KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.I
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kesempatan, dan ilmu, sehingga kaemi dapat menyelesaikan tugas laporan ini. Shalawat beriring salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan Kaum Muslimin lainnya yang telah memperjuangkan Islam, sehingga Islam dapat sampai kepada kita, sehingga apa yang kami kerjakan dapat bernilai pahala di hadapan Allah.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah membimbing kami dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, serta rekan-rekan yang telah turut membantu terselesaikannya laporan ini.
Akhirnya, sesuai kata pepatah “ tiada gading yang tak retak”, kami menyadari bahwa laporan kami ini masih jauh dari yang diharapkan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik dari dosen pembimbing dan rekan lainnya agar Insya Allah ke depan, kami menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kebenaran dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, atas segala kekurangan, kami mohon maaf.

Banda Aceh, 14 September 2009

Tim Penulis

PEMBAHASAN
Karies merupakan slah satu penyakit jaringan keras gigi yaitu pada email, dentin dan sementum. Ada empat factor utama etiologi terjadinya karies yaitu mikroorganisme, host dan gigi, substrat dan waktu yang sangat berhubungan antara satu sama lain. Pemeriksaan karies dapat dilakukan secara klinis, mikrobiologik, dan pemeriksaan ekstra dan intra oral. Untuk mencegah terjadinya karies pada gigi geligi dibutuhkan suatu pencegahan dengan melakukan perawatan non-invasif yang disarankan oleh seorang dokter gigi.

TINJAUAN PUSTAKA
KARIES
• Definisi
Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Tandanya adalah demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan periapeks yang dpat menyebabkan nyeri. Walaupun demikian, mengingat mungkinnya remineralisasi terjadi, pada stadium yang sangat dini penyakit ini dapat dihentikan.(1)1
Karies gigi adalah proses penghancuran atau pelunakan dari email maupun denttin. Proses penghancuran tersebut berlangsung lebih cepat pada bagian dentin daripada email. Proses tersebut berlangsung terus sampai jaringan di bawahnya, dan ini adalah pembentukan “lubang” pada gigi. Penyakit jaringan keras gigi adalh sesuatu yang bersifat relative. Sebuah lesi atau cacat pada gigi belum akan membuat “lubng” kecuali berkembang mecapai titik yang membutuhkan tindakan perawatan.(1)36

• Macam-macam Karies
Karies dapat diklasifikasikan berdasarkan daerah anatomis tempat karies itu timbul. Dengan demikian lesi bisa dimulai pada pit dan fisur atau pada permukaan halus. Lesi permukaan halus dimulai pada email atau sementum, dentin, dan akar yang terbuka (karies akar). Kemungkinan lain karies bisa timbul pada tepian restorasi. Ini disebut karies rekuren atau karies sekunder.
Karies juga bisa digolongkan berdasarkan keparahan atau kecepatan berkembangnya. Gigi dan permukaan gigi yang terkena bisa berbeda-beda tergantung kepad keparahan karies yang dihadapi.yang disebut disebut karies ringan adalah Jika yang terkena karies adalah daerah yang memang sangat rentan terhadap karies misalnya permukaan oklusal gigi molar permanen. Yang disebut karies moderat jika karies meliputi permukaan oklusal dan proksimal gigi posterior. Dan yang dikatakan karies parah jika karies yang menyerang gigi anterior, suatu daerah yang biasanya bebas karies.
Karies rampan adalah nama yang diberikan kepada kerusakan yang meliputi beberapa gigi yang cepat sekali tterjadinya, seringkali meliputi permukaan gigi yang biasanya bebas karies. Keadaan ini terutama dapat dijumpai pada gigi sulung bayi yang selalu mengisap dot yang berisi gula/ dicelupkan dahulu pada lautan gula.(1)9-12

KLASIFIKASI MENURUT CARA YANG DIKEMUKAKAN OLEH Dr.G.BLACK:
1. Klas I. lesi klas I terjadi pada ceruk dan fisura dari semua gigi. Meskipun lebih ditujukan untuk premolar dan molar.
2. Klas II. Kavitas yang terdapat pada permukaan aproksimal gigi posterioir termasuk kategori klas II. Kavitas pada permukaan halus atau lesi mesial dan distal biasanya berada dibawah titik kontak yang sulit dibersihkan. Menurut definisi Dr. Black karies klass II dapat mengenai permukaan mesial dan distal atau hanya salah satu permukaan proksimal dari gigi sehingga dapat digolongkan menjadi kavitas MO (mesio-oklusal), DO (disto-oklusal), dan MOD (mesio-oklusal-distal).
3. Klas III. Bila lesi klas II mengenai gigi posterior, lesi klas II mengenai gigi anterior. Menurut definisi Dr. G. Black kavitas klas III bisa terjadi pada permukaan mesial atau distal dari incisivus atau kaninus. Seperti klas II lesi ini juga terjadi pada titik kontak, tetapi berbeda dengan lesi pada gigi molar yang bentuknya elips, klas III bentuknya bulat dan kecil.
4. Klas IV. Kavitas tersbut sebenarnya adalh kelanjutan dari lesi klas III. Karies yang luas atau abrasi yang hebat bisa melemahkan sudut insisal dan menyebabkan terjadinya fraktur. Oleh sebab itu, menurut definisi Dr. G. Black , kavitas klas IV adalah lesi pada permukaan proksimal gigi anterior yang telah meluas sampai ke sudut insisal.
5. Klas V. kavitas gingival adalah kavitas permukaan halus. Terlepas dari etiologinya karies, abrasi, erosi, tipe lesi ini menurut klasifikasi Black dikenal sebagai kavitas klas V. menurut definisinya kavitas klas V juga bisa terjadi baik pada permukaan fasial maupun lingual. Namun lesi ini lebih dominan timbul dipermukaan menghadap ke bibir dan pipi daripada lidah. Kavitas klas V bisa mengenai sementum selain email.
6. Klas VI. Tipe kavitas ini terjadi pada ujung tonjol gii posterior dan edge insisal gigi insisivus. Pembentukan yang tidak sempurna pada ujung tonjol atau edge insisal membuat daerah tersebut rentan terhapdap karies.(2)49-51

MACAM-MACAM KARIES:
• Karies superfisialis: gigi berlubang hanya mengenai lapisan gigi terluar.
• Karies media: gigi berlubang yang sudah mengenai lapisan dentin.
• Karies profunda: gigi berlubang yang sudah mengenai jaringan pulpa.
Ketiga macam karies ini terjadi secara perlahan dan bertahap. Oleh karena itu, semakin cepat kita bertindak maka resiko terjadinya karies yang lebih besar menjadi lebih kecil.(5)19

• HISTOLOGI KARIES
o Histologi lesi sebelum kavitasi email
Ujung lesi telah mencapai pertautan email dentin namun permukaan email tetap ututh. Akan tetapi karena karies email itu porus, maka asam, enzim dan rancang chemis lainnya dari permukaan gigi akan mencapai dentin bagian luar dan menimbulkan respons dari kompleks pulpa dentin. Reaksi pertahanan yang berupa dentin reaksioner dan dentin transluseen ini akan dapat terlihat bersama-sama daerah dentin translusen ini akan dapat terlihat bersama-sama dengan beberapa daerah yang mengalami demineralisasi didekat pertautan email-dentin.
Sklerosis tubuler akan menutup tubulus dentin dan menyebabkan hilangnya hubungan antara ujung luarnya dengan pulpa. Oleh karena itu tubulus tersebut tidak lagi mengandung prosesus odontoblas yang vital. Jadi merupakan suatu “dead track”. Pada permukaan invivo, tubulus akan berisi gas, cairan dan sisa-sisa sel yang berdegenerasi.

o Histology lesi setelah kavitasi email
Sekali kavitasi email terjadi, maka bakteri akan langsung masuk ke dentin dan jaringan itu akan terinfeksi. Gambar reaksi pertahanan berupa peradangan pulpa yang ringan, dentin reaksioner, dan sklerosis tubuler. Zona translusen/skleritik menutup badan lesi di dentin yang sekarang bisa dibagi menjadi tiga komponen: pada ujung depan daerah dentin yang mengalami demineralisasi yang belum berisi bakteri. Zona penetrasi tubulus dentinnya telah dimasuki oleh bakteri. Zona destruksi (nekrosis) dentinnya telah dihancurkan oleh bakteri.(1)39-43

• DEMINERALISASI DAN REMINERALISASI
DEMINERALISASI
Komponen mineral di email, dentin dan senterum terdiri dari Hidroksi Apatit Ca10(PO4)6(OH)2

Dilingkungan netral HA seimbang dilingkungan lokal yang berair (Saliva) dimana ion Ca2+ dan PO3- mengalami dengan kejenuhan

Ha akan bereaksi dengan hidrogen jika PH nya 5,5 H+ akan bereaksi secara istimewa dengan PO3- dilingkungan cait yang berbatasan dengan permukaan kristal

Proses ini dilukiskan sebagai perubahan PO43- HPO42- dengan tambahan H+ dan diwaktu yang sama H+ buffer

HPO42- ini tidak akan berperan secara normal untuk keseimbangan HA karena berisi PO42-

Kristal HA akan terlarut (deminetralisasi)

REMINERALISASI
Proses Remineralisasi akan terjadi bila PH telah netral adan ion Ca2+ dan PO43- dalam jumlah yang cukup

Tiap apatit yang hancur akan mengalami penetralan oleh buffer atau ion Ca2+ dan PO43- dalam saliva mencegah penghancuran

Terjadi penghancuran kembali bagian kristal apatit yang terlarut (Remineralisasi)
Bisa didefinisikan sebagai suatu penempatan mineral anorganik didaerah yang sebelumnya telah kehilangan mineral-mineral tersebut. Karies gigi diwarnai oleh perusakan dan perbaikan. Untungnya, gigi geliga Terbenam didalam saliva, cairan yang berpotensi menimbulkan remineralisasi.
Sekali terjadi kavitasi, remineralisasi sendiri tidak dapat menambal lubangnya. Email yang telah mengalami remineralisasi lebih resisten terhadap serangan asam ketimbang email sehat.Karena itu suatu bercak putih yang telah sembuh bisa dianggap sebagi suatu jaringan parut dan seyogyanya jangan dirusak oleh bur. Misalnya siameter kristal yang dikandungnya lebih besar daripada diameter kristal email sehat sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk melarutkannya.(1)
• MEKANISME KARIES
Email sehat
Plak: lapisan lunak, putih atau kuning yang melekat pada gigi terutama terdiri dari bakteri. Juga berisi dari sisa-sisa saliva berbagai sel-sel darah dengan partikel-partikel dari makanan. Segera setelah gigi dibersihkan plak baru mulai tumbuh pada permukaan gigi-gigi suatu lapisan komponen saliva yang sangat tipis terbentuk pada semua permukaan gigi.
White spot: penyebab bercak putih adalah komponen elektrokimia dari proses karies. Cairan didalam email berperan sebagai elektrolit. Ion Ca dijumpai pada cairan ini pori-pori kecil yang dijumpai pada email yang berisi elektrolit ini. Dipisahkan antara kutub-kutub negative (dalam email) dan positif (luar email). Keseimbangan potensi listrik antara kedua kutub dapat terganggu salah satunya karena asam. Pengolesan asam ke permukaan email atau membangkitkan potensi elektrik yang mendorong ion Ca bergerak ke permukaan email. Asam walaupun tidak langsung terdapat pada permukaan gigi merupakan hasil sampingan bakteri didalam plak pada gigi yang tidak dapat menahan efek asam, plak, keasaman akan dapat merembes masuk kedalam email. Hal ini akan mengakibatkan transfer ion Ca yang tidak teratur pada pori-pori email tanpa adanya pergantian ion Ca yang hilang. Kehilangan ion Ca yang banyak membentuk bercak putih pada email yang terkalsifikasi.
Celah hitam: fenomena bercak putih, bila berlangsung bertahun-tahun tampak noda-noda putih seperti kapur sudah menjadi daerah yang berwarna cokelat gelap. Celah hitam terutama tampak jelas pada daerah pit dan fisur.
Kavitas (lubang): metabolisme karbohidrat yang menyebabkan desposisi asam pada email yang terus berlangsung akan terus mengakibatkan kavitas (lubang) pada gigi. Aktivitas karies ini akan menyebabkan tersedianya pembuluh yang lebih besar bagi toksin bakteri mmengalir lebih cepat kedalam. Dengan kerusakan system hidrodinamik ketahan terhadapa caitran berkurang dengan efek kerrusakan asam akan terus merajalela. Selaanjutnya bakteri akan menginfeksi dentin dan pulpa, serta mengakibatkan kerusakan/kematian saraf gigi.(2)48

PEMERIKSAAN KARIES
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan pasien dengan karies rampan:
1. Dentin di dalam kavitas terasa lunak bila di sonde sebagai akibat dari pelarutan dan penyingkiran yang cepat dari garam-garam mineral.
2. Permukaan email dapat di tutupi dengan noda-noda, email-email yang putih seperti : kapur dan difusi .menunjukkan ada nya serangan pada daerah yang luas.
3. Dentin di dalam kavitas hanya sedikit mengalami perubahan warna. Karma permukaan yang hilang dengan cepat. Hanya sedikit kemungkinan terjadinya perubahan warna akibat kopi, sariberry dll
4. Gigi yang baru bererupsi did lam mulut (premolar pada anak remaja) akan menunjukkan adanya lesi karies.

Pemeriksaan pada pasien yang aktivitas karies nya lambat:
1. Kavitas bewarna coklat dan hitam. Bila secara berulang terkena stain makanan (kopi) dentin akan menyerap stain tersebut dan kegelapan nya sebanding dengan lama nya berkontak dengan makanan
2. Dentin lebih padat bila di sonde dengan menggunakan instrument yang berujung tajam dan runcing lesi merupakan akibat dari klasifikasi yang lambat berlawan dengan yang cepat pada tahap akut
3. Email rapuh yang terdapat di atas kavitas cenderung mudah patah. Sedangkan email yang utuh dapat di jumpai pada lesi yang berkembang dengan cara cepat. Kealusan jangka panjang dan tekanan pengunyahan mamatok kan tepi amail
4. nada-nada email yang bewarna kapur lunak hilang pada lesi yang lama akibat staining dan memineralisasi daerah yang mengalami dekalsifasi (hilang nya kalsium atau gara-garam nya dari jaringan seperti tulang dan email.(2)16-17
Pemeriksaan Mikrobiologik
Ada beberapa kuman yang lebih penting dari kuman lainnya sebagai menyebab karies.kini sudah terbukti bahwa individu yang terinterksi oleh S.mutans dalam jumlah banyak,merupakan individu yang beresiko terserang karies.Disamping itu laktobasilus yang banyak menandakan diet individu tersebut adalah diet kariogenik. Tingkat hunian yang tinggi dari kuman ini juga menunjukkan adanya banyak kavitas yang terbuka yang harus diekskavasi dan ditutup sementara sebelum menentukan tingkat infeksi laktobasilusnya.
Jenis streptococcus mutans dan laktobasilus dapat dilakukan pada saliva yang distimulasi dengan paraffin. Sampel liur tersebut dikumpulkan dan sebagian dipindahkan ke vial-transprot yang berisian cairan transport dengan menggunakan semprit atau pipet.Sampel tersebut di bawa ke laboratorium dan dihomogenkan,diencerkan secara kuantitatif dan dibiakkan pada media yang cocok. Pada kebanyakan labortorium, S.mutans di biakkan agar mitis salivarius yang bersikan sukrosa dan basitrasin.Sedangkan media untuk laktobasilus biasanya digunakan untuk SL.Jumlah koloni yang khas pada pengeceran yang baikdi hitung dan kemudian dikalikan dengan faktor pengecerannya.Hal ini akan menyatakan jumlah S.mutans dan laktobasilus untuk tiap millimeter saliva.
Nilai Tinggi 100000 S.mutans > 100000 laktobasilus
Nilai Rendah 0 S.mutans  PENELITIAN pH PLAK
Sebelum pengukur pH,sebelum dan sesudah makan bias merupakan petunjuk ke arah potensi kariogetik suatu makanan.pH plak dapat diukur secara intra oral dengan menempatkan elektroda dan secara ekstra oral dengan menggunakan sampel plak.Pada eksperimen ini,’kurve Stephan’ di buat dengan menghubungkan factor pH dan waktu,makanan dan minuman telah di golongkan menurunkan nilai pH,seperti tek manis,kopi,dan minuman –minuman yang manis,sedangkan permen karet tanpa gula,tampaknya tak menurunkan pH plak.
Penelitian pH plak juga digunakan untuk membedakan potensi kariogenik bermacam-macam,sukrosa,glukosa,fruktosa,dan malkosa tampaknya mempunyai asidopenitas yang sama, sementara laktosa dan glalaktosa menyebabkan penurunan pH yang tidak separah sukrosa,Susu kopi (berisi laktosa) dan susu di dalam teh tawar menyebabkan penurunan pH sedikit,tapi susu sapi hanya mempunyai potensi kariogenik yang sangat lemah.
Produk-produk pati,terutama yang mengandung bahan pati yang terurai karena panas,ternyata juga mempunyai potensi asidogenik . oleh karena itu,kudapan dari pati tak dapat sepenuhnya dianggap aman bagi gigi.
Kapasitas buffer normal pH akhir 5-7
Kapasitas buffer Rendah pH akhir 4.(1)

Pemeriksaan (Ekstra dan Intra Oral)
 Pemeriksaan Ekstra Oral
Penampilan umum tonus, otot, asimetri fasial, pembengkakan, perubahan warna, kemerahan, jaringan parut, ekstraoral atau saluran sinus, dan kepekaan atau nodus jaringan limfe servikal atau fasial yang membesar, merupakan indicator status fisik pasien. Pemeriksaan ekstraoral yang hati-hati akan membantu mengidentifikasi sumber keluhan pasien serta adanya dan luasnya reaksi inflamasi rongga mulut.

 Pemeriksaan Intra oral

Gigi geligi diperiksa untuk mengetahui adanya perubahan warna, fraktur, abrasi, erosi, karies, restorasi yang luas, atau abnormalitas lain. Mahkota yang berubah warna sering merupakan tanda adanya penyakit pulpa atau merupakan akibat perawatan saluran akar yang telah dilakukan sebelumnya. Riwayat yang rinci dari keluhan pasien serta pemeriksaaan obyektif akan mengarahkan dokter gigi pada diagnosis akhir yang dikatakan boleh tepat. Walaupun dalam beberapa kasus diagnosis sangat mungkin dilakukan pada tahap pemeriksaan ini, seorang pediagnostik yang hati-hati tidak akan pernah langsung melakukan perawatan sebelum melakukan konfirmasi yang cukup dengan tes-tes klinis yang diperlukan.(3)77

PERAWATAN NON-INVASIF
 Kontrol diet
Adalah salah satu usah pencegahan hubungan antara karbohidrat yang data diragikan dengan karies.
Analisis diet
Ada dua macam teknik untuk mengetahui jumlah makanan yang dikonsumsi pasien,yaitu: pencatatan konsumsi maknanan dalam 24 jam dan memperoleh catatan diet 3-7 hari.
• Pencatatan diet
Digunakan lembaran diey yang nantinya akan diisi oleh lapisan dengan jujur untuk menemukan penyebab kariesnya. Penyebabnya dikaitkan dengan apa yang mereka makan dan minum selama 4 hari beserta waktu makannya. Jumlah makanan tidak diminta. Pasien tidak diberitahu kalau drg tertarik pada gula yang dimakan. Karena ditakutkan mereka akan mengurangi konsumsi gula hanya untuk drg senang. Lemabaran diet juga di design untuk menekankan pada kudapan yang dikonsumsi diantara waktu makan tapi alasan ini juga diberitahukan pada pasien.
• Anjuran mengenai diet
Nasihat mengenai diet harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap orang dan harus merupakan bagian dari usaha preventif yang komprehentif yang meliputi petunjuk mengenai higyene oral, penggunaan fluor dan penutup fisur (fissure sealant).
 KONTROL PLAK
a. Memeriksa plak, bahan penyingkap dan cermin
Belajar membersihkan plak dengan efektif sangatlah menolong kepada penderita ditunjukkan dimana plak dapat ditemukan pada saat pemeriksaan. Karena plak tersebut tembus dan warnanya sama dengan warna gigi. Maka supaya terlihat plak tersebut terlebih dahulu harus diberi warna dengan disklossing solution.
b. Sikat gigi
Bentuk dan ukuran sikat gigi baik pada bagian kepala, bahan permukaan sususnan serabut sikatnya serta bagian tangkainya sangat bervariasi. Efisiensi sebuah sikat gigi dalam menghilangkan plak sebagian terbesar, tergantung pada kemampuan individu dan sangat kecil sekali dipengaruhi oleh jenis sikat gigi secara teratur. Paling tidak 3bulan sekalu penting untuk mengganti sikat gigi secara teratur.
c. Cara menyikat gigi
Ada beberapa metode dalam menyikat gigi:metode menggosok, gerakan menggosok dalam arah horizontal. Metode menggulung /sentakan menggulung), gerakan serabut sikat gigi ke apeks memutar dan kemudian menggulung. Metode fones,gerakann dilakukan pada saat gigi dalam keadaan oklusal dan sikat diputar. Metode leonard, menganjurkan gerakan vertical dengan menyikat gigi bagian bawah dan atas terpisah. Cara charters dan bass, menggunakan gerakan bergetar.
d. Pemeriksaan interdental
o Benang gigi atau pita gigi
Penggunaan benang gigi merupakan metode pemilihan untuk membersihkan permukaan interproksimal gigi. Jari-jari yang memegang benang kira-kira terpisah 15 mm. benang harus dituntun agar melalui daerah interproksimal pada setiap gigi bergantian. Super floss dirancang khusus untuk pembersih permukaan dibawah gigi jembatan.
o Tusuk gigi kayu
Rersesi di paipila interdental sehingga terjadi diruang interdental. Pembersihan interdental lebih baik digunakan tususk gigi daripada menggunakan benang gigi. Tusuk gigi umumnya dibuat dari kayu yang lnak dengan penampang segitiga sesuai dengan ruang interdental.
o Sikat interdental
o Sikat berkas tunggal
o Pasta gigi
 PENGGUNAAN SEALANT
Mencegah karies gigi adalah terutama pada permukaan gigi yang halus, pengaruhnya adalah sangat sedikit. Ini mungkin karena daerah cekungan yang terlindung pit dan fisur memberikan kondisi yang baik untuk menahannya. Oleh karena itu, terdapat suatu cara pada kedokteran gigi preventif yang ditujukan khusus untuk mencegah karies pada tempat-tempat ini.
Ide sealing pit dan fisur sebelum pit dan fisur terserang karies bukan merupakan hal yang baru, tetapi pada usaha-usaha awal-awal keberhasilannya terbatas karena adhesi bahan-bahan test pada email tidak cukup. Keberhasilan teknik sealing ini didasarkan pada penemuan bahwa adhesi akrilik an resin komposit terhadap email bertambah besar jika email di etsa lebih dahulu dengan asam. (Buonocore,1995).
Asam fosfat dengan konsentrasi 30-50% untuk etsa email. Aplikasi 1 menit menghilangkan kiira-kira 10 mm email permukaan etsa dibawahnya sampai kedalaman 20 mm. etsa menghasilkan lapisan email yang porous sehingga resin dapat mengalir, porositas ini memberikan permukaan untuk adhesi resin dan juga merupakan retensi mekanis yang sangat baik.
Resin yang digunakan sebagai sealant belakangan ini didasarkan pada “Bis GMA yang dikembangkan oleh Bower (1963) “Bis GMA adalah reaksi yang dihasilkan oleh bis (4 hidroxyphenyl) dimethylmethane dan glyccidyl methacrylate. Terdapat dua tipe: yaitu yang mengalami polimerisasi setelah pencampuran komponen katalis dan universal (tipe autopolimerisasi) dan yang mengalami polimerisasi hanya setelah terkena sumber sinar yang sesuai.
Kebanyakan resin yang digunakan sebagai fisur sealant adalah “unfilled”, yaitu mereka tidak mengandung partikel-partikel filler dalam resin meningkatnya daya tahan terhadap abrasi, terdapat beberapa alas an dalam menggunakan filled resinuntuk fisur sealing. Suatu bahan tambalan resin komposit telah dicampur dengan perbandingan 1:1 dengan unfilled resin dan berhasil digunakan dengan sealant (Unvelstad,1976), tetapi filled resin yang dirancang khhusu untuk digunakan sebagai sealant telah diperkenalkan belakangan.
Fissure sealing adalah perawaatan preventif yang ideal untuk gigi geligi. Permukaan lain yang dapat diseal adalah fisur-fisur oklusal dan premolar dan molar susu grove bukal Molar groove palatal molar rahang atas dan pit palatal insisivus 1 rahang atas. Sealing khususna ditujukan bagi/fisur dalam dan pasien beresiko tinggi. Fisur sealing harus dilakukan sebgai bagian dari perawatan preventif yang menyeluruh, yang meliputi penyuluhan diet, instruksi kesehatan mulut dengan penggunaan fluor.
Prosedur metode alasan Catatan
1 Bersihkan permukaan gigi Gunakan sedikit pumice dan air dengan sikat berkecepatan rendah untuk membersihakan pit dan fisur dan permukaan gigi sekitarnya.

Cuci permukaan dengan semprotan udara/air Adalah perlu menghilangkan pak dan pelikel yang menghambat etsa. Pumice lebih disukai daripada pasta profilaksis karena pasta mengandung fluor atau bahan berminyak yang mengurangi efektivitas etsa. Partikel-partikel pumice harus dibersihkan. Debris yang halus dapat dihilangkan dari pit dan fisur dengan sonde, selain juga harus dihilangkan.
2 Isolasi dan keringkan gigi Isolasi gigi. Idealnya dengan rubber dam dapat pula dengaan gulungan kapas atau kasa penyerap. Gunakan saliva ejektoe sewaktu saliva ejector sewaktu merawat gigi bawah. Keringkan permukaan gigi dengan tiupan udara. Dengan satu tangan, pertahankan posisi ejector, kapas dan kasa sampai perawatan selesai. Jangan coba mengisolasi gigi lebih dari 1 kuyadran sekaligus. Supaya terjadi pengikatan resin terhadap email baik, gigi-gigi harus tetap terisolasi dari saliva.

Air atau saliva pada permukaan gigi akan mengencerkan etsa asam. Kontrol diet dekat diperlukan karena setiap gerak lidah atau pipi dapat menggeser ejector, kapas atau kasa.
Idealnya fisur sealant digunakan sedini mungkin sewaktu gigi baru erupsi sebagian, sering pemasanagna rubber dam sulit dilakukan.

Perlu ada jalur udara bebas minyak. Karena hal ini membutuhkan satu tangan, perlu bantuan asisten dokter gigi.
3 Etsa email Berikan asamfosfat 30-50% dengan gulungan kapas kecil atau spon atau kuas kecil.

Perluas daerah etsa melewati fisur sampai ke ujujng cusp atau samapai 3-4mm sekitar pit. Jaga email tetap basah oleh asama selama 1 menit.
Berikan asam fosfat 30-50% menghasilkan etsa yang optimal untuk menjamin ikatan resin yang baik.

perluasan yang cukup dari daerah etsa diperlukan untuk menajmin tipe sealant yang terletak pada email yang sudah dietsa.
Aplikasi selama 1menit menghasilkan pola etsa yang menjamin ikatan resin yang kuat. Etsa atau kondisioner yang disertakan pada produk komersial adalah asam fosfat dengan konsentrasi asam 30-50%. Karena ini adalah asam kuat, harus digunakan dengan hati-hati agar tidak mengenai mata pasien.

Gigi memerlukan etsa selama 2 menit bukan 1 menit.
4 Cuci dan keringkan permukaan email Dengan asisten menahan ujung aspisator dekat gigi, cuci asam dengan aliran air yang diarahkan pada permukaan etsa selama 15 detik pasien tidak boleh berkumur. Tahap pipi menjauh gigi, keluarkan kap[as basah dang anti dengan yang kering.

Keringkan permukaan etsa seluruhnya dengan tiupan udara yang bebas minyak salaam 30 detik. Aspirasi yang efisien penting, jika air tidak dihilangkan dengan sempurna, air akan tertelan dan permukaan etsa akan terkena saliva. Pencucian yang tidak memadai atau kombinasi permukaan etsa akan menggangguikatan resin dengan email.

Pengeringan yang tidak tepat atau kontaminasi minyak juga mengurangi kekuatan ikatan resin-email. Aspirasai juga menghilangkan rasa tidak enak dari asam. Syarat utam bagi ikatan resin email yang kuat adalah:
1. Etsa email yang cukup.
2. Cuci dan keringkan permukaan etsa dengan menyeluruh.
3. Jaga agar permukaan etsa benar-benar beda kontaminasi sebaiknya ulangi etsa samapi 1 menit.

Bila permukaan yang telah dietsa kering agak nampak buram. Jika tidak hanya dietsa lagi.
5 Berikan resin Pemberian resin (dicampur sesuai dengan petunjuk pabrik) dengan alatyang sesuai(mis eskavator kecil) atau dengan aplikator yang sudah disediakan pabrik.

Tempat resin pada satu ujung pit atau fisurdan biarkan mengalir ke seluruh fisur. Tambah lagi bila perlu samapai fisur tertutup dan tepi resin kira-kira 2meter ajuran pabrik/ light acriklic. Petunjuk pabrik hharus ditaati untuk menjamin waktu pengerasan

Keruatan karies terutama pada email pada bibang smashing tetapi harus benar-benar berada pada email yang telah di etsa untuk mencegah kebocoran tepi. Tipe aplikatr yang digunakan tidak penting asal resin dapat ditempatkan dengan tepat.
Outline sealant sealant harus sesuai dengan restorasi klas I.

Email yang di etsa tepi tidak tertutup resin agar segera teremineralisaasi karena saliva sangat jenuh dengan garam-gaaram kalsium.
6 Biarkan resin mengalami polimerisasi Pertahankan isolasi sampai waktu polimerisasi sesuai anjuran pabrik atau jika digunakan light acrilyc resin berikan penyinaran sesuai waktu yanhg dianjurkan. Waktu yang diperlukan untuk polimerisasi light cured resin bervariasi sesuai sumber sinar yang digunakan, tapi tiap sumber sinar yang terdapat dewasa ini, akan polimerisasi resin dalam waktu 60 detik.(Stephen dan Stang,1895)
7 Pemeriksaan lebih lanjut Lewatkan sonde tumpul diatas permukaan resin untuk memeriksa apakah seluruh fisur sudah tertutup. Jika ada bagian fisur yang belum tertutup sealant, tambahkan resin segera dan biarkan polimerisasi (penambahan hanya dapat dilakukan bila isolasi tetap terjaga dan permukaan belum terkontaminasi). buang lapisan permukaan yang tipis dari resin yang tidak terpolimerisasi dengan kapas. Pembuangan lapisan permukaan boleh dilakukan atau tak dilakukan, hindari rasa tidak enak pada pasien.
Ref:perawatan gigi anak RJ.Andlaw.W.P Rock (alih bahasa Agus widjaya), edisi 2, Widya Medika, cetakan I,1992.hal58-61
STERILISASI INSTRUMENT
1. Instrument harus menembus jariingan lunak.
Semua instrument harus dibersihkan seluruhnya sesudah dipergunakan dan bekas-bekas darah serta semen harus dihilangkan seluruhnya. Instrument yang disunakan pada prosedur operasi, harus disterilkan sebelem dipergunakan dan harus dibawa ke dokter gigi dalam keaddaan sudah steriil.
2. Instrument yang tidak menembus jaringan lunak.
Tidak perlu dipergunakan dalam kondisi selalu steril, cukup bila digenakan dalam keadaan bersih saja. Instrument ini kebanyakan mencakup konservasi, henpis kecuali dipergunakan untuk operasi dan kantung penyedot.
3. Peralatan yang digunakan didalam mulut.
Contoh dari kelompok ini adalah untuk kontrol dan peggangan syring triple. Alat-alat ini dapat disterilkan tapi harus dibersihkan dengaan menggunakan larutan antispetik setiap ganti pasien.
Edaran ADA mengemukakan hal-hal berikut yang harus dilakukan secara rutin untuk melindungi orang-orang bekerja di praktik Dokter gigi dan mencegah penularan penyakit dari seorang pasien ke pasien yang lain.
1. Sarung tangan harus dipakai sewaktu merawat pasien.
2. Masker harus diapakai untuk melindungi mukosa muulut dan hidung dari percikan ludah dan darah.
3. Mata hharus dilindungi dengan semaacam kaca mata dari percikan darah dan ludah.
4. Metode sterilisasai untuk membunuh kuman-kuman harus digunakan pada alat-alat dokter gigi. Seperti autoklaf, oven pemanasan kering, sterilisasi uap kimia dan sterilisasi kimia.
5. Harus diperhatikan untuk membersihkan instrument dan tempat-tempat kerja. Dalam hal ini ttermasuk menggosok dengan ccairan dterjen dan mengelap dengan cairan desinfektan seperti iodine atau chlorine (bahan pembersih rumah yang diencerkan).
6. Bahan-bahan disposable yang telah digunakan harus dipegang hati-hati dan dikumpulkan dalam satu kantung plastic untuk mengurangi berkontak dengan manusia. Alat-alat tajam seperti jarum atau scalpel harus dimasukkan kedalam kaleng atau wadah yang tidak mudah berlubang sebelum dibuang ke dalam kantun plastic.

 PENGGUNAAN FLOUR
Pemberian fluoride melalui air minum, garam dapur, tablet, pasta gigi, berkumur-kumur dan pemberian secara individual dapat menimbulkan efek akibat karies. Pengaruh preventif berdasarkan kepada: ketahanan terhadap asam yang lebih besar dari apatit yang mengandung fluor, peningkatan remineralisasi, efek anti microbial.Kegunaan fluor sebagai pembentukan email dengan Kristal-kristal lebih baik yang resisten terhadap serangan asam. Kadar fluor yang optimum terbentuk Kristal yang lebih besar dengan kandungan karbonat yang lebih rendah, sehingga kelarutan terhadap asam dapat dikurangi.
Fluor dalam kadar rendah, sesuai dengan rendahnya kadar fluor dalam cairan jaringan, akan menyatu dengan Kristal apatit selama priode pembentukan gigi. Setelah kalsifikasi gigi selesai, tapi sebelum erupsi, lebih banyak lagi fluor yang diserap oleh permukaan email yang berkontak dalam cairan jaringan. Akhirnya, setelah erupsi dan selama hidup, email terus menyerap fluor dari lingkungan sekitarnya. Pada saat ini penyerapan fluor dipengaruhi oleh keadaan email.
Agar fluor bisa diikat oleh email, maka fluor tersebut harus diletakkan dalam bentuk floraapatit, dimana ion hidroksil digantikan oleh ion fluor. Fluor yang diperoleh dari cairan jaringan selama periode pembentukan gigi an dari saliva serta air minum pada periode pasca erupsi, diikat email dalam bentuk ini. Akan tetapi, karena rendahnya konsentrasi fluor dalam media ini maka dibutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh akumulasi fluorapatit yang cukup pada email. Reaksi fluor dengan email:
Ca10(PO4)6(OH)2+2F Ca10(PO4)6F2+2OH-
Dari larutan yang mengandung konsentrasi fluor yang lebih tinggi, akan diserap F yang lebih banyak pula, tetapi tidak seluruhnya dari fluor ini akan membentuk fluorapatit.
Penyerapan fluor oleh email akan meningkat dengan cepat jika pH yang rendah dan akan mengakibatkan demineralisasi email disertai dengan peningkatan kalsium fluoride dan penglepasan fosfat.(1)99-102
 KONTROL PLAK

IMUNOGLOBULIN
Sistem imunologis total terutama terdiri dari dari sekresi Ig A, disamping jumlah kecil Ig G dan Ig M. pada Ig A ludah terikat suatu “secretory pebace”. Ini merupakan suatu glikoprotein yang dihubungkan dengan Ig A dan melindungi Ig A terhadap kerusakan. Dalam ludah bercamur di jumpai juga krevikular dan kemungkinannya terutama mempunyai fungsi local didalam gingival. Gambaran yang terbentuk karena pengaruh sekresi Ig A adalah sebagai berikut. Jaringan oral tertutup dengan lapisan lendir mucus, dalam lapiisan itu juga dijumpai sekresi Ig A, yang mempunyai suatu aktivitas merekat yang kuat. Antigen dalam bentuk bakteri dan virus terpegang dalam lapisan lendir dan dibuat tidak aktif oleh sekresi Ig A dan ileh pengaruh pembersihan mekanis ludah diangkat ke lambung untuk dihancurkan. Ig A merekatkan di sisi bakteri-bakteri. Juga terbukti bahwa bakteri mulut yang tertuutup dengan Ig A lebih mudah difagositosis oleh lekosit. Konsentrasi sekresi Ig A adalah yang tertinggi pada stimulasi minimal, seperti dalam tidur. Pengaruh melindungi justru akan paling tinggi. Ada juga petunjuk bahwa konsentrasi ludah Ig A lebihh tinggi lebih resistensi terhadap karies lebih besar.(4)120

POSISI KERJA YANG BAIK DAN BENAR BAGI DOKTER GIGI
Sikap kerja dan posisi operator harus memberikan pandangan kerja yang baik ke dalam mulut pasien. Pada waktu yang sama pasien dan operator harus merasa nyaman. Operator duduk tetap dikursi tanpa sandaran dengan punggung yang lurus dengan kedua paha sejajar lantai dan kedua kaki rata pada lantai. Kepala dan leher harus tidak bergerak, garis antara kedua mata harus horizontal dan kepala menunduk sedikit kedepan untuk melihat kedalam mulut pasien. Operator harus duduk di belakang kepala pasien. Posisi yang tepat tergantung area mulut pasien yang akan dirawat.
Apabila mulut pasien dianggap ada dipermukaan jam, banyaknya posisi dimana operator dapat mengerjakan semua tugas terletak pada busur jam dari angka 10 sampai 1. Posisi belakang langsung misalnya pada pukul 12 dan posisi kanan belakang misalnya pada pukul 10 adalah posisi yang paling lazim digunakan.

TORUS PALATUM(TONJOLAN PADA PALATUM)
Torus palatum adalah suatu bentuk eksostosis tulang yang terjadi kira-kira 20 % penduduk dewasa. Kelainan itu seringkali diturunkan ; karenanya banyak anggota keluarga mendapatkannya. Insidensi torus palatum lebih tinggi pada wanita daripada pria.
Torus sangat bervariasi dalam ukuran dan bentuk klinis, serta cenderung untuk bertambah perlahan-lahan dalam semua dimensi sesudah pubertas. Letaknya selalu digaris tengah palatum keras disekitar kedua gigi premolar atau molar. Torus palatinus biasanya berupa pembengkakan sekeras tulang, berbentuk kubah, licin, tunggal ; tetapi, versi bosselate kadang-kadang dijumpai dengan suatu lekuk garis tengah dan beberapa tonjolan setempat. Mukosa yang menutupi adalah merah muda pucat, tipis dan lembut ; batas dari lesi dilukiskan oleh kontur oval yang timbul dari atap palatum.
Torum seringkali timbul tanpa gejala jika tidak kena trauma dan pasien dapat dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak tahu adanya torus sampai suatu peristiwa traumatik terjadi.

CARA MENGATUR POLA MAKAN YANG BAIK UNTUK KESEHATAN GIGI DAN MULUT
Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, ada baiknya kita menjaga pola makan.berikut beberapa pola makan yang baik: 1) Mengurangi kebiasaan ngemil dan mengkonsumsi makann yang mengandung kadar gula yang sangat tinggi untuk mencegah terjadinya karies. 2) Konsumsi gula yi kanduang tinggi dapat menyebabkan penurunan PH t aktivitas bakteri dalam rongga mulut. 3) Oral hygiene harus benar-benar di jaga, karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri. Selain mengatur pola makan, ada baiknya mengkonsumsi makanan pengganti gula untuk menggontrol diet: a)penggunaan bahan yang memberikan rasa manis tapi tidak menghasilkan asam ketika diragikan oleh bakteri plak. b) produk ini ada dua golongan,yaitu: *produk yang mempunyai nilai kalori (makanan manis nutritive, *produk yang tidak memiliki nilai kalori (non nutritif) .Selain itu ada beberapa kudapan yang aman untuk di konsumsi: 1) Keju aman dari segi kesehatan gigi tapi kandungan lemak jenuhnya tinggi. 2) Buah-buahan kurang kariogetik daripada permen tapi mengandung kadar gula tinggi dan kudapan aman. 3) Beberapa buah yang sangat asam (lemon, apel asam, jeruk, anggur), jika dimakan berlebihan → erosi karena asam. Yang aman untuk di konsumsi → *roti dan biskuit asal tidak diberi selai/madu. *Beberapa jenis sayuran mentah seperti wortel dan tomat. Selain itu keju dan kacang-kacangan merupakan makanan pelindung tapi jika dimakan setelah makan gula, telah terbukti menaikkan ph plak. karena sifatnya yang dapat menaikkan plak dianjurkan sebagai makanan penutup atau kudapan yang aman. (1)

KESIMPULAN
Nona Jelita menderita karies superficilais, dimana kerusakan yang terjadi hanya pada email saja. Yang disebabkan olleh kebiasaan makan diantara jam makan, suka memakan cokelat dan sering minum softdrink. Hal ini ditandai dengan adanya celah yang berwarna kehitaman. Selain itu, nona Jelita mengalami pendarahan dengan papilla interdental region yang disebabkan karena adanya kalkulus yang menempel pada gigi (dekat gingival). Sehingga kalkulus tersebut merobek permukaan gingiva. Nona jelita juga menderita torus palatum, yaitu suatu bentuk eksostosis tulang yang terjadi pada kira-kira 20% orang dewasa. Selanjuttnya untuk mencegah perkembangan karies sedini mungkin, Dokter gigi dapat melakukan perawatanprefentif seperti kontrol plak, kontrol diet, dan peningkatan oral hygiene.

SARAN
Sebaiknya kita harus mengurangi kebiasaan ngemil dan mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gual yang sangat tinggi untuk mencegah terjadinya karies. Konsumsi gula yang sangat tinggi dapat menyebabkan penurunan pH oleh aktivitas bakteri dalam rongga mulut. Selain itu oral hygiene harus benar benar dijaga, karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri.

DAFTAR PUSTAKA
1. Edwina A.M. Kidd & Sally Joyston-Bechal (alih bahasa Narlan Sumawinata & Safrida Faruk). Dasar-Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. EGC.Cetakan I. Jakarta.1991.
2. Baum, Philips, Lund. Buku ajar Ilmu Konserasi Gigi Edisi III. EGC. Cetakan I. Jakarta. 1997.
3. Walton & Torabinejad. Prinsip dan Praktikum Ilmu Endodonsi Edisi II. EGC. Jakarta. 1997.
4. Prof. Dr. B. Houeink. Prof. Dr. O. banker Dirks (penerjemah Prof. Dr. Sutatmi Suryo). Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Gadjah Mada University Press. Cetakan I. Yogyakarta. 1993.
5. Martariwansyah,SKG. Gigiku kuat, Mulutku Sehat. Hayati qualita. Cetakan I. Jawa Barat.2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *