1. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang.

Perkembangan pesat di bidang industri sejak akhir abad ke 19 telah mearik perhatian sejumlah ahli untuk mempelajari penggunaan waktu dan pola gerak pekerja dalam melakukan kegiatannya, dan inilah awal dari perkembangan ilmu ergonomi sekarang ini. Pada prinsipnya, ergonomi merupakan bidang ilmu yang meninjau manusia dari aspek “keteknikan dan sistem” dalam hubungannya dengan fasilitas dan lingkungan kerja dengan tujuan agar tercapai secara optimal nilai – nilai yang dikehendaki manusia diantaranya kenyamanan, keamanan, kesehatan dan efisiensi kerja.

Istilah “Ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (Kerja) dan NOMOS (Hukum Alam) dan dapat didefenisikan sebagai studi tentang aspek – aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/perancangan. Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, dirumah, ditempat rekreasi. Didalam ergonomi dibutuhkan studi tentang sistem dimana manusia. Fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya. Ergonomi. Sekarang ini semua produk – produk permesinan yang dihasilkan oleh perusahan – perusahan besar  dieropa sudah  cukup canggih sehingga perusahan sekarang melakukan peningkatan mutu produk di bidang ergonomi cukup pesat.

  1. Permasahalahan

permasahalahan pada mesin – mesin dan peralatan pertanian yang kita miliki kurang memenuhi faktor – faktor ergonomika dan perlu mengalami redesain, mengingat semua kecanggihan dan kemutakhiran sudah memadai dan tinggal masalah ergonomi yang perlu diperbaharuhi guna mencapai kenyamanan dan keselamatan kerja tentunya.

  1. Tujuan percobaan.

Mengamati pemakaian warna dan simbol pada traktor roda dua dan combine. Mengetahui makna dari warna dan simbol yang ada pada traktor roda dua dan combine.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380 – 780 nanometer. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya : merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatannya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara kebanyakan di negara timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan. Warna dapat dikelompokkan atas :

  1. Warna netral, adalah warna – warna yang tidak lagi mempunyai kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder.
  2. Warna kontras adalah warna yang berkesan berlawanan satu sama lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang bersebrangan terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan orange.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna itu menjadi simbol, riang, samangat, marah dsb. Warna merah mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk mengesankan jarak jauh.

Pabrik pembuat mesin – mesin pertanian menggunakan warna sebagai bentuk pesan kepada konsumen. Selain warna, simbol – simbol tertentu juga digunakan untuk mempermudah operator dalam mengendalikan mesin.

Suatu sistem kerja, pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yakni manusia, bahan, mesin dan peralatan kerja, serta lingkungan kerja. Dari keempat komponen tersebut, komponen manusia haruslah menjadi sentral dalam sistem kerja yang bersangkutan, karena pada dasarnya manusia berperan sebagai perencana dan perancang suatu sistem kerja, selain sebagai pengendali yang harus berinteraksi dengan sistem untuk dapat mengendalikan proses yang sedang berlangsung pada sub sistem kerja secara keseluruhan.

Posisi kerja dalam mengoperasikan mesin haruslah didesain dengan baik sehingga mampu meningkatkan kerja operator atau petani dalam melakukan melakukan pekerjaannya. Tujuan mendesain tersebut adalah untuk memperbaiki produksivitas operator dengan memaksimumkan gerakan yang efektif, mereduksi kelelahan operator, serta meningkatkan kestabilan dan keseimbangan operator dalam bekerja.

Menentukan posisi kerja dalam mengoperasikan traktor tangan yang optimum sangat berkaitan dengan ukuran antropometri operator itu sendiri. Data antropometri tersebut perlu dibuat dalam bentuk model data base agar dapat diperoleh informasi secara cepat dan mudah serta dapat dipergunakan dalam jangka panjang.

Model dari tubuh manusia dapat divisualisasikan dengan bantuan komputer. Komputerisasi pergerakan tubuh manusia sangat membantu dalam perancangan ruang kerja yang sesuai dengan kemampuan pergerakan manusia itu sendiri. Begitu pula dalam mengoperasikan mesin dapat divisualisasikan dengan bantuan komputer dengan menggunakan basis data antropometri operator.

Sebagian besar alat dan mesin yang digunakan dalam bidang pertanian dirancang dan dibuat berdasarkan ukuran fisik pekerja  eropa dan amerika yang merupakan negara produsen mesin – mesin pertanian modern. Mesin – mesin pertanian modern tersebut, tidak hanya dipergunakan oleh pekerja – pekerja eropa dan amerika, tetapi digunakan juga dalam pertanian di negara – negara lain, termasuk pertanian Indonesia.

Pada kondisi – kondisi tertentu penggunaan mesin – mesin import yang dirancang dan dibuat berdasarkan ukuran fisik pekerja eropa dan amerika sering menimbulkan kesulitan bagi pekerja lokal saat pelaksaan kerja berupa menurunnya unjuk kerja mesin, kelelahan pada operator yang memungkinkan terjadi kecelakaan kerja. Untuk menghindari kondisi tersebut, Human Engenering atau Ergonomik perlu diperhitungkan.

Variabel antopometri dalam populasi normal biasanya mengikuti sebaran normal. Untuk keperluan desain digunakan dua kunci parameter dari sebaran normal yaitu nilai tengah (mean) dan standar deviasi nilai tengah adalah jumlah keseluruhan pengukuran individu dibagi dengan banyaknya pengukuran. Nilai tengah menunjukkan kecenderungan pusat data. Standar deviasi dihitung menggunakan beda antara tiap pengukuran individu dengan nilai tengah. Standar deviasi menunjukkan derajat sebaran. Nilai standar deviasi kecil menunjukkan bahwa pengukuran mendekati nilai tengah.

Dimensi Fungsional ( dinamis )

Dimensi ini diambil  kondisi bawah di mana badan melakukan beberapa aktivitas fisik. Dalam kebanyakan aktivitas fisik ( apakah satu sedang beroperasi suatu mengarahkan roda, memasang sebuah perangkap tikus atau mencapai seberang meja untuk mengambil garam) anggota badan individu berfungsi dalam batas persetujuan. Yang praktiknya adalah batas yang di capai lengan tangan;sebagai contoh,ini bukan konsekuensi tapak dari panjang lengan tangan; batasnya   juga dipengaruhi oleh perpindahan bahu perputaran bagian-bagian batang,yang mungkin menyangkut pembengkokan ke belakang,dan fungsi akan di sempurnakan oleh tangan.

Prinsip-prinsip dalam penerapan data anthropometric

Ada tiga prinsip umum dalam menerapkan data anthopometric untuk masalah perancangan yang spesifik;masing-masing penerapan adalah perbedaan tipe dari situasi.

Disain untuk individu yang ekstrim

Dalam merancang corak tertentu  dari dunia fisik tubuh kita,satu harus di coba untuk memuat semua(or yang seharusnya semua) populasi yang dipermasalahkan. Dalam beberapa keadaan suatu dimensi rancangan spesifik  atau corak adalah suatu pembatasan faktor yang mungkin membatasi penggunaan fasilitas untuk beberapa orang;ini yang membatasi faktor untuk dapat mendikte baik  suatu nilai maksimum maupun  nilai minimum dari variasi dalam kelompok atau karakteristik yang di permasalahkan.

Perancangan untuk nilai populasi  maksimum adalah strategi yang sesuai jika di berikan sebuah nilai maximum(tinggi)dari beberapa  corak disain harus memuat semua(atau sebetulnya semual)orang. Contohnya meliputi ketinggian pintu-pintu masuk/keluar, ukuran pintu darurat pada pesawat terbang militer,dan kekuatan peralatan pendukung ( seperti sebuah restock gantung,jerat tangga atau meja kerja).Pada pembelokkan,rancangan untuk nilai populasi minimum adalah strategi yang sesuai jika di berikan sebuah nilai minimum ( rendah) dari beberapa  corak disain harus memuat semua (atau sebeulnya semua)orang. Contohnnya meliputi jarak tombol kendali dari operator dan kekuatan yang di perlukan untuk mengoperasikan kendali.

Kadang-kadang mungkin ada yang memberi alasan untuk memuat sebagian besar,tetapi 100 persen populasi. Sebagai contohnya,ini tidak adil untuk semua pintu masuk/keluar mempunyai tinggi 9 ft(2,7 m)untuk mengakomodasi sirkus raksasa. Dengan demikian,praktek ini sering menggunakan persentasi  ke 95 dan 5 dari relevan distribusi untuk karakteristik populasi sebagai parameter disain minimum dan maksimum.

Disain untuk cakupan yang dapat disetel Corak fasilitas atau peralatan tertentu dapat dirancang sehingga mereka dapat disesuaikan dengan individu yang menggunakannya. Beberapa contoh adalah tempat mobil,kursi kantor,bangku tinggi dan alas kaki. Dalam perancangan peralatan tersebut,seringnya adalah praktek untuk menyediakan tutup yang sesuai yang mencakup dari 5 ke 95 persen karakteristik populasi relevan ( tinggi duduk,jangkauan lengan,dll). Penggunaan dari cakupan seperti itu secara khusus relevan jika di sana ada permasalahan teknis dalam mengusahakan memuat kasus  yang sangat ekstrim untuk menutupi 100 persen populasi);keseringan permasalahan teknis yang dilibatkan dalam memuat kasus yang ekstrim adalah tidak sebanding dengan keuntungan yang di peroleh dalam pelaksanaannya.

Perancangan untuk rata-rata. Faktor-faktor manusia yang menjadi literatur adalah menyebaran dengan pengumuman yang ada adalah golongan kecil(atau tidak!)individual yang “rata-rata”. Memang ada golongan kecil,jika ada,individual yang rata-rata pada tiap karakteristik dari banyak anthropometric. Walaupun dongeng dari orang kebanyakan telah digunakan sebagai suatu argumentasi dalam melawan perancangan untuk  suatu cetusan konsep impian, disini kita bermaksud membuat suatu kasus untuk penggunaan nilai rata-rata dalam perancangan jenis tertentu fasilitas atau peralatan, secara rincinya, untuk pertimbangan sah, adalah tidak sesuai untuk melemparkan disain pada suatu nilai ekstrim ( maksimum atau minimum) atau mungkin untuk menyediakan suatu cakupan yang dapat disetel. Sebagai suatu contoh, konter gerbang keluar

suatu supermarket di bangun untuk rata-rata pelanggan [yang] mungkin akan membebani pelanggan lebih sedikit di dalam hal umum  dibanding dengan satu bangunan lain yang di bangun untuk  orang sirkus maupun  untuk Goliath. Ini tidak di katakan bahwa itu akan menjadi optimum untuk semua orang, tetapi bahwa secara bersama, akan menyebabkan lebih sedikit hal yang tidak menyenangkan dan kesukaran dibanding satu hal yang mungkin menaikkan dan menurunkan..

III. METODELOGI PERCOBAAN

  1. Alat dan bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :

Ø  1 unit traktor roda dua

Ø  1 unit Combine

Ø  Alat tulis

  1. Cara kerja

Asisten mengawasi praktikan yang sedang mengamati traktor roda dua dan combine. Praktikan mencatat warna dan simbol yang ada dan membahasnya.