seperti yang telah di lakukan oleh perusahaan pertama maka permintaan output yang dihadapi hanya cukup pada Qb. Kenaikan ini hanya disebabkan  oleh substitution effect dan income effect dari pelanggannya.

Sebaliknya jika yang terjadi adalah suatu perusahaan berusaha menaikkan harganya sebesar P2, sedangkan perusahaan lain tidak ikut dalam menaikkan harga atas produknya yang dijual dan perusahaan lain itu tetap menjualnya dengan harga Po maka perusahaan pertama ini akan banyak mengalami kehilangan pelanggan dan jumlah barang yang dapat dijual hanya mampu bertahan pada Qd. Akan tetapi, jika perusahaan yang lain ikut manaikkan harga , maka ia hanya akan mampu menjual jumlah output pada Qc, meskipun resiko ia akan kehilangan konsumen atau pelanggan masih tetap terjadi.

              Dengan asumsi bahwa suatu perusahaan tidak ingin kehilangan pelanggannya dan senang ketika mendapat pelanggan yang baru maka perusahaan oligopoly tersebut akan berperilaku sebagai berikut:

  1. Mereka akan ikut menurunkan harga apabila ada perusahaan yang lain didalam pasar yang ikut menurunkan harganya, sehingga ia tidak akan kehilangan pelanggannya.
  2. Mereka tidak akan ikut menaikkan harga, apabila perusahaan yang lain menaikkan harga dari produk yang mereka jual. Karena apabila mereka tidak ikut menaikkan hrga maka mareka akan mendapat tambahan pelanggan dari perusahaan pertama yang telah menaikkan harga tersebut.

Maka berdasar asumsi tersebut diatas maka kurva permintaan dari perusahaan oligopoly adalah berupa kurva bengkok (The Kinked Demand Curve) seperti yang telah ditunjukkan oleh kurva d b D2 pada gambar diatas.