Konsep Dasar Sistem | Teori sistem secara umum yang pertama kali diuraikan adalah istilah “SISTEM” yang sekarang ini banyak dipakai. Banyak orang berbicara mengenai karakteristik sistem dan daur hidup sistem. Sebuah sistem terdiri dari atas komponen- komponen yang terpadu untuk suatu tujuan tertentu. Istilah sistem sekarang ini banyak dipakai untuk kegiatan perekonomian, diantaranya perbankan, akuntansi, infestor dan masih banyak lagi bentuk sistem yang  ada sekarang ini. Model dasar dari sistem ini adalah masukan, pengolahan, dan keluaran atau hasil. Akan tetapi sistem ini dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan.

Pengertian Sistem

Pengertian Sistem | Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan dan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menentukan dan menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Selain pengertian yang diatas sistem juga dapat diartikan adalah suatu seperangakat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, mesin/alat & prosedur serta konsep-konsep yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama.  Dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu perkumpulan yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Definisi sistem menurut beberapa pakar :

  • Menurut Raymond Mc Leod sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
  • Menurut H.M Jogiyanto (2005:1), system dikelompokkan dengan dua pendekatan, yang pertama yaitu sistem yang menekankan pada komponen atau elemenya. Sistem yang menekankan pada prosedurnya adalah suatu jaringan kerja atau prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sistem yang menekankan pada komponen-komponen atau elemenya adalah sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kedua kelompok definisi sistem ini dua-duanya benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah dari cara pendekatannya.
  • Menurut Gordon B. Davis (2001:1) dalam bukunya menyatakan bahwa sistem bisa berupa bentuk abstrak atau fisik. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Sistem teologi adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan tentang Tuhan, manusia, dan lain sebagainya. Sedangkan sistem yang bersifat fisik adalah serangkaian unsur-unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Prof. Dr. Mr S Prajudi Atmosudirdjo (Sutabri, Tata, S.Kom.2005.Analisa Sistem Informasi) menyatakan bahwa suatu sistem tertentu terdiri dari atas objek-objek, atau unsur-unsur atau komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Bila kita tarik kesimpulan tentang semua pengertian beserta defenisinya diatas. Unsur yang mewakili suatu sistem adalah masukan (Input), pengolahan (Processing), dan keluaran atau hasil (Output).

Karakteristik Sistem

Karakteristik Sistem | Modal utama sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Merupakan sebuah sistem sederhana, sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukkan dan keluaran. Menurut Jogiyanto (2005:3-7), suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik atau beberapa sifat-sifat tertentu, yaitu :

  • Komponen Sistem (Component)

Suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, dan bekerjasama membentuk satu kesatuan.

  • Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem adalah daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luar.

  • Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Bentuk apapun yang ada diluar sistem atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem-operasi sistem tersebut, disebut dengan lingkungan luar sistem. Environment dapat merugikan energy bagi sistem tersebut, sedang environments yang merugikan harus dikendalikan agar tidak menanggung kelangsungan sistem hidup

  • Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem akan menjadi masukkan untuk subsistem lainnya. Dengan demikian dapat terjadi satuan integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

  • Masukan Sistem (Input)

Adalah energy yang dimasukan kedalam sistem, masukan dapat berupa masukan perawatan (maintance input), yaitu energy yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi dan memasukan sinyal (signal input), yaitu energi yang diproses untuk mendapat keluaran.

  • Keluaran Sistem (Output)

Adalah hasil energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

  • Pengolahan Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran, sebagai contoh sistem akuntansi, sistem ini mengolah data transaksi menjadi laporan yang dibutuhkan oleh semua pihak manajemen.

  • Sasaran (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran. Apabila suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menetukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan oleh sistem. Suatu sistem akan dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya

Klasifikasi Sistem

Klasifikasi Sistem | Klasifikasi sistem dapat dijelaskan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya, karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang.

Adapun klasifikasi suatu sistem yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Sistem Abstrak (Abstarct System)

 Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak ada secara fisik.

 Contoh : Sistem teologi

  • Sistem Fisik (Physical System)

Merupakan sistem yang ada secara fisik.

Contoh : Sistem computer.

  • Sistem Alamiah (Natural System)

Sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.

Contoh : Rotasi bumi.

  • Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem yang dirancang oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.

Contoh : Mesin ATM.

  • Sistem Tertentu (Determinan System)

 Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi.

Contoh : Komputer.

  • Sistem Tak Tertentu (Probabilistik System)

 Sistem yang kondisinya masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung kemungkinan (probabilitas).

Contoh : Sistem prakiraan ramalan cuaca.

  • Sistem Tertutup (Closed System)

 Sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya serta bekerja secara otomatis tanpa campur tangan dari pihak luar.

Contoh : Assembling Sistem.

  • Sistem Terbuka (Open System)

 Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

 Contoh : Sistem administrasi kepegawaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *