1
              Perpindahan panas dengan cara konveksi antara benda yang berputar dan fluida di sekitarnya penting artinya dalam analisa termal mengenai poros, roda daya (roda gila), rotor turbin, dan komponen – komponen berputar lainnya pada berbagai mesin – mesin. Konveksi dari sebuah silinder horizontal berputar yang dipanaskan telah diteliti oleh Anderson dan saunders. Turbulensi mulai muncul pada Bilangan Reynolds kecepatan  keliling  Rew= wη D2/v ; sebesar kurang lebih 50 dimana w adalah kecepatan putar dalam rad/s. dengan perpindahan panas kecepatan kritik tercapai bila kecepatan keliling permukaan silinder menjadi kurang lebih setengah kecepatan konveksi bebas ke atas pada sisi suatu silinder tidak bergerak yang dipanaskan.
              Dibawah kecepatan kritik konveksi alami biasa, yang becirikan bilangan grashof biasa βg (Ts – T ) D3/ v2, laju perpindahan panas. Diatas kecepatan kritik bilangan reynoldy kecepatan keliling menjadi parameter yang mengendalikan laju perpindahan panas tersebut. Pengaruh gabungan bilangan – bilangan Reynolds, prandtl dan grashof pada bilangan nusselt  rata rata bagi sebuah silinder horizontal yang berputar didalam udara diatas kecepatan kritik dapat dinyatakan dengan persamaan :
              Perpindahan panas dari sebuah piringan yang berputar telah diteliti secara eksperimental oleh beberapa ahla seperti Cobb dan Saunders dan secara teoritik antara lain oleh Millspace serta taylor. Lapisan batas pada piringan tersebut adalah laminar dan tebalnya seragam pada bilangan Reynolds putar dibawah kurang lebih 106. pada bilangan Reynolds yang lebih tinggi alirannya menjadi turbulen dan lapisan batasnya menebal seiring dengan bertambahnya besarnya jari jari. Bilangan nusselt rata rata untuk sebuah piringan yang berputar di udara adalah :
                                              
              Dalam resim aliran turbulen pada sebuah piringan yang berputar di udara harga local bilangan nusselt pada jari jari r diberikan secara pengira kiraan (akproksimasi) oleh