Laporan Keuangan

  1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan juga dapat dijadikan alat untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan.




Menurut Sofyan Syafri Harahap laporan keuangan merupakan output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakaian sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping sebagai informasi, laporan keuangan juga sebagai pertanggungjawaban.[1]

Adapun definisi laporan keuangan menurut Prasetya adalah sebagai berikut :

”Laporan Keuangan adalah produk manajemen dalam mempertanggungjawabkan (stewardship) pengguna sumber daya dan sumber dana yang dipercayakan kepadanya”.[2]

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah alat komunikasi perusahaan yang berisi tentang data-data keuangan yang di buat oleh perusahaan dan dapat di informasikan bagi pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan yang menggambarkan kondisi riil keuangan perusahaan.

  1. Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 digolongkan sebagai berikut :

  • Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.

  • Tujuan Umum

Tujuan umum dari lapoan keuangan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber daya ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya bersih dari aktivitas perusahaan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba.
  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi penghasilan bagi perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban.
  3. Untuk mengungkapkan informasi lain yang dibutuhkan pengguna laporan.
  • Tujuan Kualitatif

Tujuan kualitatif dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Relevansi, yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
  2. Dapat dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi para pengguna juga harus dapat memahaminya.
  3. Dapat diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode-metode pengukuran yang sama.
  4. Netralitas, yang artinya informasi akuntansi ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari pengguna-pengguna yang spesifik.
  5. Ketepatan Waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  6. Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.
  7. Kelengkapan, yang artinya adalah telah dilaporkannya seluruh informasi yang ”secara wajar” memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.[3]
  1. Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntasi Keuangan (PSAK), laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen berikut ini :[4]

  • Neraca

Merupakan laporan yang menunjukan keadaan keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu yang tersusun secara sistematis dimana aktiva-aktiva diklasifikasikan menurut tingkat likuiditas sedangkan kewajiban menurut jatuh tempo.

Adapun unsur-unsur dari neraca adalah sebagai berikut :

  1. Aktiva

Manfaat ekonomi yang mungkin diperoleh dimasa depan, atau dikendalikan oleh ekuitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu.

  1. Kewajiban

Pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa depan yang berunsur dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya dimasa depan sebagai hasil sari transaksi atau kejadian masa lalu.

  1. Ekuitas

Kepentingan residu dalam aktiva setelah dikurangi dengan kewajiban-kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan.

  • Laporan Laba Rugi

Laporan  laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, laba rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama pe riode tertentu. Laporan laba rugi pada hakekatnya bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Dimana dalam menjalankan aktivitas tersebut laba akan terjadi apabila penghasilan lebih besar dari pada biaya-biaya selama periode tertentu.

Adapun definisi yang lebih formal untuk pos-pos yang berhubungan dengan laba, yang dikenal dengan unsur-unsur utama laporan laba rugi, adalah sebagai berikut :

    1. Pendapatan, yaitu arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya dalam aktiva entitas atau pelunasan kewajiban (kombinasi keduanya) selama satu periode, yang ditimbulkan oelh pengiriman atau produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dan operasi utama atau operasi sentral perusahaan.
    2. Beban, yaitu arus kas keluar atau penurunan lainnya dalam aktiva sebuah entitas atau penambah kewajibannya (kombinasi keduanya) selam satu periode, yang timbul oleh pengiriman dan produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama atau operasi sentral perusahaan.
    3. Keuntungan, yaitu kenaikan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang dihasilakn dari pendapatan atau investasi dari pemilik.
    4. Kerugian, yaitu penurunan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.
  • Laporan Perubahan Modal

Merupakan laporan mengikhtisarkan seluruh perubahan ekuitas pemilik yang terjadi selama periode tertentu, misalnya sebulan atau setahun laporan.

  • Laporan Arus Kas

Merupakan laporan tentang arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas yang menyajikan arus kas selama periode tertentu. Klasifikasi dalam laporan arus kas dibagi menjadi tiga aktivitas yan berbeda yaitu :

  1. Aktivitas operasi, yaitu meliputi pengaruh kas dari transaksi yang digunakan dalam penentuan laba bersih.
  2. Aktivias investasi, yaitu melipui penyediaan dan penagihan pinjaman serta pembelian dan pelepasan investasi (baik hutang maupun ekuitas) serta properti, pabrik, dan peralatan.
  3. Aktivitas pembiayaan, yaitu melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemilik yang meliputi :
  4. Perolehan modal dari pemilik dan penyediaan pengembalian atas investasinya kepada mereka.
  5. Peminjaman uang dari kreditor dan pelunasannya.
  • Catatan Atas Laporan Keuangan

Adalah ikhtisar yang memuat penjelasan umum tentang perusahaan, kebijakan akuntansi yang dianut, dan penjelasan tiap-tiap akun neraca dan laba rugi.

  1. Karakteristik Laporan Keuangan

Terdapat beberapa karakteristik yang harus dipenuhi dalam laporan keuangan yaitu :[5]

  • Dapat dipahami

Kualitas penting yang disajikan dalam laporan keuangan adalah kemudahan untuk segera dapat dipahami oleh para pengguna.

  • Relavan

Laporan keuangan dapat berguna secara langsung bagi para penggguna.

  • Materialitas

Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakikat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya.

  • Keandalan

Laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan maksudnya adalah informasi yang tersaji harus jujur, wajar dan dapat di pertanggungjawabkan.

  • Penyajian jujur

Informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.

  • Substansi Mengungguli Bentuk

Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukannya hanya bentuk hukumnya.

  • Netralitas

Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.

  • Pertimbangan Sehat

Mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

  • Kelengkapan

Informasi dalam laporan keuangan harus lengkap batasan materialitas dan biaya.

  • Dapat diperbandingkan

Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecendrungan (trend) posisi dan kinerja keuangan.

[1]  Harahap, Teori Akuntansi, edisi revisi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007, hlm.201.

[2]  Prasetya, Penyusunan & Analisis Keuangan Pemerintah Daerah, Yogyakarta: ANDI, 2005, hlm. 5

[3] Belkaoui, Accounting Theory buku 1, Edisi 5, Jakarta: Salemba Empat, 2006, hlm. 212-213

[4] Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta:  Salemba Empat, 2009,hlm. 1.7-1.13

[5]  Ibid, hlm. 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *