KONSEP DAN PRINSIP DASAR PTK
(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Penelitian Tindakan Kelas

Dosen: Abdur Rosyid, M.Pd.

Disusun oleh:
1. Berry Pratama 12.22.1.0072
2. Dikdik Somantri 12.22.1.0119
3. Rika Wijayanti 12.22.1.0379
VII IPA 3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
UNIVERSITAS MAJALENGKA
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul “Penelitian Tindakan Kelas: Konsep dan Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas.” Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas.
Kualitas pembelajaran di sekolah harus selalu ditingkatkan agar pembelajaran yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Usaha peningkatan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara terpraktis dalam meningkatkan kualitas tersebut adalah melalui usaha guru melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Usaha ini dapat dilakukan melalui pelaksanaan tindakan kelas oleh guru. Apa sebenarnya PTK? Apa pentingnya PTK? Apa saja prinsip dasar PTK? Pertanyaan inilah yang menjadi fokus makalah yang penulis susun. Sejalan dengan itu, makalah ini secara jelas membahas hal ihwal PTK dan aplikasinya dalam pembelajaran di sekolah dasar. dengan uraian yang komprehensif ini, diharapkan pemahaman akan PTK bukan hanya sekedar tataran teori melainkan lebih jauh pada tataran aplikasi.
Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Abdur Rosyid, M.Pd., selaku dosen mata kuliah yang telah membantu penulisan selama menyusun makalah ini;
2. Rekan-rekan seangkatan yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini;
3. Semua pihak yang tida bisa penulis sebut satu per satu.
Semoga Allah swt. memberikan balasan yang berlipat ganda. Memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritis yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Amin.

Majalengka, Oktober 2015
Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Makalah 2
D. Kegunaan Makalah 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas 3
B. Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas 6
C. Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas 6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tegana kependidikan lainnya, pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara professional lewat penelitian tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberidampak positif ganda. Pertama, peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata. Kedua, peningkatan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar. Ketiga, peningkatan keprofesionalan pendidik dan tegana kependidikan lainnya. Keempat, penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian.
Untuk meningkatkan mutu kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa yang baik maka guru hendaknya memiliki kemampuan melakukan penelitian sederhana. Berbagai macam penelitian dapat dilakukan oleh guru, namun diantara berbagai macam penelitian yang dapat dilakukan, penelitian yang diutamakan dan sangat disarankan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini lebih mengarah kepada tindakan guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik dari sebelumnya. Sebelum malakukan penelitian sangatlah penting bagi para pemula untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian dan prinsip penelitian tindakan kelas. Atas latar belakang di atas penulis mencoba menyusun makalah dengan judul “Pengertian dan Prinsip Penelitian Tindakan Kelas”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan PTK?
2. Apa pentingnya PTK?
3. Apa prinsip dasar PTK?

C. Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1. Pengertian konsep PTK;
2. Pentingnya PTK; dan
3. Prinsip dasar PTK.

D. Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep penelitian tindakan kelas. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang konsep penelitian tindakan kelas;
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang konsep penelitian tindakan kelas baik secara teoritis maupun secara praktis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam istilah bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. 3 kata yang membentuk pengertian tersebut, maka ada tiga pengertian yang dapat diterangkan.
1. Penelitian, merunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan, merunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu.
3. Kelas, dalam hal ini tidak terikat pada penelitian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik, yang dimaksud istilah kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.
Dengan menggabungkan batasan pengertian 3 kata inti yaitu penelitian, tindakan, kelas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Kesalahan umum yang terdapat dalam penelitian tindakan guru adalah penonjolan tindakan yang dilakukan sendiri, misalnya guru memberikan tugas kelompok pada siswa. Pengutaraan kalimat seperti itu kurang pas. Seharusnya guru menonjolkan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa mengamati proses mencairnya es yang ditempatkan panci tertutup dan panci terbuka atau didalam gelas. Siswa juga diminta membandingkan dan mencatat hasilnya. Dengan kata lain, guru melaporkan berlangsungnya proses belajar yang dialami oleh siswa, perilakunya perhatian mereka pada proses yang terjadi, mengamati hasil dari proses, mengadakan pencatatan hasil mendiskusikan dengan teman kelompoknya, melaporkan didepan kelas dan sebagainya. Sekali lagi yang dikemukakan oleh guru dalam menuliskan laporan penelitian tindakan adalah hal-hal yang dilakukan oleh siswa, bukan yang dilaukan oleh guru.
Terkait dengan pengertian PTK ini, ada beberapa rumusan definisi PTK yang perlu disiasati dan dipahami.
1. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran.
2. Kemmis dan Mc. Taggart (1998): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.
3. Rochman Natawijaya (1997): PTK adalah pengakajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi atau memperbaiki sesuatu.
4. Suyanto (1997): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara profesional.
5. Tim PGSM (1999): PTK adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yag dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
Dari kelima rumusan di atas dapat ditemukan kata-kata kunci yang terkait dengan PTK.
a. PTK bersifat reflektif. Maksudnya adalah PTK diawali proses perenungan atas dampak tindakan yang selama ini dilakukan guru terkait dengan tugas-tugas pembelajaran di kelas. Dari perenungan ini aka diketahui apakah tindakan yang selama ini dilakukan telah berdampak positif dalam pencapaian tujuan pembelajaran atau tidak.
b. PTK dilakukan oleh pelaku tindakan. Maksudnya adalah PTK dirancang, dilaksanakan, dan dianalisis oleh guru yang bersangkutan dalam rangka ingin memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapinya di kelas. Kalaupun dilakukan secara kolaboratif, pelaku utama PTK tetap oleh guru yang bersangkutan.
c. PTK dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Maksudnya adalah dengan PTK ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas berbagai aspek pembelajaran sehingga kompetensi yang menjadi target pembelajaran dapat tercapai secara maksimal (efektif dan efisien).
d. PTK dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mengawas diri. Maksudnya adalah setiap langkah yang dilakukan dalam PTK harus dilakukan dengan terprogram dan penuh kesadaran sehingga dapat diketahui aspek-aspek mana yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki demi ketercapaian kompetensi yang ditargetkan.
e. PTK bersifat situasional dan kontekstual. Maksudnya adalah PTK selalu dilakukan dalam situasi dan kondisi tertentu, untuk kelas dan topik mata pelajaran tertentu sehingga simpulan atau hasilnya pun hanya diarahkan pada konteks yang bersangkutan, bukan untuk konteks yang lain.
Dalam praktiknya penelitian tindakan menggabungkan tindakan bermakna dengan prosedur penelitian. Ini adalah suatu upaya untuk memecahkan masalah sekalaigus mencari dukungan ilmiahya. Pihak yang terlibat (guru, widyaiswara, instruktur, kepala sekolah, dan warga masyarakat) mencoba dengan sadar merumuskan suatu tindakan atau intervensi yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksaaannya untuk memahami tingkat keberhasilannya (Departemen Pendidikan Nasional,1999:1)
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru dilapangan (wibawa, 2004:3). Arikunto (2007:3) mengartikan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegitan belajar berupa sebuah tindkan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut dberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Dalam buku prosedur penelitian dlaam pendekatan praktik, Arikunto(2006:91) mendefinisikan penelitian tindakan kelas yang cukup sederhana, yakni merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatn yangg sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas.

B. Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Beberapa alasan tentang pentingnya PTK sebagai suatu jenis penelitian yaitu:
1. PTK menawarkan suatu cara baru untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan atau profesionalisme guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas (Suyanto, 1996).
2. PTK membuat guru dapat meneliti dan mengkaji sendiri kegiatan praktik pengajaran sehari-hari yang dilakukan di kelas, sehingga permasalahan yang dihadapi benar-benar permasalahan yang sebenarnya atau aktual.
3. PTK tidak membuat guru meninggalkan tugasnya, sehari-hari yaitu terutama mengajar di kelas.
4. PTK mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.
5. PTK dapat dilakukan oleh guru bersama-sama dengan pihak lain yang dirasa penting, misalnya dengan teman guru mata pelajaran sejenis, dengan guru mata pelajaran lain, dengan kepala sekolah, dan bahkan dengan orang-orang di luar sekolahnya.
Dari alasan di atas, jelas bahwa PTK memang penting dan perlu dipahami serta dilaksanakan oleh guru. Guru sendiri yang akan melakukan, melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan telah memiliki keefektifan yang tinggi.

C. Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Menurut Hopkins (1993:57-61) ada enam prinsip penelitian tindakan kelas, sebagai berikut.
1. Pekerjaan utama guru adalah mengajar, dan apapun kegiatan penelitian yang diterapkan melalui tindakan kelas ini, seyogianya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Ada tiga catatan yang dapat dikemukakan berkenaan dengan prinsip yang pertama ini. Pertama, dalam mencobakan suatu tindakan pembelajaran yang baru, selalu ada kemungkinan bahwa setidak-tidaknya pada awalnya-hasilnya kurang dari yang dikehendaki, bahkan mungkin kurang dari yang telah diperoleh saat melakukan cara lama karena bagaimanapun tindakan perbaikan ini masih pada taraf percobaan. Guru harus menggunakan pertimbangan serta rasa-tanggung jawab profesionalnya dalam menimbang-nimbang jalan ke luar yang akan ditempuhnya dalam upaya memberikan yang terbaik bagi siswanya. Kedua, iterasi dari siklus tindakan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan, khususnya dari segi pembentukan pemahaman yang mendalam dengan ditandai oleh adanya kemampuan menerapkan pengetahuan yang dipelajari melalui analitis, sintetis dan evaluasi informasi, bukan terbatas dari segi terkabarkannya GBPP kepada siswa dalam kurun waktu yang telah dipatok (deep understanding versusu comment coverage) Dan Ketiga, penetapan siklus tindakan dalam PTK mengacu kepada penguasaan yang ditargetkan pada tahap perencanaan, dan sama sekali tidak mengacu kepada kejenuhan informasi (saturation of information) sebagaimana yang lazim dipedomani dalam proses iteratif pengumpulan data penelitian kualitatif.
2. Prinsip Kedua, Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran. Dengan kata lain, sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas mengajar secara penuh. Sebagai contoh, penggunaan tape recorder memang akan menghasilkan rekaman yang lengkap dibandingkan dengan perekaman manual, namun peningkatan waktu yang diperlukan untuk mencermati data melalui pemutaran-ulang mungkin akan terasa berlebihan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknik-teknik perekaman data yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan informasi yang cukup signifikan serta dapat dipercaya.
3. Prinsip yang ketiga, sebagai prinsip yang mungkin paling terbuka untuk diperdebatkan. Prinsip ketiga adalah bahwa metologi yang dipergunakan harus cukup fleksibel sehingga memungkinkan guru dapat mengidentifikasikan serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan, dapat mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya, serta dapat memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. Oleh karena itu, meskipun pada dasarnya terpaksa memperbolehkan kelonggaran-kelonggaran, namun penerapan asas-asas dasar telah taat kaidah tetap harus dipertahankan.
4. Prinsip keempat, masalah penelitian yang diusahakan guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya, dan bertolak dari tanggungjawab profesionalnya, sebagai Guru yang juga memiliki komitmen terhadap atasannya. Selain itu, komitmen ini juga diperlukan sebagai motivator intrinsik bagi guru untuk bertahan dalam pelaksanaan kegiatan yang secara nyata menuntut lebih dari yang sebelumnya diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas mengajarnya secara rutin. Dengan kata lain, pendorong utama pelaksanaan PTK dalah komitmen profesional untuk memberikan layanan yang terbaik terhadap siswanya. Dilihat dari sudut pendang ini, desakan untuk sekedar mengabarkan pokok bahasan sesuai dengan GBPP dapat dan perlu ditolak karena alasan profesional yang dimaksud.
5. Prinsip kelima, dalam menyelenggarakan PTK guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hal ini penting ditekankan karena selain melibatkan anak-anak manusia, PTK juga hadir dalam suatu konteks organisasional sehingga penyelenggaraannya harus mengindahkan tata-krama kehidupan berorganisasi. Artinya, prakarsa PTK harus diketahui oleh pimpinn lembaga, disosialisasikan kepada rekan-rekan dalam lembaga kancah, dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah kajian ilmiah serta dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya tulis akademik, di samping tetap mengedepankan kemasalahan subyek didik.
6. Prinsip keenam, Meskipun mata pelajaran dan kelas merupakan cakupan tanggung jawab guru, namun dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan classroom exceeding perspective dari arti bahwa permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan/ atau mata pelajaran tertentu, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan. Perspektif yang lebih luas ini akan lebih terasa urgensinya bila PTK dilakukan lebih dari seorang pelaku tindakan (dua atau lebih guru).

BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang memerlukan tindakan untuk menanggulangi masalah dalam bidang pendidikan dan dilaksanakan dalam kawasan kelas atau sekolah tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran. PTK memang penting dan perlu dipahami serta dilaksanakan oleh guru. Guru sendiri yang akan melakukan, melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan telah memiliki keefektifan yang tinggi.
Dalam pelaksanaan PTK, peneliti perlu memahami karakteristik dan prinsip yang ada dalam PTK agar kegiatan dapat dipertanggungjawabkan. Ada beberapa tujuan dari pelaksanaan PTK antara lain kualitas praktik pembelajaran di sekolah, relevansi pendidikan, mutu hasil pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Sedangkan manfaatnya secara umum dapat dilihat dari dua segi yaitu segi akademik dan segi praktis.

B. Saran
Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran dan kualitas guru, oleh karena itu dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini guru harus memperhatikan prinsip-prinsip PTK agar penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan hasil yang maksimal dan bermanfaat baik untuk pembelajaran, siswa, guru, sekolah maupun teori pendidikan.
Dari pembahan diatas tentang Penelitian Tindakan Kelas diharapkan pembaca yaitu Guru atau calon guru dapat mengimplementasikannya dikelas, diharapkan dari adanya penuliasan ini untuk menambah wawasan guru atau calon guru untuk bisa menjadi guru yang berkompeten dalam menangani masalah dikelas ataupun disekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi dkk. 2006. Peneilitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Delphie, Bandi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: UPI PRESS.

LAMPIRAN KEGIATAN DISKUSI

1. Seperti apa kriteria keberhasilan dari PTK ? (Erna Karina)
Di dalam melaksanakan PTK pasti ada tujuan yang akan dicapai untuk memperbaiki kwalitas pembelajaran di kelas. Penelitian dikatakan berhasil jika tujuan tersebut sudah dicapai dan meningkatkan kwalitas dari pembelajaran sebelumnya.
2. Apa kelebihan PTK dari penelitian yang lainnya? (Aan Andarwati)
Perbandingan antara penelitian Formal dengan PTK
NO. DIMENSI PTK PENEL. FORMAL
1. Tujuan Meningkatkan praktik pembelajaran dalam konteks Menguji dan menemu-kan pengetahuan baru yang dapat digenera-lisasikan
2. Motivasi Tindakan penanggulangan masalah Memperoleh kebenaran ilmiah
3. Sumber masalah Diagnosis status (dalam situasi spesifik) Deduksi-induksi
4. Peneliti Pelaku langsung (dari dalam konteks) Dari luar konteks
5. Subjek penelitian Spesifik (kasus) Sampel yang represent-tatif
6. Metode penelitian “longgar’ ‘ketat’
7. Interpretasi hasil Pemahaman melalui refleksi kritis dan refleksi diri Menjelaskan fenomena untuk membangun teori
8. Hasil akhir Peningkatan kualitas pembelajaran (proses dan produk) Pengetahuan, prosedur, maupun materi yang teruji (produk)

3. Menurut ari kunto ada prinsip PTK yang dinamakan SWOT, jelaskan? (Muh. Aleja Yusuf)
Penelitian tindakan harus dimulai dengan melakukan analisis SWOT, terdiri atas unsur-unsur Strenght( Kekuatan) Weaknesses (kelemahan) yang ada pada diri peneliti dan subjek tindakan diidentifikasi secara scermat sebelum mengidentifikasi yang lain. Opportunity (kesempatan) Threat (ancaman) diidentifikasi yang ada diluar diri guru atau peneliti dan juga diluar diri siswa atau subjek yang dikenai tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *