Diabetes melitus (DM) dikenal sebagai salah satu dari lima penyebab kematian didunia, kira-kira 150 juta penduduk diseluruh dunia menderita diabetes. Jumlah penderita diabetes dalam lima tahun terakhir meningkat tajam dibandingkan sepuluh tahun lalu dan diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2030. Negara India dikenal dengan jumlah penderita diabetes terbanyak (Kumar, et al., 2006).

Prevalensi DM sangat sulit ditentukan karena standar penetapan diagnosisnya berbeda-beda. Berdasarkan kriteria American Diabetes Association (ADA), sekitar 10,2 juta orang di Amerika Serikat (AS) menderita DM dan yang tidak terdiagnosis sekitar 5,4 juta. Dengan demikian, diperkirakan lebih dari 15 juta orang di Amerika Serikat menderita diabetes. Di Indonesia prevalensi DM sebesar 1,5-2,3% untuk penduduk usia >15 tahun, bahkan di daerah Manado prevalensi DM sebesar 6,1% (Widijanti, 2003).

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang paling menonjol, disebabkan oleh gagalnya pengaturan glukosa darah dan kelainan metabolisme karbohidrat sehingga glukosa tidak dapat digunakan dengan baik dan menyebabkan hiperglikemia. DM merupakan kelainan endokrin yang paling banyak dijumpai dan penderita mempunyai resiko untuk menderita komplikasi yang spesifik berupa retinopati, gagal ginjal, dan penyakit arteria koronaria (Woodley dan Whelan, 1992).

Diseluruh dunia telah banyak ditemukan tanaman tradisional yang mempunyai aktivitas antidiabetes, dan sebagian besar obat yang ada dipasaran merupakan hasil pemisahan atau hasil variasi dengan beberapa zat (bahan berkhasiat) lain dan sebagian diantaranya telah diterima sebagai obat yang diteliti secara ilmiah. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan pengobatan diabetes dengan tanaman tradisional agar dievaluasi lebih lanjut, karena kebutuhan akan adanya bukti ilmiah sangat diperlukan, baik sebagai pembenaran pemakaian tanaman untuk obat ataupun untuk prinsip keija pengobatan (Kumar,et al., 2006). Menurut survai yang dilakukan di Australia dan Amerika serikat pada responden (penderita diabetes) ditemukan lebih dari 48,5% menggunakan tanaman herba untuk pengobatan DM (Ramesh, et al., 2005). Sathishsekar and Subramanian (2005) menyebutkan bahwa lebih dari 440 tanaman obat tradisional telah digunakan untuk pengobatan DM tetapi hanya sebagian kecil yang dapat diterima secara ilmiah.

Penanganan diabetes dengan efek samping yang kecil masih merupakan sebuah tantangan dalam sistem pengobatan dan hal yang terpenting adalah bagaimana memenuhi permintaan produk alami yang memberikan aktivitas antidiabetes dengan sedikit efek samping. Tanaman tradisional merupakan salah satu obat yang dapat digunakan untuk pengobatan DM dan telah banyak yang menunjukkan efek hipoglikemik (Can, et al., 2004).

Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan masyarakat untuk pengobatan DM adalah Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) terutama didaerah Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara yang dikenal dengan nama “sipaet-paet” (Purba, 2003). Tumbuhan genus Tithonia ini telah digunakan untuk pengobatan atau perawatan gejala DM. yaitu dengan cara mengkonsumsi dalam teh atau bentuk larutan ekstrak yang dapat meredakan atau mengurangi berbagai penyebab DM. Secara alami, tumbuhan ini dapat mengurangi atau menurunkan kadar glukosa darah (KGD) ke batas normal dan mencegah timbulnya kembali DM untuk jangka waktu yang cukup lama tanpa perlu melakukan pemberian yang berkelanjutan. Keterangan tentang bahan aktif ataupun cara kerjanya belum dijumpai baik dalam bentuk ramuan ataupun kombinasinya yang spesifik (Takahashi, 2005).

Di Guatemala daun kembang bulan digunakan untuk obat malaria, pengobatan demam dan luka dalam pada kulit binatang, di Venezuela digunakan sebagai penggugur kandungan pada hewan (Anonim, 2004). Kembang bulan selama ini banyak digunakan untuk pengobatan perut kembung (Takahashi, 2005). Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan adalah skrining fitokimia serbuk daun kembang bulan, hasilnya diperoleh golongan senyawa flavonoida, glikosida, saponin, tanin dan triterpen/steroida. Hasil isolasi flavonoida, diperoleh senyawa flavon yang mengandung gugus 4’-hidroksi, dan 4′,7-dihidroksi (Widari, 2005). Disamping itu Purba (2003) telah melakukan uji efek hipoglikemik terhadap ekstrak etanol daun kembang bulan menggunakan metode toleransi glukosa terhadap kelinci, hasilnya menunjukkan bahwa dengan dosis 40, 50, dan 60 mg/kg bb dapat menurunkan KGD kelinci, dan dosis 40 mg/kg bb memberikan penurunan kadar glukosa darah yang hampir sama dengan glibenklamid. Tikus diabetes yang diinduksi dengan Streptozotocin (STZ) telah banyak digunakan secara luas dalam uji tanaman obat yang bersifat antidiabetes (BattelI, et al., 1999).

—– SEMOGA BERMANFAAT —–

REFERENSI

Kumar, P.S., Arulselvan, P., Kumar, D.S., Subramanian, S.P. (2006). Anti Diabetic Activity Of Terminalia chebula on Streptozotocin Induced Diabetic Rats. Journal of Health Sciences 52 (Pt 3). Page. 283

Widijanti, A., Ratulangi.B. T. (2003). Pemeriksaan Laboratorium Penderita Diabetes Mellitus. http://www.tempo.co.id/medika/arsip/042003/Tiniauan%20Pustaka/med,2

Woodley, M.M.D., dan Whelan, A.M.D. (1995). Pedoman Pengobatan. Edisi 1. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medika dan Penerbit Andi Offset. Halaman. 571, 602-603.

Ramesh, A., Kasiviswanath, R, Kumar, K. E. (2005). Hipoglicemic and Antihiperglicemic Effec of Gmelina asiatica Linn. In Normal and in Alloxan Induced Diabetic Rats. Bio. Pharm. Bull; 24 (Pt 5). Page. 729

Sathishsekar, D., and Subramanian, S. (2005). Beneficial Effect of Momordica charantia Seed in the Treatmant of STZ-Induced Diabetes in Experimental Rats. Biol. Pharm. Bull; 28 (Pt 6). Page. 978

Can, A., Akev, N., Ozsoy, N., Bolkent, S., Arda, B. P., Yanardag, R„ Okyar, A. (2004). Effect of Aloe vera Leaf Gel and Pulp Extract on the Liver in fype-II Diabetic Rat Models. Biol. Pharm. Bull; 27 (Pt 5). Page. 694

Purba, E. D. (2003). Analisa Senyawa Kimia Dan Uji Efek Hipoglikemik Ekstrak Etanol daun kembang Bulan (Tithonia diversifolia A. Gray) Terhadap kelinci. Skripsi Jurusan Farmasi FMIPA USU. Medan. Halaman. 20, 47

Takahashi, M. (2005). Compositions for Curing Diabetes Mellitus. Process for the Preparation of same, and Usage of same http://www.delphion.com/details=US0577004 8language=en

Anonim (2004). “Tithonia diversifolia (Hemsl.) Gray, a plant with potential for the sustainable production in the tropic.” http://www.fao/ati/ayap/frg/agforl/rias 14.htm.

Widari, M. (2005). Isolasi Senyawa Flavonoid Dari Daun Kenbang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray). Skripsi Departemen Farmasi FMIPA USU. Medan. Halaman. 43

Battel, M.L., Rodrigues, B., Yuen, V.G., McNeill, J.H. (eds). 1999. Treatment and Pharmacological Interventions In Streptozotocin. In: Experimental Model Of Diabetes. Flourida;: CRC Press LLC Page. 208

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *