Langkah-langkah menggunakan mikroskop
1. Melepas sarung penutup mikroskop ( jangan lupa dilipat dengan rapi sarungnya )
2. Mengatur posisi mikroskop ( memutar lensa okuler kearah kita )
3. Menyalakan mikroskop ( tekan tombol di bagian belakang )
4. Mengatur intensitas cahaya dengan memutar pengatur cahaya
5. Menurunkan meja sediaan dengan memutar sekrup pengatur kasar ( yg besar )
6. Menaikkan kondensor ke atas hingga maksimal
7. Membuka iris-diafragma
8. Memeriksa kedudukan revolver dengan lensa objektif (ditengok )
9. Menempatkan lensa objektif paling lemah pada posisi vertical
10. Menjepit preparat
11. Menaikkan meja sediaan dengan sekrup pengatur kasar sampai maksimal ( awasi dari samping )
12. Mengatur letak preparat/sediaan tepat dibawah lensa objektif
13. Melihat sediaan dengan lensa okuler dan menurunkan meja sedian menggunakan sekrup besar sampai terlihat jelas
14. Ganti ke lensa dengan perbesaran yang lebih tinggi ( memutar revolver ), untuk memfokuskan cukup memutar sekrup kecil saja,jangan pake sekrup besar lagi.
15. Ganti ke lensa perbesaran lebih tinggi.gunakan minyak imersi jika akan menggunakan lensa objektif 100x. Putar objective lens jadi diantara erbesaran 40 dan 100, majukan sedikit meja sediaan, tidak perlu dilepas, lalu putarlah revolver agar lensa objektif dengan perbesaran kuat bersentuhan dengan minyak imersi tersebut.(di teteskan di objeknya)
16. Mengakhiri pemeriksaan :
A. Matikan mikroskop
B. Turunkan meja sediaan
C. Kondensor diturunkan dan iris di tutup
D. Mengambil sediaan dan kembalikan ke tempatnya semula
E. Memutar revolver hingga lensa objektif 100x berada pada posisi vertical
F. Menaikkan meja sediaan sampai maksimal ( jangan lupa di 0 kan lagi ukuran di meja sediaan )
G. Memutar arah lensa okuler kea rah berlawanan
H. Menutup kembali mikroskop dengan sarungnya
I. Membersihkan meja kerja
Langkah-langkah Pemeriksaan Fisik Paru
1. “Selamat pagi pak, perkenalkan saya dr. Desi saya dokter yang bertugas di klinik ini. Maaf kalau boleh tau nama bapak siapa ? umur bapak berapa ? Pekejaan ?”
2. “Pada Hari ini saya akan melakukan pemeriksaan ada paru bapak. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai fungsi paru bapak apakah masih dalam batas nomal atau tidak. Sebelumnya saya meminta maaf karena pada pemeriksaan ini nanti akan banyak sekali ketidaknyamanan yang bapak rasakan, tapi disini saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalkan rasa ketidaknyaman ini. Pada pemeriksaan ini, Bapak saya minta untuk melepaskan pakaian bagian atas bapak”
3. “Sebelumnya apakah bapak bersedia? Apakah ada yang ingin ditanyakan?”
4. “Sebelumnya, apakah bapak ingin buang air kecil?”
5. “Silakan bapak menuju ke bed pemeriksaan dan melepas pakaian atas bapak sementara saya menyiapkan alat dan mencuci tangan”
6. Inpeksi umum
a. “Tolong duduknya yang tegak ya bapak”
b. Memperhatikan bentuk dada (iga, sternumr, columna vertebralis). Laporan : 1. Iga Simetris sinister dan dexter, tidak tampak adanya fraktur. 2. Sternum Simetris sinister dan dexter, tidak tampak adanya fraktur. 3. Columna vertebrlis tampak lurus sesuai vertebra. Tidak tampak lordosis, skoliosis, maupun kifosis. 4. Bentuk Dada Simetris sinister dan dexter. 5. Tidak tampak barell chest. 6. Tidak tampak pigeon chest. 7. Tidak ada hiperpigmentasi. 8. Tidak ada hipopigmentasi. 9. Tidak ada luka. 10. Tidak ada skar 11.Tidak tampak bendungan pembuluh darah. 12. Tidak tampak ada tanda-tanda fraktur. 13. Tidak ada tanda-tanda peradangan.
c. Memperhatikan ruang ics saat inspirasi
d. Memperhatikan gerakan pernafasan. Laporan : Gerakan pernafasan pasien simetris dan kedalamannya sedang
e. Menghitung frekuensi napas dalam satu menit
7. Inspeksi Pada sisi Anterior
a. “Tolong duduknya yang tegak ya bapak”
b. Perhatikan bentuk klavikula, fosa supraklavikula dan infraklavikula. Laporan: tidak ada retraksi di fosa supraklavikula dan infraklavikula. Laporan: Fossa supraklavikula dan fossa infraklavikula Simetris sinister dan dexter, tidak tampak fraktur dan peradangan.
c. Perhatikan lokasi iga ke 2 Laporan: Lokasi iga ke 2 Simetris sinister dan dexter, tidak terdapat retraksi.
d. Catat hasil pemeriksaan
8. Inspeksi pada sisi posterior
a. “Tolong duduknya yang tegak ya bapak”
b. Perhatikan bentuk dan letak kolumna vertebralis. Laporan: Kolumna vertebralis nomal, tidak terdapata skoliosis, kifosis maupun lordosis.
c. Menunjukan lokasi vertebra cervicalis ke-7 . Pasien diminta untuk menunduk. Laporan tentang vertebra cervicalis ke-7 lihat list!
d. Menetukan ujung bawah skapula, pasien diminta untuk melakukan posisi seperti istirahat di tempat. Laporan: Ujung bawah skapula tampak Simetris sinister dan dexter. Tidak tampak adanya pergeseran. Tidak tampak adanya dislokasi. Tidak tampak adanya peradangan.
e. Catat hasil pemeriksaaan
9. Pengukuran ekspansi dada
a. “Tolong duduknya yang tegak ya bapak”
b. “Permisi ya pak” kemudian Lingkarkan meteran di manubrium sternal junction, kemudian, “Tolong tarik nafas yang dalam, bapak” lalu ukur diameter dada saat inspirasi
c. “Tolong hembuskan nafasnya kuat-kuat, pak” Lalu ukur diameter dada saat ekspirasi
d. Catat selisihnya, ulangi sampai 3 kali, ambil selisih terbesar. Laporan: “Ukuran ekspansi dada pasien 3-5 cm saat inspirasi maksimal”
10. Pemeriksaan fremitus vokal anterior
a. “Silakan berbaring, bapak”
b. Letakkan kedua tangan di bagian dada depan
c. “Tolong bapak ucapkan kata sembilan-sembilan”
d. Bandingkan fremitus vokal paru kiri dan kanan. Laporan: pada palpasi thorax anterior, fremitus vokal simetris D et S. Tidak ada lateralisasi.
11. Pemeriksaan fremitus vokal posterior
a. “Silakan duduk tegak kembali, Pak”
b. Letakkan kedua tangan di bagian dada belakang
c. “Tolong bapak ucapkan kata sembilan-sembilan”
d. Bandingkan fremitus vokal paru kiri dan kanan. Laporan: : pada palpasi thorax posterior, fremitus vokal simetris D et S. Tidak ada lateralisasi.
12. Pemeriksaan simetrisitas pernafasan
a. “Silakan berbaring lagi, bapak”
b. Letakkan kedua tangan di bagian dada depan
c. “Tolong tarik nafas yang dalam, pak”, kemudian minta pasien untuk menghembuskan nafas
d. Rasakan simetrisitas pernafasan pasien. Laporan: dada pasien saat Inspirasi dan ekspirasi simetris
13. Perkusi
a. “Silakang berbaring dengan rileks bapak. Maaf, saya akan mengetuk dada bapak”
b. Perkusi secara dalam pada daerah supraklavikula kemudia minta pasien untuk mengangkat kedua tangan dan lakukan perkusi dari di midklavikula, tentukan batas paru dan hepar
14. Pemeriksaan batas pengembangan paru
a. “Tolong duduk tegak ya, pak”
b. Melakukan perkusi pada dada anterior secara sistematis dari atas ke bawah dada kri dan kanan
c. Menentukan batas peralihan suara sonor ke redup
d. Meminta pasien untuk menarik nafas dalam
e. Melanjutkan perkusi ke bawah
f. Menentukan pergeseran hilangnya suara sonor
g. Pemeriksa berdiiri di belang pasien
h. Melakukan perkusi pada dada posterior secara sistematis dari atas ke bawah dada kiri dan kanan
i. Menentukan batas akhir suara sonor
j. Meminta pasien untuk menarik nafas dalam
k. Melanjutkan perkusi ke bawah
l. Menentukan pergeseran tempat hilangnya suara sonor

15. Auskultasi anterior
a. “Silakang berbaring dengan rileks bapak. Maaf, saya akan menggunakan stetoskop pada dada bapak”
b. Periksa bagian diafragma stetoskop yang akan digunakan
c. Letakkan stetoskop sesuai urutan pola sambil pasien diminta menarik nafas dan menghembuskan nafas secara teratur.
16. Auskultasi posterior
a. Minta pasien untuk duduk membelakangi kamu
b. Letakkan stetoskop sesuai urutan pola sambil pasien diminta menarik nafas dan menghembuskan nafas secara teratur.
c. Laporan: Pada auskultasi (thorak anterior dan posterior) didapatkan suara nafas normal.Tidak ditemukan suara nafas tambahan seperti Rh dan Wh di kedua lapang paru.

17. “Baik bapak pemeriksaan sudah selesai, bapak bisa mengenakan pakaian bapak kembali”.
18. “Hasil pemeriksaan tadi sangat baik pak. Ukuran paru bapak bagus, tidak ada kelainn
19. “Kalau bisa dipertahankan ya bapak. Jangan lupa rajin-rajin olahraga, kurangi makan berlemak dan berkolestrol tinggi ya pak. Kalau ada keluhan lagi, silakan bapak datang lagi kesini lagi”

Langkah-langkah pemeriksaan vital sign
1. “Selamat pagi pak, perkenalkan saya dr. Desi saya yang bertugas di klinik ini pada pagi ini. Maaf kalau boleh tau nama bapak siapa ? umur bapak berapa ?”
2. “Pada pemeriksaan kali ini saya akan melakukan pemeriksaan tanda vital, yang terdiri atas pemeriksaan tekanan darah, suhu badan, nadi, dan frekuensi napas. Mungkin akan ada sedikit ketidaknyamanan, namun saya akan berusaha untuk meminimalisirnya”
3. “Apakah bapak bersedia?”
4. “Sebelumnya, apakah bapak ingin buang air kecil?”
5. “Silahkan bapak menuju ke bed pemeriksaan bapak silahkan berbaring , sembari saya akan menyiapkan alat dan mencuci tangan”.
6. Pemeriksaan suhu badan (Kenapa suhu normal 35,5-36,5? Mengapa harus ditunggu 3-5 menit?)
a. Bersihkan ujung termometer dengan kapas+alkohol
b. Kibaskan termo sampai suhu turun ke 35,5¬¬o
c. Jepitkan di apex fossa axillaris kiri pasien, tunggu 3-5 menit.
d. Ambil termometer, baca. Laporan: Suhu badan pasien 36oC

7. Tensi (Cari tau kenaa tensi 120/80? Kenapa 110/100? Kenapa sistolik palpatoir harus ditambah 30?)
b. “Saya akan melakukan pemeriksaan tekanan darah, silakan bapak menyingsingkan lengan baju bapak. Rileks aja ya pak”.
c. Menempatkan tensimeter dengan membuka aliran air raksa, mengecek saluran pipa dan meletakkan manometer vertikal.
c. Memeriksa stetoskop dengan corong bel yang terbuka
d. Memasang manset 2 jari atas di vena mediana cubiti
e. Meraba arteri bracialis di fossa cubiti sebelah medial
f. Dengan 2 jari (telunjuk dan jari tengah), meraba pulsasi arteri brachialis, dengan cepat memompa manset sampai 30 mmHg diatas hilangnya pulsasi. Laporan : pulsasi hilang di angka 120
g. Menurunkan tekanan manset perlahan-lahan sampai sistolik palpatoir teraba kembali. Laporan: Tekanan sistolik palpatoir Pasien 120
h. Pasang stetoskop, letakkan bagian diaphragma di tempat perabaan pulsasi. Naikkan kembali sampai 30 mmHg diatas tekanan sistolik palpatoir.
i. Mendengakan melalui stetoskop sambil menurunkan perlahan-lahan dan lapokan saat mendengar busung pertama. Laporan : tekanan sistolik pasien adalah 120 mmHg
j. Melanjutkan penurunan tekanan manset sampai suara bising terakhir sebagai tekanan diastolik.
k. Catat dan laporkan. Laporan : tekanan darah pasien 120/80 mmHg
8. Pemeriksaan nadi (Nadi bisa dicari dimana aja?)
a. “permisi pak,boleh lepaskan jam tangan yg sedang bapak pakai? Untuk melakukan pemeriksaan ini harap rilex saja ya pak”
b. Meletakkan lengan pasien yang akan diperiksa dalam keadaan rileks
d. Meraba a.radialis menggunakan jari telunjuk dan jari tengah
e. Menghitung frekuensi denyut nadi minimal 15 detik
f. Laporan : misal, frekuensi denyut nadi pasien 65 kali/menit,irama regular,gelombang tardus ( gelombang nadi rendah ) atau celer ( gelombang nadi tinggi ), isi cukup/besar/kecil/tak teraba
9. Pemeriksaan frekuensi napas
a. “Permisi bapak, bisa buka bajunya sebentar”
b. Letakkan tangan ada dada asien, hitung frekuensi napas selama 1 menit
10. “Baik bapak, pemeriksaannya sudah selesai, silakan bapa bapakai kembali pakaiannya”
11. “Hasil pemeriksaan tadi sangat baik bapak, tekanan darah bapak 120/80 mmHg, Suhu badan bapak 36¬oC , frekuensi nafas bapak 20x/menit, tidak ada kelainan pak.
12. Kalau bisa dipertahankan ya bapak. Jangan lupa rajin -rajin olahraga, kurangi makan berlemak dan berkolestrol tinggi ya pak. Kalau ada keluhan lagi, silakan bapak datang lagi kesini lagi.

Langkah-langkah pemeriksaan jantung
1. Selamat pagi pak, perkenalkan saya dr.Gralia saya yang bertugas di klinik ini pada pagi ini. Maaf kalau boleh tau nama bapak siapa ? umur bapak berapa ?
2. Pada pemeriksaan kali ini saya akan melakukan pemeriksaan jantung, dimana saya akan menyentuh dan mengetuk dada bapak dan mendengarkan bunyi jantung bapakdan juga bapak akan diminta melepaskan baju bapak sehingga mungkin akan terasa kurang nyaman. Namun, saya akan berusaha meminimalisirnya.
3. Apakah bapak bersedia untuk melaksankan pemeriksaan ?
4. “Sebelumnya, apakah bapak ingin buang air kecil?”
5. silahkan bapak menuju ke bed pemeriksaan , bapak silahkan berbaring dan melepaskan pakaian bagian atas bapak sembari saya akan menyiapkan alat dan mencuci tangan
6. laporan : alat-alat yang diperlukan pada pemeriksaan kali ini adalah stetoskop, 2 buah penggaris, kapas dan alkohol
7. mencuci tangan kemudian membersihkan alat
8. pemeriksaan tekanan jugularis :
a. maaf bapak, saya akan menaikkan sandaran tempat tidur. Bapak bisa duduk sebentar.
b. Menaikkan sandaran tempat tidur membentuk sudut 60o
c. Maaf bapak, saya akan memeriksa pembuluh darah di daerah leher bapak, mungkin bapak bisa menoleh kesebelah kiri dan mohon maaf mungkin akan sedikit tidak nyaman dan pegel ya pak.
d. Mencari vena jugularis ( kelihatan berdenyut )
e. Membendung vena di dekat clavikula kemudian membendung vena di dekat angulus mandibula
f. Melepas bendungan vena didekat clavikula
g. Terlihat batas mengalirnya vena kemudian hubungkan dengan penggaris titik tersebut dengan proyeksi angulus sternalis untuk mengetahui JVP
h. Oke bapak pemeriksaan sudah selesai. Bisa kembali menoleh ke depan,pak.
i. Laporan : tekanan vena jugularis pasien 5+1 cm H2O
j. Maaf bapak, bisa duduk sebentar karena saya akan menurunkan sandaran tempat tidur.
k. Menurunkan sandaran tempat tidur
9. Palpasi jantung :
a. Maaf bapak pada pemeriksaan kali saya akan menyentuh dada bapa. Permisi ya pak
b. Palpasi di ICS 2 kiri ( telapak miring ). Laporan tidak ada trill (getaran yang disebabkan oleh gesekan antara dinding dada)
c. Palpasi di ICS 2 kanan ( telapak miring ). Laporan tidak ada trill
d. Palpasi di ventrikel kanan ( ICS 3,4,5. Telapak lurus ) Laporan tidak ada trill
e. Palpasi di epigastrium ( mengunakan 3 jari, jari agak ditekan ke arah serong kiri )
f. Palpasi di daerah apex cordis, lalu cari ictus cordis (dengan 2 jari, kemudian 1 jari)
g. Laporan : ictus cordis terdapat di daerah linea mid clavicularis sinister sekitar ICS 4 atau 5. Diameter 1 cm,amplitudo,kuat angkat dan durasi 2/3 sistolik
10. Perkusi jantung
a. Maaf bapak, saat ini saya akan mengetuk dada bapak, maaf ya jika terasa kurang nyaman.permisi pak
b. Perkusi di daerah mid clavikula kanan dari ICS 1 sampai ditemukan batas paru hepar.naik setinggi 2 jari kemudian perkusi ke arah tengah sampai menemukan suara sonor ke redup
c. Laporan : batas jantung kanan pada linea parasternalis kanan ICS 3 s/d 5
d. Batas kiri jantung : dengan perkusi dari ICS 1 di linea axillaris anterior kiri sampai menemukan batas paru gaster, kemudian meletakkan jari setinggi dua jari kemudian memperkusi ke arah tengah sampai ditemukan perubahan suara sonor ke timpani
e. Laporan : batas kiri jantung pada linea midclavicularis kiri pada ICS 5
f. Menentukan pinggang jantung. Diperkusi di linea parasternalis kiri dari atas kebawah sampai ketemu batas sonor ke redup.laporan : pinggir jantung terdapat pada ruang intercostalis 3 parasternalis. jantung tidak menglami perbesaran
11. Auskultasi
a. Permisi pak, saya akan mendengarkan suara jantung bapak dengam stetoskop.bapak relax saja ya pak
b. Auskultasi pada aorta. Pada ICS 2 pada linea parasternalis kanan (pakai diapragma)
c. Auskultasi pulmonal, pada ICS 2 linea parasternalis kiri (pakai diaphragma )
d. Auskultasi mitral, pada ictus cordis ( pakai bell, sambil palpasi di a. Carotis )
e. Auskultasi tricuspidalis, geser sedikit ke medial dari ictus cordis ( pakai bell )
f. Balik lagi ke pulmonal untuk mendengarkan splitting fisiologis S2
g. Laporan: Bunyi jantung 1 bersamaan dngan a.carotis bunyi jantung normal tidak ada bising
12. Baik bapa pemeriksaan sudah selesai, bapak bisa mengenakan pakaian bapak kembali
13. “Hasil pemeriksaan tadi sangat baik pak. Tekanan pembuluh darah vena di leher bapak, atau biasa kami sebut JVP 5+1, itu masih dalam batas normal, kemudian ictus cordis bapak terletak di linea midclavicula ics 5 itu juga normal, bapak. Kemudian batas kanan dan kiri jantung bapak juga normal, dan tidak terdapat getaran atau bunyi aneh pada jantung bapak”.
14. “Kalau bisa dipertahankan ya bapak. Jangan lupa rajin-rajin olahraga, kurangi makan berlemak dan berkolestrol tinggi ya pak. Kalau ada keluhan lagi, silakan bapak datang lagi kesini lagi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *