Konsentrasi larutan menyatakan secarakuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah larutan, atau dalam pebandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut.

Konsentrasi dari suatu larutan dapat dinyatakan dengan bermacam-macam cara, yaitu dengan persen berat, persen volume, bagian berat zat terlarut tiap seberat tertentu pelarut, molaritas, normalitas, molalitas, dan fraksi mol. Konsentrasi atas dasar berat, tidak tergantung temperatur, sedangkan konsentrasi atas dasar volume berubah terhadap temperatur (Sukardjo, 1997). Pengukuran konsentrasi sangat cocok digunakan untuk penilaian, pengendalian dan pengaturan proses. Dalam proses teknologi kimia konsentrasi bahan sering kali berubah-ubah, serta cara-cara yang digunakan sering didasarkan pada pengukuran besaran fisik yang tergantung pada konsentrasi (Bernasconi.G, 1995).

Kemolaran atau molaritas menyatakan konsentrasi (kepekatan) dari suatu larutan yang menggambarkan jumlah mol zat terlarut dalam setiap larutan (Sutresna, 2007). Laju reaksi yang terlibat dalam suatu reaksi menyatakan perubahan konsentrasi. Hubungan antara laju reaksi secara keseluruhan dalam suatu reaksi dan konsentrasi reaksi tersebut (Rizal, 2007).

 

DAFTAR PUSTAKA

Bernasconi, G. 1995. Teknologi Kimia. Jakarta : PT. PRODYA Paramita.

Rizal, M. 2007.  Cerdas Belajar Kimia Untuk Kelas XI. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Sikardjo. 1997. Kimia Fisika. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Bandung. Grafindo Media Pratama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *