PENYAKIT TROPIK
Tugas ini disusun guna memenuhi nilai tugas mata kuliah Semester VI Penyakit Tropik

Disusun Oleh Kelompok 5 :

Hana Fitria Azizah 25010113120065
Evrilda Andani Putri 25010113120183
Hafidzoh Najwati 25010113120189
Rizka Inunggita 25010113140231
Khasanah Budi Rahayu 25010113130401
Nita Dwilestari 25010115183002
Arini 25010115183009

PEMINATAN EPIDEMIOLOGI DAN PENYAKIT TROPIK
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

A. PENGERTIAN PENCEGAHAN PENYAKIT
Menurut Kamus Bebas Bahasa Indonesia (2007), pencegahan adalah proses, cara tindakan mencegah atau tindakan menahan agar sesuatu tidak terjadi. Dengan demikian, pencegahan merupakan tindakan. Pencegahan identik dengan perilaku.
Upaya preventif/pencegahan adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Prevensi secara etimologi berasal dari bahasa latin, praevenire, yang artinya datang sebelum atau antisipasi, atau mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, prevensi diartikan sbegai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya ganggguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat. (Notosoedirdjo dan Latipun, 2005)
Pencegahan adalah mengambil suatu tindakan yang diambil terlebih dahulu sebelum kejadian, dengan didasarkan pada data / keterangan yang bersumber dari hasil analisis epidemiologi atau hasil pengamatan / penelitian epidemiologi (Nasry, 2006).
Menurut Leavel dan Clark yang disebut pencegahan adalah segala kegiatan yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung untuk mencegah suatu masalah kesehatan atau penyakit. Pencegahan berhubungan dengan masalah kesehatan atau penyakit yang spesifik dan meliputi perilaku menghindar (Romauli, 2009).
B. 5 LEVEL OF PREVENTION
1. Level 1 Promosi kesehatan ( health promotion)
Dalam tingkat ini dilakukan pendidikan kesehatan, misalnya dalam peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air rumah tangga yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran, air limbah, hygiene perorangan, rekreasi, sex education, persiapan memasuki kehidupan pra nikah dan persiapan menopause. Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya, contohnya adalah sebagai berikut :
a. Penyediaan makanan sehat cukup kualitas maupun kuantitasnya.
b. Perbaikan hygien dan sanitasi lingkungan,seperti : penyediaan air rumah tangga yang baik,perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan sebagainya.
c. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
d. Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
2. Perlindungan Umum dan Khusus khusus (General and Spesific Protection)
Perlindungan umum dan khusus merupakan usaha kesehatan untuk memberikan perlindungan secara khusus atau umum kepada seseorang atau masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tertentu. Tindakan ini dilakukan pada seseorang yang sehat tetapi memiliki risiko terkena penyakit tertentu.
Contoh dar perlindungan umum dan khusus, misalnya melakukan imunisasi, peningkatan keterampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menaggulangi stress, perlindungan diri terhadap kecelakaan, kesehatan kerja, pengendalian sumber-sumber pencemaran, Isolasi terhadap penderita penyakit menular, Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, bahan-bahan racun maupun alergi. Penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan lain-lain.
3. Diagnosis awal dan Pengobatan yang capat dan tepat (Early Diagnosis and Prompt Treatment)
Penegakan diagnosis secara dini dan pengobatan secara tepat dan cepat dilakukan untuk mengurangi kesakitan dan penderitaan seseorang. Biaya dalam melakukan penegakan diagnosis secara dini dan pengobatan secara tepat dan cepat tentunya lebih murah dibandingkan apabila dilakukan ketika penyakit/ kondisi seseorang semakin parah. Diagnosis dini dan pengobatan secara cepat dan tepat juga dilakukan untuk menemukan penyakit sedini mungkin dan melakukan terapi dengan tepat dan cepat.
Berikut adalah cntoh dari diagnosis dini adalah :
a. Pada screening test kanker rahim untuk mengetahui/mendeteksi adanya penyakit kanker.
b. Pemeriksaan gigi dengan sinar-X secara berkala
c. Penambalan gigi yang terkena karies
4. Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu penyakit (Disability limitation)
Pada tahap ini cacat yang terjadi diatasi, terutama untuk mencegah penyakit menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan terjadinya cacat yang lebih buruk lagi.Usaha ini dilakukan dengan pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh kembali dan tidak cacat. Bila sudah terjadi kecacatan maka dicegah agar kecacatan tersebut tidak bertambah berat (dibatasi),dan fungsi dari alat tubuh yang menjadi cacat ini dipertahankan semaksimal mungkin.
Contoh beberapa usaha yang dapat dilakukan, diantaranya :
a. Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan.
b. Pengadaan dan peningkatan fasilitas kesehatan dengan melakukan pemeriksaan lanjut yang lebih akurat seperti pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya agar penderita dapat sembuh dengan baik dan sempurna tanpa ad komplikasi lanjut.
Penyempurnaan pengobatan agar tidak terjadi komplikas, masyrakat diharapkan mendapatkan pengobatan yang tepat dan benar oleh tenaga kesehatan agar penyakit yang dideritanya tidak mengalami komplikasi. Selain itu untuk mencegah terjadinya komplikasi maka penedrita yang dalam tahap pemulihan, dianjurkan untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan secara rutin agar penderita sembuh secara sempurna (Suryati, dkk. 2009).
5. Pemulihan Kesehatan (Rehabilitation)
Rehabilitasi merupakan tahapan terakhir dalam lima level pencegahan yang dikemukakan oleh Leavel dan Clark dalam lima tingkatan pencegahan penyakit. Rehabilitasi atau pemulihan adalah usaha untuk mengembalikan bekas penderita kedalam masyarakat, sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat disekitarnya, semaksimal-maksimalnya sesuai dengan kemampuannya. Serta individu yang menderita dapat erfungsi secara fisik, mental maupun kehidupan sosialnya.
Contoh kegiatan – kegiatan rehabilitasi meliputi :
a. Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat. Misalnya, lembaga untuk rehabilitasi PSK, mantan pemakai NAPZA dan lain – lain.
b. Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan. Misalnya, dengan tidak mengucilkan mantan PSK di lingkungan masyarakat tempat ia tinggal.
c. Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.
d. Penyuluhan dan usaha – usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.
e. Menyediakan tempat perlindungan khusus.

DAFTAR PUSTAKA
Bernad J. Turnock. Essentials of Public Health, 3rd edition. Chicago : Jones and Bartlett Publisher, 2016.
Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bali Pustaka, 2007.
Effendy, Nasrul. Dasar – dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1998.
Muin Muhajir. Pengaruh Dental Health Education terhadap Penurunan Plak Gigi. Skripsi Sarjana Kedokteran gigi Universitas Hasanuddin Makasar. Makasar, 2011.
Notosoedirdjo & Latipun. Kesehatan Mental, Konsep dan Pemaparan. Jakarta: EGC, 2005.
Nur, Nasry Noor. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Rajab,Wahyudin. Buku Ajar Epidemiolgi untuk Kebidanan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2009.
Romauli. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika, 2009.
Rivai, SKM, M.Kes Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15358/1/mki-jun2005-%20(1).pdf (diakses pada tanggal 23 Maret 2016)
http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=6502 (diakses pada tanggal 23 Maret 2016)
https://ml.scribd.com/…/Upaya-Promotif-Dan-Preventif-Menurut-Leavel & clark (diakses pada tanggal 23 Maret 2016)
elearning.medistra.ac.id/…/12%5B1%5D.%20PROMOSI%20KESEHATAN (diakses pada tanggal 23 Maret 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *